,

PONOROGO, MADIUNRAYA.com

Tim Inafis Polres Ponorogo bersama Personil Polsek Somoroto serta Tim medis dari Puskesmas Kauman melakukan Olah TKP kejadian orang meninggal karena gantung diri di wilayah Kecamatan Kauman Somoroto Kabupaten Ponorogo, Minggu (22/05/2022)

Dari hasil olah TKP, dikatakan Aipda Galih anggota Inafis Polres Ponorogo bahwa diketahui identitas korban bernama Subkan Budianto (47 THN) alamat KTP Dukuh Gupak warak Rt 05 Rw.05 Ds. Krebet Kec. Jambon Kab. Ponorogo.

“Untuk lokasi kejadian gantung diri di rumah korban Subkan Budianto turut Dukuh Pemdem Rt 02 Rw.01 Ds. Carat Kec. Kauman Kab. Ponorogo,” kata Aipda Galih

Dari hasil pengumpulan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti di TKP bahwa yang menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri adalah riwayat sakit lambung, dan depresi yang tak kunjung sembuh,

“Hal itu juga dibuktikan dengan riwayat berobat dari rumah sakit sehingga dapat disimpulkan bahwa korban meninggal dunia murni akibat gantung diri karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda atau unsur penganiayaan,” jelasnya

Dengan adanya kejadian tersebut pihak keluarga menerima atas kematian korban sebagai musibah.

Sementara itu Kapolsek Somoroto Kompol Beni Hartono membenarkan atas kejadian adanya orang meninggal karena gantung diri di wilayahnya.

“Kejadian itu diketahui pada hari Minggu tanggal 22 Mei 2022 sekira pukul 09.30 WIB, saat saksi Nurohmah datang kerumah korban untuk menukar sepeda motor, setelah tiba dirumah korban, saksi mencari korban di dalam rumah dan sudah di jumpai korban dalam keadaan tali mengikat di leher dan menggantung di gawang pintu,” papar Kompol Beni

Lanjut Beni, mengetahui hal tersebut saksi Nurohmah berteriak minta tolong yang kemudian dibantu oleh saksi Muhammad Robert Abrori yang merupakan tetangga korban dan mencoba untuk menolong dengan memutus tali tersebut namun korban diketahui sudah meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut kedua saksi melaporkan kepada perangkat desa setempat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumoroto.

“Adapun barang bukti kami amankan yaitu tali dadung plastik warna warna biru panjang 1,5 meter, Kaos lengan pendek warna biru dan Celana pendek warna abu – abu,” Tutup Kompol Beni. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Ponorogo – Madiunraya.com

Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko atau yang akrab dipanggil dengan Kang Giri, dikenal sebagai sosok yang merakyat.

Seperti yang terlihat saat orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu melintasi jalan di Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo, Senin siang (08/11/2021).

Usai mengikuti acara di Desa Sidoharjo bersama Gubernur Jawa Timur, Kang Giri berhenti di rumah warga yang sedang menggelar hajatan pernikahan.

Sontak kedatatangan Kang Giri membuat warga setempat heboh.

Menurut seorang warga, Siti, warga yang melakukan hajatan tersebut adalah Pak Senen dan Bu Suprihatin. “Beliau menikahkan putrinya mas, tadi terkejut karena Pak Bupati dan Ibu Gubernur tiba-tiba berhenti dan langsung duduk di kursi undangan,” ucap Siti sambil tersenyum senang.

Siti mengakui kalau Bupati Ponorogo saat ini sangatlah merakyat. “Sumeh mas, beliau itu. Kadang kalau naik mobil selalu menyapa duluan dan ini tadi tiba-tiba Mbecek ke rumah Pak Senen,” tambahnya.

Siti berharap, dibawah kepemimpinan Kang Giri bisa menjadikan Ponorogo lebih hebat dan maju. “Semoga Ponorogo bisa maju ya mas.” Harapnya. (yah/gin)

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Walaupun tercebur kedalam sumur dirumahnya sendiri sedalam lebih 12 meter, Eka Novia Susanti, (28), warga Dukuh Gelangan RT 02 RW 03 Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo kondisinya sehat wal afiat

Sebelumnya, kejadian Ahad Sore (24/10/2021) itu mengagetkan banyak orang sehingga warga sekitar yang dibantu aparat gabungan berbondong mengevakuasi korban.

Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto menjelaskan bahwa setelah berjuang selama 2 jam, pada pukul 17.40 Wib, korban dapat dievakuasi oleh tim SPKT Polres Ponorogo dan BPBD Kabupaten Ponorogo dalam keadaan selamat masih hidup. “Setelah dapat dievakuasi kemudian pada pukul. 18.10 Wib, korban dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Korban mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan,”jelas Iptu Budianto.

Lihat Juga :

Ajaib, terjatuh sumur sedalam 12 meter, warga Krebet Jambon tetap hidup

Kapolsek Jambon juga menyebutkan bahwa korban merupakan pasien ODGJ yang sudah sekira 10 tahun ditangani dan dalam perawatan tenaga kesehatan Puskesmas Jambon. “Kejadian tersebut murni karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan dan atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai musibah serta tidak menuntut kepada siapapun.” Pungkas Iptu Nanang Budianto.

Korban dikabarkan mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan. “Setelah dirawat, korban terlihat sehat. Semoga kondisi psikisnya segera pulih kembali,” ucap Sunarsih Arifin, netizen yang berhasil memotret kondisi terakhir korban saat mendapatkan perawatan di RSUD Dr Hardjono. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Eka Novia Susanti, (28), warga Dukuh Gelangan RT 02 RW 03 Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo mengalami nasib yang naas setelah tercebur sumur, Ahad Sore (24/10/2021) .

Menurut Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto, pihaknya pada hari Minggu, 24 Oktober 2021 sekira pukul. 14.30 Wib, menerima laporan telah terjadi orang tercebur sumur gali sedalam kurang lebih 12 meter.

“TKP nya di Rumah Sukadi, (59) seorang petani yang merupakan ayah korban. Korban atas nama Eka Novia Susanti, (28), dan mengalami gangguan jiwa alias ODGJ,”Ungkap Iptu Nanang.

Kronologinya, sekira pukul. 14.00 Wib, saat sang Ibu yang bernama Sumini memasak di dapur memperhatikan korban bermain disekitar TKP dan melihat tutup sumur sudah terbuka. “Ibu korban lalu curiga korban tidak ada di sekitar lokasi bermain kemudian mengecek ke dalam sumur dan benar korban sudah tercebur ke dalam sumur. Kemudian Ibu korban minta tolong kepada tetangga dan melaporkan kepada Perangkat Desa yang diteruskan ke Polsek Jambon pada pukul. 15.30 Wib,”terang Kapolsek Jambon.

Lihat Juga :

Begini kondisi Eka Novia Susanti setelah tercebur sumur sedalam 12 meter

Pada pukul. 17.40 Wib, korban dapat dievakuasi oleh tim SPKT Polres Ponorogo dan BPBD Kabupaten Ponorogo dalam keadaan selamat masih hidup. “Setelah dapat dievakuasi kemudian pada pukul. 18.10 Wib, korban dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Korban mengalami luka lecet punggung kanan dan lebam mata sebelah kanan,”jelas Iptu Budianto.

Kapolsek Jambon juga menyebutkan bahwa korban merupakan pasien ODGJ yang sudah sekira 10 tahun ditangani dan dalam perawatan tenaga kesehatan Puskesmas Jambon. “Kejadian tersebut murni karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan dan atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai musibah serta tidak menuntut kepada siapapun.” Pungkas Iptu Nanang Budianto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Akibat tersengat aliran Listrik, Muhammad Abizar Alghifari seorang anak  laki-laki, berumur 3  tahun yang beralamatkan di Dukuh Krajan,  RT 02, RW 03, Desa Blembem,  Kecamatan Jambon,  Kabupaten Ponorogo meninggal dunia pada Senin (20/09/2021) kemarin.

Menurut Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto, S.H.pihaknya menerima laporan  pada hari Senin tanggal 20 September 2021, sekira Pukul 16.30 WIB, telah terjadi anak meninggal dunia karena tersengat arus listrik di kamar milik saudara Yunus Desianto warga  di Dusun Krajan, RT 02 RW 03, Desa Blembem, Kecamatan Jambon,  Kabupaten Ponorogo.

“Kronologinya adalah, pada hari Senin tgl 20 September 2021 pukul 16.30 wib, korban bersama dengan saksi FARID dan AQILA sedang  berada dikamar sdr YUNUS menunggu  saksi   AQILA yang sedang ganti pakaian setelah mandi, pada saat menunggu  tersebut saat ganti pakaian, tiba tiba korban memegang dan menarik bola lampu yang sedang menyala dan tergantung di tembok kamar tersebut, saat kejadian saksi FARID sudah memperingatkan kepada korban untuk tidak memegang bola lampu tersebut, namun korban tetap memegang bola lampu tersebut  dan tiba tiba korban jatuh tengkurap kepala di Utara dilantai kamar tersebut,”Terang Kapolsek.

Iptu Nanang Budianto menjelaskan bahwa sesaat setelah kejadian, saksi AQILA memanggil Ayahnya (YUNUS)  yang saat itu berada dibelakang rumah memberi  makan Ayam,  “Saksi YUNUS  segera mendatangi korban yang terjatuh dilantai kamar tersebut kondisi lemas dan dibopong kemudian segera membawa korban keluar dari kamar dan memanggil saksi KARNEN untuk meminta pertolongan dan selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Jambon untuk diberikan pertolongan, namun saat tiba di Puskesmas korban  dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan upaya  pemberian pertolongan di Puskesmas Jambon,”Lanjut Kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi saksi di TKP dan hasil penyelidikan di TKP serta pemeriksaan medis, korban meninggal dunia karena tersengat arus listrik.

“Atas kejadian tersebut,  keluarga korban sudah menerima sebagai musibah dan berusaha untuk ikhlas, tabah selanjutnya keluarga korban  membuat surat pernyataan dan permohonan  tidak  dilakukan otopsi terhadap jasad korban dan sanggup tidak akan menuntut secara Hukum kepada siapa pun atas kejadian tersebut.”Pungkas Kapolsek Jambon. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Jambon – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas menimpa Rizki Faija Admal (9) warga Jambon, Ponorogo. Bocah kelas 3 SD itu ditemukan tewas tenggelam dan terseret arus di DAM Sungkur, Desa Blembem, Ahad (28/03/2021) kemarin.

Sebelumnya bocah kelas 3 SD itu diketahui pergi memancing di DAM setempat bersama 5 orang temannya.

“SPKT Polsek Jambon menerima laporan bahwa ada kejadian anak tenggelam di DAM sungkur,dan petugas pun meluncur ke TKP. Kejadianya pukul 15.30 WIB ” tutur Kapolsek Jambon Iptu Nanang Budiarto,SH, Minggu(28/3/2021)

Kapolsek menjelaskan bahwa Rizki bersama lima rekanya pergi memancing ikan di dam sungkur. Dam ini lokasinya dekat dengan rumah mereka. Saat memancing , Rizki mendapat ikan. Saat akan mengambil ikan dipancingnya,Rizki terjungkal dan masuk dalam DAM.
” Korban berniat mengambil ikan hasil pancinganya yg masih ada dikail. Tetapi tidak sampai dan membuat korban terjungkal ke DAM.”Jelas Kapolsek.

Rizki yang tidak bisa berenang, lanjut Kapolsek akhirnya terseret arus sungai.Hingga akhirnya tidak bisa terselamatkan.

Salah satu rekan korban sempat hendak menolong. Namun juga tidak berhasil. Hingga akhirnya, rekanya bisa diselamatkan warga setempat. Namun nahas nyawa Rizki tidak tertolong, pasalnya korban terseret arus sejauh 500 meter,serta ditemukan dalam keadaan tewas.

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.Kami melakukan identifikasi tidak ada tanda tanda penganiayaan.”pungkas Kapolsek.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Tersengat arus listrik saat memotong, Boiran (50) warga Dukuh Gelangan RT 02 RW 03 Desa Krebet Kecamatan Jambon meninggal dunia di lokasi.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 5 Januari 2021 sekira pukul. 08.00 Wib tersebut mengagetkan banyak orang.

“Telah terjadi orang meninggal dunia akibat tersengat arus listrik di Dukuh Gelangan Desa Krebet Kecamatan Jambon, ” Ujar Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto.

Lebih jauh Iptu Nanang menjelaskan bahwa lokasi kejadian tersebut berada di tanah pekarangan milik SUYOSO, 75 tahun, Tani, Dkh. Gelangan RT/RW. 04/03 Desa Krebet Kecamatan Jambon.

“Korban sebagai pekerja pemotong ranting pohon jati yang bekerja memotong ranting pohon jati milik SUYOSO, 75 th, Tani, Dkh. Gelangan RT/RW. 04/03 Desa Krebet, ” Ujar Kapolsek.

Sekira pukul. 07.30 Wib, korban mulai bekerja memotong ranting pohon jati di pekarangan milik SUYOSO, 75 th, Tani, Dkh. Gelangan RT/RW. 04/03 Ds. Krebet. “Jadi pada waktu memotong ranting pohon jati yang ke 2, korban memengang salah satu ranting yang jatuh ke kabel listrik PLN sehingga tersengat aliran listrik jaringan besar yang mengakibatkan korban terjatuh dan Meninggal Dunia ditempat, ” Lanjut Iptu Nanang.

Dari TKP, Kepolisian mengambil beberapa barang bukti. “Diantaranya, sweter warna biru, kaos warna putih, tening warna hitam dan parang atau golok, kemudian mayat korban mengalami luka bakar diantaranya di punggung kaki kiri, telapak tangan kanan, pantat kiri dan gigi depan atas tanggal. Polisi menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik dan tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, ” Urai Kapolsek Jambon.

Setelah memeriksa korban bersama tim medis Puskesmas Jambon dan tim Inafis Polres Ponorogo melaporkan ke Pimpinan. “Atas kejadian tersebut pihak keluarga sudah menerima dan ikhlas sebagai musibah serta tidak menuntut kepada siapapun dan membuat surat pernyataan. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi agama / adat dan pemakaman di TPU Dukuh. Gelangan RT/RW 02/03 Desa Krebet. ” Pungkas Iptu Nanang Budianto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebuah balon udara tanpa awak yang diduga diterbangkan oleh orang tidak bertanggung jawab jatuh dan menimpa rumah milik warga Jambon Ponorogo.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo menyampaikan bahwa pada Minggu tanggal 31 Mei 2020 pukul. 06.00 Wib, Personel Polsek Jambon menerima laporan dari Masyarakat ada Balon Udara tanpa awak yang jatuh di Dusun Bureng Desa Jambon Kecamatan Jambon. “Aparat Polisi segera ke TKP dan melakukan penyelidikan, diduga balon udara tersebut diterbangkan saat Lebaran tahun ini, padahal semua pihak sudah melakukan pelarangan karena melanggar berbagai aturan, salah satunya adalah Undang-undang Penerbangan,” Ucap Iptu Edy Sucipta.

Adapun balon udara yang jatuh itu berukuran tinggi 30 M Diameter 15 M, sedang Petasan sudah tidak ada.”Balon tersebut menimpa rumah Bapak Lasmin, warga Dusun Bureng Desa Jambon, Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo,” jelas Kasubbag Humas Polres Ponorogo.

Akibat jatuhnya balon tersebut mengakibatkan kerugian sebagai berikut, yang pertama Antena TV Roboh dan Jatuh, “Yang kedua Antena Wifi Melengkung dan bengkok, yang ketiga  Genteng Pecah dan diperkirakan kerugian materiil -+ 1 Juta, Saat ini balon udara diamankan di Polsek Jambon. Kami tidak pernah berhenti untuk menghimbau bahwa menerbangkan balon udara saat lebaran melanggar undang-undang serta mengakibatkan kerugian.” Pungkas Iptu Edy Sucipta. (Yah/Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.