Ponorogo – Madiunraya.com

Komisi A DPRD kabupaten Ponorogo yang dipimpin oleh Eka Rekno Setyani S.Sos dari Partai Gerindra melakukan sidak ke Desa Muneng, Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, Senin (01/11/2021).

Bertempat di Balai Desa Muneng, Anggota Komisi A DPRD Ponorogo yaitu H. Wahyudi Purnomo, M.Si dari Partai PAN, H. Agung Priyanto, S.E., M.M dari Partai PDIP, Mahfut Arifin, S.Sos dari Partai PKB, Eko Priyo Utomo S.T dari Partai Golkar, didampingi Sekretaris Desa dan Kamituwo saat Sidak ke Balai Desa Muneng membahas berbagai hal diantaranya adanya kekosongan Kepala Desa di desa tersebut.

“Atas kekosongan Kepala Desa inilah yang membuat Komisi A DPRD Ponorogo turun gunung. Komisi A ini membidangi pemerintahan melakukan inspeksi mendadak untuk mendesak Pemerintahan Desa setempat untuk segera melakukan pengisian Kepala Desa Antar Waktu (KDAW) di Desa Muneng,” ucap Ketua Komisi A DPRD Ponorogo Eka Rekno Setyani.

Eka juga mengatakan bahwa sidak tersebut juga dalam rangka menampung aspirasi warga masyarakat. “Selain membahas kekosongan jabatan Kepala Desa juga membahas tentang proyek di anak sungai Bengawan Solo, jika dipending dan tidak cepat atasi akan menggerus pinggiran sungai, dan bisa berakibat merobohkan jembatan poros Desa menuju Kota,”tambahnya.

Untuk jabatan Kepala Desa, Eka menyampaikan bahwa saat ini Kepala Desa Muneng diisi oleh Pejabat sementara (Pjs) dari ASN di lingkup Pemkab Ponorogo. “Hal itu disebabkan Kepala Desa definitif hasil Pilkades serentak di tahun 2019 lalu, meninggal dunia. Masyarakat menginginkan adanya Kepala Desa Definitif yang didapatkan melalui pengisian KDAW,”kata Ketua Komisi A DPRD Ponorogo Eka Rekno Setyani.

Maka dari itu pengisian perangkat desa melalui KDAW penting untuk segera dilakukan. “Supaya tidak menggangu pelayanan di desa tersebut. Sesuai aturan Permendagri boleh dilakukan pengisian KDAW meski Indonesia masih dalam status masa pandemi,”ujarnya.

Teknis pengisian KDAW dilakukan dengan musyawarah dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan diwakili tokoh-tokoh masyarakat di desa tersebut.“Untuk Desa Muneng, akan ada 63 sampai 70 warga yang akan dilibatkan untuk musyawarah pengisian KDAW tersebut. Kandidat bisa dari masyarakat sendiri. Kami menghendaki terselesaikan di bulan November atau Desember tahun ini,” ujar Eka Rekno Setyani.

Ketua Komisi A DPRD Ponorogo, Eka Rekno Setyani

Eka Rekno Setyani menjelaskan, jika tupoksi KDAW nanti yang terpilih, seperti halnya kepala desa definitif. Masa kerjanya pun melanjutkan masa jabatan kepala desa yang sebelumnya.

“Dalam hal ini, untuk Desa Muneng sampai tahun 2025. Sehingga nantinya Desa Muneng tidak ikut dalam pemilihan pilkades serentak pada tahun 2022 nanti,”paparnya.

Eka Rekno Setyani menambahkan ada tiga desa di Ponorogo yang mendesak dilakukan pengisian KDAW. Yakni Desa Somoroto di Kecamatan Kauman, Desa Karangpatihan di Kecamatan Pulung dan Desa Muneng sendiri. “Ketiga desa tersebut kepala desanya meninggal dunia sebelum masa jabatannya berakhir,”ucap Eka Rekno Setyani.

Masa kerja KDAW tidak terlalu lama, sesuai dengan masa jabatan yang lama. Legitimasinya juga sama dengan kades definitif.

“Kami dorong 3 desa itu untuk segera lakukan pengisian KDAW tahun ini.”Pungkas Eko Rekno Setyani.

Sementara itu Pj Kepala Desa Muneng, Santoso mengungkapkan pihaknya menunggu perintah dari atasan untuk pemilihan KDAW ini. Jika Dinas Pemdes memberikan lampu hijau, pihaknya siap melaksanakan musyawarah KDAW.

“Kendalanya belum tahu kapan, karena belum turun juklak-juknisnya. Sementara masyarakat pengennya cepat-cepat,”terang Santoso

Anggaran pengisian KDAW ini, menurut Santoso sudah dimusyawarahkan dengan BPD Desa Muneng. Mereka pun juga mengamini adanya KDAW tersebut.

“Anggaran desa untuk melaksanakan KDAW ini sudah dianggarkan sebanyak Rp 26 juta. Kamipun siap untuk segera melakukan KDAW jika sudah ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.”pungkas Santoso. (adv/yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

PONOROGOPortalnews MADIUNRAYA

Dua orang perangkat desa di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo dilantik Camat Balong, Setya Antari, S.Sos di Balai Desa Karangpatihan, Selasa (17/12/2019).

Dua perangkat desa tersebut adalah Sekretaris Desa Karangpatihan, Sugeng Kuncoro dan Kepala Dusun Bibis, Hadi Santoso .

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi menegaskan bahwa dalam proses perekrutan perangkat desa yang dilakukannya berlangsung dengan transparan. “Kita mengikuti peraturan yang berlaku dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah, yang paling penting prosesnya transparan, tidak ada intervensi dari pihak manapun,” Ucap Eko kepada Portanews MADIUN RAYA.

Kepada perangkat desa yang baru dilantik, kata Eko, saya ucapkan selamat bekerja. “Yang paling utama, per hari ini Pak Sugeng dan Pak Hadi mulai bekerja melayani masyarakat Desa Karangpatihan, mari bersinergi menuju Desa Karangpatihan yang Maju, Mandiri dan Berbudaya.”Pungkas Eko Mulyadi.

Sementara Camat Balong, Setya Antari, S.Sos dalam amanatnya menyampaikan selamat kepada perangkat desa Karang Patihan yang baru saja dilantik tersebut. “Alhamdulillah, hari ini kekosongan perangkat desa di Desa Karangpatihan sudah terisi sesuai target, selamat Pak Sugeng dan Pak Hadi, mulai detik ini tanggung jawab anda berat karena sewaktu-waktu harus siap di bidang pelayanan dan harus bisa kerjasama dengan semua elemen yang ada di masyarakat Desa Karangpatihan, niatkan kerja njenengan sebagai ibadah, Insya Alloh menjadi berkah,” terang Setya Antari.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Jajaran Forpimcam Balong dan Jajaran Pemerintah Desa Karangpatihan Kecamatan Balong. (Nang/Gin).

Pewarta : Nanang Wibowo

Redaktur : Agin Wijaya

PonorogoPortalnews Madiunraya

Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni melakukan Tilik Desa di Desa Ngumpul Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, Selasa (29/10/2019).

Disambut dengan kesenian Gajah-gajahan dan Seni Reyog Ponorogo, Bupati Ipong Muchlissoni terlihat bersemangat bertemu dengan masyarakat Desa Ngumpul Kecamatan Balong tersebut.

Sebaliknya, masyarakat setempat sangat antusias dalam menyambut kedatangan sangat Bupati.

Didampingi sang Isteri, Kepala Desa Ngumpul, Eko Budi Wiyono mengalungkan bunga dalam menyambut kedatangan Bupati Ipong Muchlissoni.

Dalam sambutannya, Eko Budi Wiyono mengucapkan selamat datang kepada Bupati Ponorogo bersama jajarannya di Pemkab Ponorogo. “Pembangunan di Desa Ngumpul berjalan dengan baik dan lancar, pertanian dan infrastruktur berjalan dengan seimbang. Harapan kami, pembangunan di Desa Ngumpul dapat berjalan terus dan berkesinambungan, ” Ucap Eko Budi Wiyono.

Kami ingin mengembangkan Desa Ngumpul ini dapat menjadi sentra penghasil buah. “Di Desa Ngumpul ada 4 dusun dan kita berharap, satu dusun memiliki satu produk yang menjadi unggulannya, ” Terang Eko Budi Wiyono.

Beberapa bibit buah, lanjut Eko Budi Wiyono, akan kita tanam di pekarangan penduduk. “Seperti tanaman kelengkeng dan jambu akan kita tanam, harapannya adalah di tahun mendatang, Desa Ngumpul dapat menjadi sentra penghasil buah dan menjadikan masyarakat nya bertambah makmur dan sejahtera selain dari hasil pertanian yang lain. ” Pungkas Eko Budi Wiyono.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni menyampaikan bahwa dirinya sangat bersemangat apabila dapat melihat masyarakat nya tersenyum. “Sebenarnya saya sangat capek karena seharian jadwal kegiatan sangat padat. Namun melihat senyum ceria dari masyarakat dapat menyembuhkan rasa capek tersebut, karena itu adalah vitamin bagi saya untuk terus bekerja membangun Ponorogo tercinta, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Lebih lanjut Bupati Ipong Muchlissoni menyampaikan bahwa dirinya sangat senang dengan usulan masyarakat Desa Ngumpul untuk menjadi sentra produksi buah-buahan. “Ini sangat baik, karena akan menjadikan Desa ini memiliki produk yang khas, harapan kita adalah menjadikan Ponorogo semakin kaya dengan berbagai produknya, untuk itu, kita akan memberikan bantuan kepada setiap KK satu bibit buah klengkeng, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Yang utama, pesan Bupati Ipong Muchlissoni adalah menjaga kekompakan. “Jaga kekompakan untuk menciptakan Guyup Rukun di Desa Ngumpul ini. Karena dengan Guyup dan Rukun akan menjadi modal dasar bagi kita untuk melaksanakan pembangunan lebih lanjut. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Angin Wijaya

PonorogoPortalnews Madiunraya

Desa Jalen Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo mendapat kunjungan dari Bupati Ipong Muchlissoni pada Selasa (29/10/2019).

Desa Jalen merupakan salah satu desa yang terus berkembang dengan melakukan berbagai kegiatan pembangunan. Hal itu dijelaskan oleh Kepala Desa Jalen saat ini, Langen Tri Wiyono saat memberikan sambutan selamat datang kepada Bupati Ipong Muchlissoni.

“Bantuan pembangunan senilai 300 juta dari Pemkab Ponorogo sudah dilaksanakan dengan baik, saat ini jalan desa dan Poros sudah baik dan tinggal beberapa saja yang belum selesai, ” Terang Langen dihadapan Bupati dan hadirin.

Yang paling urgen, kata Langen, gedung Balai Desa Jalen saat ini sudah tua, karena dibangun pada tahun 1970 an. “Untuk itu, kami meminta kepada Bupati Ipong Muchlissoni untuk memberikan bantuan supaya Balai Desa Jalen dapat direnovasi, ” Lanjut Langen.

Kita berharap pembangunan di Ponorogo dapat berjalan terus dan lancar. “Sehingga masyarakat Ponorogo dan Jalen khususnya dapat hidup makmur dan sejahtera. ” Pungkas Langen Tri Wiyono.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni menyambut baik semangat dan antusiasme masyarakat Desa Jalen dalam melakukan kegiatan pembangunan. “Yang paling penting adalah menjaga kekompakan, guyup dan rukun adalah modal dasar bagi kita untuk melakukan kegiatan pembangunan secara berkelanjutan, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Untuk berbagai permintaan, kata Bupati Ipong Muchlissoni, seperti pembangunan Balai Desa Jalen akan kita lihat. “Jika pembangunan infrastruktur jalan sudah selesai maka pembangunan Balai Desa Jalen akan kita bantu untuk rehab sedikit demi sedikit, kalau bisa bentuknya dipertahankan seperti ini. Karena unik, lantainya juga unik, yang terpenting bangunan nya masih kuat. ” Terang Bupati Ipong Muchlissoni.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipong Muchlissoni meresmikan Bumdes di desa setempat. “Bumdes sangat penting sebagai pusat ekonomi masyarakat di desa, tahun depan Pemkab Ponorogo akan mengadakan beberapa lomba, diantaranya lomba Bumdes, saya berharap, Bumdes Desa Jalen dapat berkembang dengan baik. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Di akhir acara, Bupati Ipong Muchlissoni bernyanyi bersama masyarakat Desa Jalen. Masyarakat pun memanfaatkan momen itu untuk berselfie dengan sang Bupati. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

PonorogoPortalnews Madiunraya

Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni melakukan kunjungan ke Desa Purworejo Kecamatan Balong, Selasa (29/10).

Kegiatan tersebut diberi nama Tilik Desa yang sudah menjadi agenda orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu beberapa waktu terakhir.

Menurut Bupati Ipong Muchlissoni, kegiatan tersebut merupakan agenda pertemuan dengan masyarakat secara langsung. “Kita bisa bertemu, bertatap muka, bersalaman dan mendengarkan keluhan mereka, sekaligus melihat secara langsung progres pembangunan di desa, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Saat di Desa Purworejo, Bupati Ipong Muchlissoni diajak untuk panen raya tembakau di lahan milik warga setempat. “Desa Purworejo memiliki potensi yang luar biasa dibidang pertanian dengan produk tembakau, saya berharap masyarakat Desa Purworejo dapat menjaga kualitas hasil pertanian tembakau nya sehingga kerja sama dengan perusahaan rokok dapat terus berlangsung dan masyarakat Desa Purworejo dapat hidup makmur dan sejahtera, ” Kata Bupati Ipong Muchlissoni.

Saya mengajak, lanjut Bupati Ipong Muchlissoni, masyarakat Desa Purworejo dapat hidup dengan Guyup dan Rukun. “Karena guyup dan rukun merupakan modal bagi pembangunan di Desa Purworejo. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Sementara Kepala Desa Purworejo, Didik Subagio, pihaknya berterima kasih atas kedatangan Bupati Ipong Muchlissoni di desanya tersebut. “Ini menambah semangat bagi kami untuk terus bekerja membangun desa, masyarakat juga sangat antusias dalam menyambut beliau, ” Terang Didik Subagio.

Tadi, lanjut Didik Subagio, masyarakat kami meminta seragam reyog kepada Pak Bupati. “Karena didesa kami ada grup reyog namun belum memiliki seragam secara lengkap. Dan Insya Allah Pak Bupati akan memberikan bantuan seragam reyog kepada kami, untuk itu kami sangat berterima kasih sekali. Kita juga berharap pembangunan di Ponorogo dan Desa Purworejo khusunya dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. ” Pungkas Didik Subagio. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Kabupaten Ponorogo, Langen Triwiyono dilantik Bupati Ipong Muchlissoni sebagai Kepala Desa Jalen Kecamatan Balong di Pendopo Agung Ponorogo, Jum’at (14/06).
Saat diwawancarai, Langen Triwiyono mengaku akan berbuat yang terbaik untuk desanya tersebut. “Saya ingin masyarakat di Desa Jalen bisa hidup dengan damai, guyup dan rukun. Untuk itu diperlukan pelayanan yang maksimal dalam mewujudkan hal itu, termasuk merangkul semua pihak untuk bekerja sama membangun Desa Jalen,” ucap Langen.
Saat ini, kita akan fokus dan mengerjakan secara maksimal APBDes yang sudah ada, tahun depan baru kita menentukan APBDes sesuai dengan keinginan seluruh masyarakat Jalen, sambungnya.
Langen juga berpesan kepada seluruh anggota PSHW di Ponorogo untuk selalu menjaga kerukunan dan kekompakan. “Kerukunan dan kekompakan adalah kunci utama untuk membangun bersama.” Pungkas Langen. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Karang Taruna Bibis Manunggal Dukuh Bibis Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo sukses menggelar Kompetisi Futsal Karangpatihan Cup tahun 2018 yang diikuti oleh 32 Club se Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan tahunan yang sudah diselenggarakan kali kedua tersebut membuat antusiasme warga di Desa Karangpatihan dan sekitarnya tersebut untuk menonton pertandingan sangat tinggi. Setiap malam, lapangan futsal yang dibangun tahun 2015 tersebut selalu ramai dikunjungi warga dan pecinta futsal di Kabupaten Ponorogo.
Menurut Tumadi, Ketua Pelaksana Kompetisi Futsal Karangpatihan Cup 2018 tersebut, yang mengatakan bahwa pihaknya berharap supaya kegiatan ini bisa mendukung kemajuan olah raga futsal di Ponorogo. “Ini adalah salah satu upaya kami untuk memasyarakatkan olah raga futsal di Kabupaten Ponorogo, semoga Futsal dapat menjadi salah satu olah raga alternatif untuk mensehatkan masyarakat di Ponorogo, khususnya Desa Karangpatihan,” jelas Tumadi, Jum’at (21/09).

Foto Bersama Pemenang dengan Kades Eko Mulyadi dan Tokoh Masyarakat Ponorogo

Sementara menurut Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, dirinya bersyukur bahwa Karang Taruna Bibis Manunggal, Dukuh Bibis Desa Karangpatihan dapat menggelar kompetisi Futsal Karangpatihan Cup 2018 dengan sukses. “Alhamdulillah kompetisi Futsal Antar Club Se-Ponorogo memperebutkan Tropy Pemdes Karangpatihan,yang digelar oleh Karangtaruna Bibis Manunggal Desa Karangpatihan telah usai dan berlangsung dengan sukses dan lancar,” ujar Eko Mulyadi.
Selamat kepada para juara (Juara 1 Jazman Fc dari Siman, Juara 2 Android FC dari Sumoroto). Terimakasih kepada semua yang telah terlibat dan mendukung acara ini, sampai jumpa pada even selanjutnya di 2019, sambung Eko.
“Kompetisi ini akan terus kita agendakan setiap tahun, karena dengan kegiatan ini akan membuat Desa Karangpatihan Kecamatan Balong untuk lebih terkenal dengan agenda dan kegiatan yang positif bagi para pemudanya sekaligus dengan adanya berbagai event akan membantu meningkatkan sektor pendapatan masyarakat di desa, karena warung-warung, penjual makanan, toko-toko akan laris dibeli oleh pengunjung yang datang,” urai Eko Mulyadi.
Hadir dalam malam penutupan dan grand final Kompetisi Futsal Karangpatihan Cup 2018 tersebut tokoh masyarakat Ponorogo seperti Muh Anam Ardiansyah, yang merupakan Ketua Assosiasi Futsal Kabupaten Ponorogo, Agus Mustofa Latief, Darmi, dan beberapa tokoh masyarakat yang lain. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Lagi, gelaran kreatif anak muda di Ponorogo berlangsung meriah. Cakra Festival Layang-Layang Desa Karangpatihan 2018 yang digelar di Lapangan Sepakbola Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menarik ribuan penonton dan mendapat apresiasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Sabtu (08/09).

Menurut Ketua Panitia, Ilham, festival tersebut diikuti 28 Tim layang-layang di Kabupaten Ponorogo. “Acara ini diselenggarakan oleh Karangtaruna Cahaya Krajan (Cakra) Desa Karangpatihan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Karangpatihan, organisasi pariwisata di Ponorogo dan di dukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, “ terang Ilham.
Ilham juga mengatakan, festival ini memperebutkan Trophy Pemerintah Desa Karangpatihan diantaranya, uang pembinaan, sertifikat serta souvenir.
“Alhamdulillah animo peserta dari berbagai daerah se-Kabupaten Ponorogo cukup banyak, termasuk dari warga Desa Karangpatihan sendiri,” lanjut Ilham.


Sementara itu, Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi menyampaikan bahwa Festival tersebut diselenggarakan dalam rangka menyalurkan kreativitas anak-anak muda untuk hal-hal yang positif.
“Selain edukasi tentang layang layang, juga sebagai bagian dari kegiatan kreatif yang melibatkan pemuda di Desa Karangpatihan untuk mendukung pariwisata di Desa Karangpatihan,” terang Eko Mulyadi.
Sebelum kegiatan ini, kami juga menggelar kegiatan turnamen bola volley, dan nanti akan ada turnamen futsal, kita berharap dengan kegiatan yang dilakukan akan menumbuhkan perekonomian di Desa Karang Patihan khususnya dan Kabupaten Ponorogo pada umumnya, kita juga berinteraksi dengan penonton dengan memberikan reward bagi yang mengupload foto festival layang layang ini dan memiliki like terbanyak di Instagram #karangpatihan_adalahrindumu, sambung Eko Mulyadi.
“Untuk festival layang-layang ini, saya berharap bisa menggelar even yang lebih besar di tingkat Jawa Timur, sehingga akan lebih ramai dan meriah lagi.” Pungkas Eko Mulyadi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Lilik Slamet Rahardjo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Dengan adanya festival layang-layang ini membuktikan bahwa Pemerintah Desa Karangpatihan benar-benar serius menggarap sektor wisata, di Ponorogo ada wisata alam, wisata budaya, wisata religi, kuliner dan wisata buatan, ini termasuk wisata buatan, “ terang Lilik.
Dan kita mendukung kegiatan seperti ini untuk terus diselenggarakan, karena selain wadah kreatifitas akan menimbulkan efek positif bagi perekonomian setempat, seperti penjual makanan, penjual mainan, penjual baju dan lainnya akan diserbu penonton yang melihat festival ini, sambung Lilik.
“Kita juga mendorong kepada desa desa yang lain untuk membuat kegiatan serupa menyongsong tahun wisata tahun 2019 di Ponorogo.” Pungkas Lilik. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.