Gaya Hidup – Portalnews Madiunraya

Pernah mendengar Onani atau Masturbasi ?. Atau bahkan anda sering melakukannya ?….Hanya Anda dan Tuhan yang tahu.

Menurut dr GM Silvia M, MSc dari Chanel Youtube Dokter 24, menjelaskan bahwa Onani atau Masturbasi merupakan Perangsangan seksual oleh diri sendiri pada organ kelamin untuk memperoleh kepuasan seksual.

Namun selain menimbulkan kepuasan saat melakukan kegiatan itu, berikut 5 dampak buruk jika kita sering atau membudayakan kegiatan Onani atau Masturbasi.

  1. Lemas atau kehilangan energi.

Hal tersebut terjadi karena pada Pria yang melakukan Onani melepaskan energi yang cukup besar saat mencapai klimaks dari kegiatan tersebut.

Efeknya adalah tubuh akan mengalami lemas dan kurang energi, sehingga bisa mengganggu aktivitas yang harusnya bisa maksimal.

2. Kanker Prostat.

Penelitian dari Universitas Nottingham menyatakan bahwa kaum Pria yang sering bermasturbasi di usia 20-30 tahun lebih berisiko terkena Kanker Prostat.

3. Ejakulasi Dini.

Menurut Pakar Seks, Dr Andri Wananda MS, Kegiatan onani bisa mengganggu sistem saraf sehingga cenderung akan sulit mencapai Klimaks.

4. Menurunnya kecerdasan otak.

Pria yang sering melakukan Onani akan memiliki imajinasi tentang pornografi yang berlebihan sehingga akan menurunkan daya fungsi otak yang berakibat pemikiran kita tidak bisa maksimal.

Jika itu diteruskan maka tingkat kepintaran atau kecerdasan kita akan menurun alias bukan bertambah pintar namun akan cenderung bertambah bodoh yang diakibatkan karena bayang – bayang Pornografi yang menguasai otak kita secara berlebih.

5. Impoten.

Jika Onani terus dilakukan, maka dalam waktu tertentu maka Pria tersebut akan mengalami Disfungsi Ereksi alias Mr P nya tidak bisa ereksi.

Pembaca Portalnews Madiun Raya, jika sudah mengetahui dampak buruk Onani apakah mau jika kita menerima akibat-akibat tersebut ?.

Bukankan banyak kegiatan positif yang bisa kita lakukan selain melakukan Onani. Itu secara kesehatan lhoo….belum secara Agama yang tentu saja dengan tegas menyebutkan bahwa Onani adalah Dosa, karena hal itu mendekati Zina.

Aduh….selain Dosa juga menjadi Impoten, bahkan bisa terkena Kanker Prostat. Tapi yang lebih bahaya adalah kita menjadi lebih bodoh. Jangan Deh…

Mending segera menikah, atau jika sudah ayo kita syukuri nikmat dari Alloh SWT bersama dengan pasangan kita. Selebihnya, lakukan kegiatan positif sehingga perbuatan negatif tidak perlu kita lakukan lagi.

Ingat, waktu memang tidak terbatas, tetapi kehidupan seorang manusia ada batasnya. Selagi masih hidup jadilah pribadi yang bermanfaat dengan kegiatan kita yang positif. Salam Sehat….(Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Kepedulian terhadap lingkungan sekitar juga dilakukan PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT. Dan bertepatan dengan HUT RI ke 74 ini MPM bersama dengan Yayasan Bangun Sehat Indonesia( YBSI) memberikan pelayanan kesehatan kepada 200 veteran yang ada di Kota Surabaya(25/8).

Bertempat di Hotel Best Western Papilio , para veteran beserta keluarganya menerima pelayanan kesehatan. Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para veteran. Kegiatan bakti sosial kepada para veteran ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya.

” Bakti sosial ini adalah wujud kepedulian MPM kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas perjuangannya sehingga kami bisa merdeka.” kata Vinensia Kenangan selaku Corporate Secretary Head MPM.

Selain pelayanan kesehatan, para veteran diberikan hiburan . (Aji/gin).

Pewarta : Aji

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Keikutsertaan masyarakat Ponorogo menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan masih mencapai angka 55% dari total jumlah penduduk yang ada.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor BPJS Kesehatan Ponorogo, Mujoko kepada Portalnews Madiun Raya, Rabu (16/01/2019).

Menurut Mujoko, baru 500 ribuan warga Ponorogo menjadi peserta BPJS Kesehatan. “Padahal penduduk Ponorogo mencapai 900 ribu lebih,” terang Mujoko.

Untuk itu, sesuai dengan program Presiden Jokowi, ditahun 2019 ini semua warga Ponorogo dapat tersentuh layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, sambungnya.

“Selama ini pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan di Ponorogo dapat dirasakan karena semua Rumah Sakit yang ada di Ponorogo sudah terakreditasi dan dapat bekerjasama dengan BPJS Kesehatan tanpa kecuali.” Pungkas Mujoko. (Yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.