Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas dialami oleh Pak Marni, warga RT 02 RW 06 Dukuh Putuk Desa Selur setelah pada Selasa 14 September 2021 sekira pukul 20.00 WIB rumahnya mengalami kebakaran hebat.

Menurut Kapolsek Ngrayun, AKP Joko Santoso, kejadian Bermula saat pemadaman listrik yang terjadi sekira pukul 18.00 WIB. “Selang 2 jam listrik pun menyala dan terjadi konsleting listrik, yang kemudian menimbulkan percikan api dan membakar bangunan. Pada saat itu Pak Marni sedang tidak berada di rumah,”Ungkap Kapolsek.

Tidak adanya mobil pemadam kebakaran membuat warga gotong royong memadamkan api semampunya saja. “Akibatnya hampir 75% bangunan rumah beserta isinya hangus dilalap si jago merah dan kerugian ditafsir mencapai puluhan juta rupiah,”Jelas Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan bahwa si pemilik rumah, setelah hujan reda berpamitan kepada keluarganya untuk Mbecek atau Mbuwuh di rumah warga yang tidak jauh dari rumahnya. “Setelah itu pulang kerumah. Sesampainya di rumah sudah ada puluhan orang yang lalu lalang memadamkan api yang melalap rumah, namun terlanjur api sudah menyebar kemana mana hingga rumah yang berukuran 6×8 m itu ludes terbakar,”Terang AKP Joko.

Kapolsek juga menambahkan bahwa pemilik rumah menceritakan sebelum terjadi kebakaran Sekering dirumahnya sering mengeluarkan letupan api, namun tidak curiga akan terjadi seperti ini.” Dari pemeriksaan di TKP, diduga karena jaringan Listrik yang terkena air hujan dan masuk di sela sela genteng dan membasahi Sekring sehingga terjadi percikan api kemudian terjadi Konsleting arus pendek yang berakibat api menjalar ke kerangka rumah hingga terjadi kebakaran,”Ujar AKP Joko Santoso.

Akibat dari kejadian tersebut pemilik rumah mengalami kerugian. “Banyak surat berharga yang ikut ludes terbakar seperti sertifikat tanah, ijasah, bpkb dan isi rumah ikut hangus. Kerugian ditaksir hingga puluhan juta Rupiah.” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Rumah warga desa Singkil yang bernama Mbah Benu yang beralamatkan Dukuh Sekedung Desa Singkil Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo pagi dini hari, Sabtu (26/12/2020) pada pukul 02.30 wib di lalap si jago merah yang di duga dari konsleting arus pendek listrik yang berada di kamar depan.

Kebakaran cepat menghanguskan rumah karena ada tiupan angin yang kencang.

Saat terjadi kebakaran Mbah Benu sama keluarganya tidur diruangan belakang saat mendengar suara dari depan terbangun dan di lihatnya kamar depan sudah terbakar dan langsung teriak minta tolong kepada warga sekitar dan membantunya untuk memadamkan api dengan alat seadanya dan Kades Singkil yang mendapatkan laporan dari perangkat desanya langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Brigadir Imam Komari dan pemadam kebakaran.

Api benar benar padam pada pukul 04.30 wib dengan mendatangkan dua unit Damkar kabupaten Ponorogo.

Di tempat terpisah Kapolsek Balong AKP Hariyanto SH membenarkan bahwa di dukuh Sekedung RT 02 RW 01 desa Singkil telah terjadi kebakaran rumah milik Mbah Benu itu. “Sementara kebakaran ini di duga dari konsleting arus pendek listrik yang berada di kamar depan, kami ucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu memadamkan api yang melalap rumah bapak Benu dan kami menghimbau kepada semau warga apabila kamar atau ruangan yang tidak di tempati ataupun saat meninggalkan rumah pastikan aliran listrik di matikan atau tidak menyalakan kipas angin atau benda elektro lainya untuk berjaga jaga supaya tidak terjadi kejadian serupa,” pesan Kapolsek Balong. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Magetan – Portalnews Madiun Raya

Lupa mematikan kompor saat memasak air, rumah milik Sarmo (85) warga Kelurahan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur ludes dilalap sijago merah Selasa (27/08) sekitar pukul 09:30 WIB. Rusmini anak Sarmo mengatakan, bapaknya memang setiap hari memasak air untuk mandi. Diduga lupa karena sudah pikun Sarmo diduga lupa mematikan kompor. “ Bapak saya itu setiap pagi bikin air panas untuk mandi. Karena sudah pikun mungkin lupa mematikan kompor,” ujarnya Selasa (27/08/2019).

Usai mandi Sarmo pergi ke rumah Sarmini anak ketiganya dan mengunci rumah. Sarmo sendiri tinggal bersama anak pertamanya yang berprofesi sebagai pegawai rumah sakit. Kompor yang lupa dimatikan diduga menyambar tumpukan kayu bakar yang cukup banyak di dapur. Sarmini mengau mengetahui kebekaran rumah orang tuanya dari warga di sawah yang teriak teriak adanya kebakaran. “ Ketika gembok dicongkel yang terbakar tumpukan kayu dibagian dapur,” imbuhnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Magetan AKP Sukatni mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang menghanguskan seisi rumah Sarmo. Hingga Selasa siang pemadam kebakaran dibantu warga masih melakukan pendinginan di rumah Sarmo. “ Tidak ada korban jiwa, penyebab kebakarn diduga pemilik rumah lupa mematian kompor karena diduga sudah pikun,” katanya. (Koco/Gin)

Pewarta : Sukoco

Redaktur : Agin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.