Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) se Kecamatan Bungkal menjalani rapid test covid-19 di Pendopo Kecamatan Bungkal pada Sabtu (11/7).

Di jelaskan oleh Ketua PPK Bungkal Taufik Qurrohman, S.Hi bahwa kegiatan Rapid Tes PPDP pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 itu dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Bungkal. “Kegiatan ini terbagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama yaitu Pukul 08.00-09.00 Wib, Gelombang kedua Pukul 09.00-10.00 Wib sedangkan gelombang ke tiga Pukul 10.00-11.00 Wib. Untuk peserta yang di lakukan rapid tes sebanyak 83 Orang berdasarkan jumlah TPS yang ada di Kecamatan Bungkal pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang tersebar di 19 Desa, ” Terang Taufiq kepada Portalnews Madiunraya.com.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan bahwa untuk mekanismenya, KPU Ponorogo sudah berkoordinasi dengan DINKES dan GUGUS TUGAS Kabupaten Ponorogo, “Kemudian mereka ada instruksi ke Puskesmas lalu kita koordinasi di tingkat kecamatan antara PUSKESMAS dan PPK. Dan untuk pelaksanaan Rapid Tes ini, kita mengikuti jadwal dari petugas medis yang di sediakan oleh DINKES, ” Terangnya.

Kegiatan Rapid Test Covid 19 yang diikuti oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kecamatan Bungkal di Pilbup Ponorogo. (Foto – Amar)

Senada dengan Ketua PPK Bungkal, R. Gaguk Ika Prayitna,S.Sos,M.A.P Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pengawasan yang pada saat itu monitoring ke PPK Bungkal menyampaikan bahwa pada intinya pada setiap tahapan di pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ini akan di tambahkan dengan protokol pencegahan Covid. “Kemudian PPDP ini menjalankan rapid tes ini karena dia akan mencoklit ke Door to Door, setidaknya kita harus pastikan bahwa petugas kita, Petugas PPDP ini bersih dan sehat terbebas dari Covid 19,” Ucapnya.

Di waktu yang berbeda petugas Puskesmas Bungkal, Hari menjelaskan bahwa pemeriksaan Rapid Tes di Pendopo Kecamatan Bungkal itu, dari Puskesmas Bungkal selaku tim pemeriksa melakukan Rapid tes. “Rapid Tes adalah tes untuk mengetahui yang bersangkutan atau individu mungkin ada yang memiliki gejala ke arah Covid-19 apa tidak. Untuk yang di periksa hanya sampling darahnya saja.” Ucap Hari. (Mar/Gin).

Peliput : Amar Makruf

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kastiono, Warga Pager Tengah, Ngelo, Desa Pager Kecamatan Bungkal merasa terkejut saat ditanya temannya yang berasal dari desa lain tentang keadaan desanya pasca Pilkades serentak yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kastiono, menjelang Pilkades hingga pasca Pilkades desanya aman dan damai. “Jadi tidak benar dengan apa yang dikabarkan diluar sana, bahwa desa kami begini begini. Itu tidak benar sama sekali,” ucap Kastiono kepada Portalnews Madiun Raya.

Selama ini, kami beraktifitas seperti biasa, yang petani, pedagang ataupun profesi yang lain sudah beraktivitas seperti biasa, tidak ada hal hal yang meresahkan usai Pilkades yang selisih suaranya cukup sedikit itu, sambungnya.

“Usai Pilkades, kami sudah berbaur bersama, baik pendukung Paslon 01 maupun Paslon 02 yang dinyatakan menang dengan selisih dua suara. Kami sudah kenduri bersama, menghadiri hajatan pernikahan maupun kegiatan karawitan yang diselenggarakan oleh PKK, padahal karawitan itu ada dua kubu, yang Pengendang kubu ini, Penabuh gamelan kubu ini, penabuh gong kubu ini, tapi semua berjalan dengan baik dan aman,” urai Kastiono.

Kastiono juga menyebutkan bahwa kabar terjadinya ketegangan didesanya tidaklah benar. “Ada yang dishooting minta perlindungan, itu maksudnya bagaimana sedang disini tidak ada apa -apa,” lanjut Kastiono.

Kastiono berharap Kades yang terpilih segera dilantik dan masyarakat segera kembali bersatu membangun desanya bersama-sama. “Inilah demokrasi, beda pendapat itu biasa. Namun jika sudah ada yang menang, mari kita mendukungnya dan lupakan perbedaan pilihan politik kita, kalaupun ada sengketa marilah kita selesaikan dengan baik. Jangan berlarut larut karena hanya menghabiskan tenaga dan biaya, Ayo segera membangun Desa Pager bersama sama.” Pungkas Kastiono. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kondisi Desa Pager Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo dipastikan aman dan kondusif usai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) beberapa waktu yang lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bungkal, AKP Joko Suseno saat ditemui Portalnews Madiun Raya, Senin (17/06).

Menurut AKP Joko Suseno, kondisi Kecamatan Bungkal secara umum dan Desa Pager secara khusus sangat aman dan kondusif. “Warga setempat beraktifitas seperti biasa, beberapa kegiatan seperti kerja bakti, hajatan dan kesenian berlangsung dengan aman, meskipun secara politik mereka berbeda pilihan saat Pilkades yang lalu,” jelas AKP Joko Suseno.

Kami akan terus mengawal kondisi diwilayah kami sebaik mungkin, kondusifitas menjadi prioritas yang akan kami lakukan. Pengamanan akan kami lakukan saat Pilkades, pasca Pilkades dan menjelang pelantikan Kepala Desa yang terpilih, sambung AKP Joko.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Bungkal dan Desa Pager khususnya, untuk tidak gampang mempercayai kabar yang belum tentu kebenarannya, jika ada hal hal yang meresahkan, sampaikan kepada aparat yang berwenang supaya terkonfirmasikan kebenarannya,” lanjut AKP Joko Suseno.

Kapolsek juga meminta seluruh warga untuk menahan diri dari perbuatan yang melanggar aturan yang berlaku. “Kepada masyarakat yang belum menerima hasil Pilkades agar menyampaikan aspirasinya sesuai dengan prosedur yang ada. Dan marilah kita bersama menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan bersama.” Pungkas AKP Joko Suseno. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dengan motto “Ojo Lali Kupuk Bahagia”, Agus Setiyono yang terpilih lagi menjadi Kepala Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal menginginkan desa yang dipimpinnya itu menjadi desa yang berdaya dan mandiri.
Menurut Agus, desanya memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. “Dengan potensi wisata alam, budaya dan religi yang kita miliki, saya yakin masyarakat Desa Kupuk bisa menjadi sosok yang mandiri dan otomatis akan membawa desa kami menjadi desa yang mandiri,” jelas Agus, Jum’at (14/06).
Desa Kupuk memiliki danau buatan yaitu Sendang Tunggul Wulung, kolam pemancingan dan seni jaranan Turonggo Wulung, dan beberapa tempat religi. Selain itu, setiap tahun kami membuat berbagai festival budaya, seperti saat bersih desa dan lain sebagainya, sambung Agus Setiyono.
“Yang paling utama dan penting adalah menjadikan seluruh warga Desa Kupuk itu menjadi bahagia, maka slogan kami adalah Ojo Lali Kupuk Bahagia, untuk menjadi bahagia diperlukan kecukupan kebutuhan, baik sandang, pangan maupun papan, ini yang akan kita bersama wujudkan.” Pungkas Agus Setiyono. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sehari menjelang pelantikan Kepala Desa yang direncanakan pada Jum’at (14/06) besok, ratusan warga Desa Pager Kecamatan Bungkal menggelar aksi unjuk rasa didepan DPRD Ponorogo, Kamis (13/06).

Unjuk rasa ketiga tersebut kembali dilakukan oleh warga desa Pager Kecamatan Bungkal Ponorogo menuntut dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) serta meminta hasil keputusan dari Bupati yang sudah melampaui tenggang waktu yang diberikan. 

Puluhan warga melakukan unjuk rasa dengan membawa kertas bertuliskan tuntutan-tuntutan. Tampak pihak kepolisian turut mengamankan keberlangsungan aksi unjuk rasa. Usai berorasi, sekitar 10 orang perwakilan yang dipimpin oleh Kuasa Hukum warga Pager melakukan mediasi dengan perwakilan anggota dewan. Namun mediasi tak kunjung menemukan solusi. 

Koordinator lapangan aksi, Agung Rizqi Syaifudin menegaskan warga desa Pager menuntut dilakukannya PSU. Ia mengatakan kondisi desa Pager sudah tidak aman lagi pasca tragedi pembakaran salah satu gardu di wilayah Pager. Sehingga, pihaknya meminta pengamanan kepada kepolisian untuk menjaga kondusifitas di lingkungan desa Pager. Agung berharap Bupati segera memberikan keputusan yang bijaksana sehingga iklim desa Pager dapat kembali aman. “Kami akan terus menyuarakan kebenaran, karena kecurangan saat Pilkades yang lalu membuat suasana desa kami saat ini terus memanas,” terang Agung.

Kabag Ops Kompol Basuki Nugroho yang ketika itu turut mengamankan aksi, mengatakan kepada wartawan bahwa polres Ponorogo menjamin serta memberikan pengamanan kepada masyarakat desa Pager pasca Pilkades. Kompol Basuki mengatakan pihak kepolisian selalu berpatroli dan memonitor keamanan disana. 

Pihaknya berharap warga tidak mudah termakan provokasi serta selalu berusaha menjaga kerukunan. Selain itu polres Ponorogo akan memberikan saran kepada para muspika kecamatan Bungkal supaya mengkondisikan para tokoh untuk bersinergi menciptakan kenyamanan. Ia juga berharap solusi segera diberikan oleh pemkab Ponorogo. Sementara itu, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembakaran salah satu Pos Kamling di desa Pager.

Kemelut politik di Desa Pager berawal dari Pilkades serentak yang hasilnya hanya berselisih dua suara, pihak pendemo menuding terjadi kecurangan yang dilakukan oleh panitia Pilkades Desa Pager. (yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.