Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Karang Taruna Pramana Raga Kabupaten Ponorogo menghadiri acara Musyawarah Karang Taruna dan Pelatihan Keorganisasian Karang Taruna Tunas Karya Desa Nglarangan Kecamatan Kauman, Ponorogo. Bertempat di Aula Balai Desa Nglarangan, Ketua Karang Taruna Kabupaten, Ari Bilowo hadir bersama pengurus Kartar Kabupaten.

Ari Bilowo selaku pemateri menjelaskan bahwa pada kondisi seperti saat ini Pemuda adalah tonggak dari perkembangan Desa.

“Suasana Covid masih belum juga selesai hingga saat ini, sehingga penggunaan media sosial semakin tinggi. Nah, para pemuda adalah yang paling paham bagaimana cara menggunakan teknologi daripada generasi old, sehingga peran pemuda sangat dibutuhkan,”

Dalam kesempatan tersebut, Ari juga memotivasi para pengurus maupun anggota karang taruna Tunas Karya untuk mengelola objek wisata yang ada, salah satunya adalah Gunung Gombak.

“ini menjadi peluang sekaligus tantangan, itu (gunung Gombak) kalo dikelola dengan baik dapat mendongkrak perekonomian desa, dan tentunya Karang Taruna lah yang harus ambil peran. Pemuda-pemuda harus kreatif dan inovatif. Saya yakin Karang Taruna Tunas Karya mampu menjadi penggerak perubahan di Desa Nglerangan ini.”

Sebelum acara berakhir, Sekretaris Karang Taruna Tunas Karya, Galih sempat menanyakan terkait wacana penganggaran Dana Pemuda oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang kemudian dijawab oleh Ari bahwa hal tersebut akan dikomunikasikan dengan Bupati.

“Memang belum ada komunikasi terkait dana tersebut. Tapi nanti pasti akan segera kami komunikasikan dengan Bupati. Ini saya anggap juga sebagai aspirasi yang artinya wajib saya tindak lanjuti, tentunya tetap dengan menggandeng Karang Taruna yang ada di desa-desa.” pungkas Ari Bilowo.

Hadir juga dalam acara ini, kepala desa Nglarangan Parwan. Dan diikuti kurang lebih 40 peserta, terdiri dari pengurus dan anggota karang taruna Tunas Karya.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Misiyem, seorang nenek yang merupakan warga Desa Semanding Kecamatan Kauman, Ponorogo hanya pasrah setelah Kadeni yang notabene adalah tetangganya sendiri menutup jalan setapak yang biasa dilewatinya selama bertahun-tahun.

Menurut Misiyem, sejak 5 bulan terakhir ini, keluarganya yang mengantarkan makanan terpaksa memutar melewati pematang sawah yang ada dibelakang rumahnya. “Ini sudah kering pematangnya, kalau tidak ya melewati sawah karena memang licin,”Terang Misiyem kepada pewarta, Jum’at (15/01/2021).

Nenek Misiyem yang berjalan dengan bantuan tongkat hanya pasrah setelah jalan setapak yang biasa dilewatinya ditutup oleh tetangganya sendiri.

Memang ada akses melewati halaman Kadeni, namun keluarga Misiyem merasa dirinya dan keluarganya dilarang melewati halaman rumah sang tetangganya itu.

Misiyem berharap, jalan yang sudah dilewati bertahun-tahun itu bisa dilewati kembali. “Kasihan adik saya, kalau kesini bawa galon air dan harus berjalan jauh melewati pematang sawah. Tolong dibuka lagi jalan ini,”Pintanya.

Sementara Kepala Desa Semanding, Suparman, pihaknya sudah berusaha memediasa kedua keluarga tersebut. “Lahan yang ditutup itu memang milik Pak Kadeni, semua ada sertifikatnya. Dan keluarga Misiyem sudah diberi akses melalui halaman rumah Pak Kadeni. Jadi kami tidak bisa berbuat banyak, karena masih ada akses yang bisa dilewati. Kecuali memang sama sekali tidak ada akses maka kami akan melakukan mediasi kembali.”ujarnya. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Karena tidak konsentrasi, seorang pengemudi sepeda motor Yamaha FIZ R Nomor polisi AE-5663-SH atas nama Y W, laki-laki, umur 43 tahun, pekerjaan swasta, alamat Jalan Flores RT 02 RW 03 Desa Semanding Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo meninggal dunia setelah menabrak truk.

Kejadian itu terjadi di jalan umum jurusan Ponorogo-Wonogiri km 7-8 tepatnya depan Rumah Pak Gendut termasuk Desa Carat Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo.

Menurut Paur Humas Polres Ponorogo, Ipda Satriyo, pada hari Jum’at tanggal 01 Februari 2019 sekitar jam 01.30 WIB. “Saat itu situasi arus lalu lintas sepi, jalan datar beraspal baik, garis marka jalan ada, lampu penerangan jalan ada, pandangan bebas terbuka, cuaca cerah waktu malam hari terjadi kecelakaan tabrak samping yang mengakibatkan pengendara motor meninggal dunia,” terang Satriyo.

Kendaraan yang terlibat adalah Sepeda motor Yamaha FIZ R No. Pol.: AE-5663-SH dengan kendaraan Truck Mitsubishi No. Pol AG-9594-UH. Pengemudi kendaraan Truck Mitsubishi No. Pol.: AG-9594-UH nama I  W, laki-laki, umur 36 tahun, pekerjaan swasta, alamat Dukuh Cangkringan RT 01 RW 02 Desa Trenceng Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, sambung Satriyo.

“Kronologisnya adalah Sepeda motor Yamaha FIZ R No. Pol.: AE-5663-SH dikemudikan Y.  W datang dari arah timur ke barat kecepatan sekitar 40 km/jam berjalan kekanan terjadi tabrak samping dengan kendaraan Truck Mitsubishi No. Pol.: AG-9594-UH dikemudikan I  W datang dari arah barat ke timur kecepatan sekitar 40 km/jam,” lanjut Satriyo.
 
Faktor penyebab kecelakaan itu adalah faktor manusia, karena pengemudi sepeda motor Yamaha FIZ R No. Pol.: AE-5663-SH sewaktu mengemudikan sepeda motor tidak penuh konsentrasi, jelasnya.

“Akibatnya atas nama Y  W meninggal dunia di TKP dengan luka dahi robek, tangan kanan patah, kaki kanan patah, selain itu kerugian materi Rp  3.000.000.00.” Pungkas Ipda Satriyo. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya AR

Redaktur : Agin

Ponorogo,- Portalnews Madiunraya.com

Kebersihan, kerapihan dan keindahan lingkungan merupakan salah satu upaya mewujudkan lingkungan yang kita tinggali ini menjadi nyaman sekaligus mencegah berbagai bibit-bibit penyakit tetap bertahan dilingkungan kita. Demikian disampaikan oleh Kapten Inf A. Yudho Bintoro Danramil 0802/05 Kauman sebelum dimulainya pelaksanaan karya bakti dengan sasaran pembersihan lingkungan dusun Krajan desa Plosojenar kecamatan Kauman yang dikemas dalam kegiatan Jumat bersih.(19/10/18)

Lebih lanjut Kapten Inf A. Yudho Bintoro menuturkan bahwa satuan Koramil 0802/05 Kauman sebagai bagian dari warga masyarakat kecamatan Kauman akan selalu mendukung dan sedapat mungkin memberikan bantuan kepada masyarakat kecamatan Kauman guna mewujudkan kemajuan masyarakat sekaligus mengatasi kesulitan yang dihadapi, “untuk itu pagi ini kita akan bergerak bersama untuk satu tujuan yaitu menciptakan lingkungan desa Plosojenar yang lebih bersih, lebih rapih dan lebih indah melalui karya bakti dengan memanfaatkan momentum Jumat bersih ini.” terang Danramil.

Kegiatan Jumat bersih yang telah menjadi kegiatan rutin masyarakat desa Plosojenar biasanya dilaksanakan dalam skala lingkungan tempat tinggal masing-masing penduduk, namun kali ini Jumat bersih dilaksanakan oleh masyarakat bersama belasan anggota Koramil 0802/05 Kauman yang dipimpin langsung oleh Danramil 0802/05 Kauman dilaksanakan secara menyeluruh di desa Plosojenar termasuk pada lingkungan persawahan, jalan-jalan umum serta parit-parit di luar lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Menurut Danramil 0802/05 Kauman, “hal ini dilakukan guna menyentuh sasaran pembersihan yang luput dari perhatian masyarakat selama ini, jadi dengan kebersihan secara menyeluruh ini diharapkan selain kebersihan dan keindahan desa Plosojenar, juga dapat mencegah timbulnya bibit-bibit penyakit yang diakibatkan lingkungan kotor secara menyeluruh,” ungkapnya.(dim0802/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Rangkaian Perayaan Grebeg Suro di Ponorogo ditandai kegiatan Tutup Grebeg Suro di Monumen Bantarangin, yang berlokasi di Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Beberapa kegiatan budaya digelar Tutup Grebeg Suro, diantaranya kirab pusaka dan pawai budaya yang berlangsung meriah dan disambut antusiasme warga Kecamatan Kauman dan sekitarnya dengan memadati jalanan yang dilalui rute pawai budaya tersebut.

Pawai budaya diawali dengan prosesi keberangkatan Prabu Kelono Sewandono menuju Kerajaan Kediri untuk melamar Putri Kerajaan Kediri, yaitu Putri Songgolangit.

Kelono Sewandono yang merupakan Raja Kerajaan Wengker, membawa lengkap dengan pasukan pemanah, prajurit tombak serta pasukan berkuda dibawah kepemimpinan Patih BujangGanong.

Dari ceremoni pelamaran itulah maka lahir sejarah Reyog Ponorogo yang melengenda hingga saat ini dan menjadikan Ponorogo menjadi terkenal dengan Seni Reyog Ponorogo.

Kirab pusaka dalam kegiatan tersebut, ada tiga pusaka yang diarak yaitu Ageman Probo Swoso, Topeng Kencono, dan Cemeti Samandiman.

Menurut Camat Kauman, Joko, Kirab Budaya di Bantarangin mengingatkan kepada generasi sejarang bahwa Pemerintahan Kabupaten Ponorogo pernah dua kali berpindah. “Yang pertama, perpindahan dilakukan dari Kutho Wetan ke Kutho Tengah, yang sekarang menjadi alun-alun. Yang kedua adalah dari Kutho Tengah ke Kutho Kulon,” terang Joko.

Joko berharap dengan mengetahui kisah yang menjadi sejarah masa lalu membuat masyarakat Ponorogo semakin mencintai daerahnya yang kaya dengan budaya. “Selain itu bisa menjadi wisata budaya yang akan meningkatkan perekonomian di bumi Reyog Ponorogo.” Pungkas Joko.

Puluhan dokar hias yang dinaiki Forkopimcam Kauman, Sampung dan Badegan, Kepala Desa dan perangkatnya mengikuti rombongan Prabu Kelono Sewandono beserta Putri Songgolangit berkeliling dan menyapa masyarakat. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.