Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko yang didampingi oleh Wabup Lisdyarita menjawab pertanyaan awak media tentang keluhan masyarakat soal jalan yang rusak.

“Kami terus bekerja serius. Bersama dengan DPRD Ponorogo kami menyusun postur APBD yang bagus untuk rakyat. Soal jalan, Insya Alloh pertengahan April 2022 sudah banyak jalan di Ponorogo yang bagus,”Ucap Bupati Sugiri Sancoko usai mengikuti Sidang Paripurna di DPRD Ponorogo, Kamis (25/11/2021).

Lebih lanjut, Bupati Sugiri Sancoko memastikan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar 155 Milyar akan dikhususkan membangun jalan yang rusak di Kabupaten Ponorogo. “Ini saya akan segera ke Jakarta untuk segera mengurusnya. Pinjaman PEN akan cair di akhir tahun ini dan dilaksanakan pada tahun 2022,”lanjut Bupati Sugiri Sancoko.

Dengan kucuran dana PEN itu, Bupati Sugiri Sancoko berharap akan menjawab kegelisahan masyarakat. “Semoga menjawab kegelisahan masyarakat, walaupun tidak 100 persen saya memastikan akan mengurangi jalan yang rusak di Ponorogo,”terang orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu.

Untuk itu, Bupati Sugiri meminta masyarakat agar ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan agar sesuai dengan harapan. “Ini beberapa sudah mulai dikerjakan. Masyarakat harus bersama mengawasi agar sesuai dengan harapan kita semua.”Pungkas Bupati Sugiri Sancoko. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Madiunraya.com

Banyaknya jalan yang rusak di Kabupaten Ponorogo membuat Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko atau yang akrab dipanggil Kang Giri untuk melakukan berbagai upaya.

Salah satunya adalah dengan meminta bantuan Gubernur Jawa Timur untuk memberikan bantuan guna perbaikan jalan.

“Tadi saya ajak Bu Gubernur untuk berkeliling di Kabupaten Ponorogo dengan mengendarai sepeda motor. Masih banyak jalanan yang berlubang alias jalannya rusak,”Ucap Kang Giri, Senin (08/11/2021).

Untuk itu Kang Giri meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan kucuran anggaran untuk perbaikan jalan. “Walaupun saya Sholat dan Puasa, namun saya tetap merasa berdosa jika ada jalan yang rusak di Kabupaten Ponorogo,”tambah Kang Giri.

Mendengar permintaan dari Bupati Ponorogo tersebut, Gubernur Jawa Timur terlihat tersenyum dan mengangguk-angguk.

Seperti diketahui, jalan yang rusak di Kabupaten Ponorogo masih terbilang banyak.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Ponorogo mengajukan pinjaman kepada PT SMI senilai Rp 155 Milyar.

Ditemui terpisah, Wakil Bupati Ponorogo, Hj Lisdyarita mengungkapkan bahwa pinjaman kepada PT SMI masih dalam tahap proses pencairan. “Kita ingin jalan-jalan yang rusak di Kabupaten Ponorogo segera diperbaiki. Ini masih proses pencairan dari PT SMI.” Jelas Bunda Rita, panggilan akrabnya. (yah/gin)

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo menyebutkan bahwa total jalan yang rusak di Ponorogo sepanjang 900 km lebih.

“Dari 900 Km lebih itu yang rusak berat 300 km lebih sehingga diperlukan anggaran yang besar untuk perbaikan,” ucap Jamus, Kamis (23/09/2021) kemarin.

Lebih lanjut Jamus Kunto menyampaikan ada 3 kecamatan di Ponorogo yang mendominasi kerusakan jalan kabupaten. “Tiga kecamatan itu di Jenangan, Sambit dan Sampung. Hal itu dikarenakan jalanan disana sering dilalui oleh kendaraan yang melebihi tonase atau kapasitas yang diperbolehkan,” tambah Jamus Kunto.

Jamus juga mencontohkan bahwa di 3 kecamatan itu banyak aktivitas pertambangan. “Banyak truck yang mengangkut material tambang yang melebihi Tonase dan ini sudah berlangsung cukup lama, ini yang mengakibatkan banyak jalan yang rusak di 3 kecamatan itu,” jelas Jamus.

Jamus juga menyatakan bahwa selama ini pihaknya terus aktif melakukan perbaikan jalan yang rusak. “Dengan anggaran yang ada, total senilai 75 Miliar selama tahun 2021 ini, kami terus melakukan perbaikan,” tandasnya.

Namun karena anggaran dan total jalan yang rusak tidak sebanding, Jamus meminta masyarakat untuk menyadari hal tersebut. “Apalagi anggaran Dinas PU di potong untuk penanganan Covid 19, kalau kondisi normal, anggaran bisa mencapai 200 M lebih setahun dan ini tinggal 75 M,” ujarnya.

Untuk itu Jamus berharap, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, terutama instansi terkait untuk melakukan penertiban kendaraan yang mengangkut material melebihi Tonase. “Sambil menunggu anggaran yang cukup untuk melakukan perbaikan, kita rawat jalan yang ada agar tidak rusak karena dilewati kendaraan yang memuat material melebihi Tonasenya.” Pungkas Jamus Kunto Purnomo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Banyaknya keluhan tentang kondisi Jalan di Kabupaten Ponorogo diamini oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/09/2021).

Menurut Jamus, panggilan akrabnya, di Kabupaten Ponorogo ada 2 jenis jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. “Yang pertama adalah Jalan Kabupaten sepanjang 916,10 KM dan yang kedua Jalan Poros Desa sepanjang 1.300-an KM,” Ucapnya.

Lebih lanjut, Jamus menyampaikan bahwa dari sekian jalan yang ada, 45% nya dikatakan rusak. “Jadi baik jalan kabupaten dan jalan poros desa yang rusak adalah sepanjang 997,2 KM. Yang rusak berat 15 % atau sepanjang 332,4 KM dan sisanya 664,8 KM rusak sedang dan ringan,”Jelas Jamus Kunto.

Untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut menurut Jamus, perlu biaya yang besar. “Untuk yang jalan rusak berat maka perlu di cor atau di rigid, itu biayanya Rp 2,5 Miliar tiap kilometer, itu untuk jalan selebar 4,5 hingga 5 meter. Sementara untuk jalan yang rusak sedang maupun ringan diperlukan anggaran 1,2 Miliar untuk setiap kilometernya dengan aspal Hotmix,” tambah Jamus Kunto Purnomo.

Sehingga untuk saat ini, Jamus menyatakan perlu anggaran 831 Miliar untuk memperbaiki jalan yang rusak berat. “Untuk memperbaiki jalan yang rusak ringan dan sedang diperlukan anggaran 797,8 Miliar. Jadi, total anggaran untuk perbaikan seluruh jalan yang rusak di Ponorogo perlu anggaran 1,6 Triliun,” Ungkap Jamus Kunto.

Dengan kondisi Pandemi Covid 19 seperti saat ini, Jamus mengatakan hal itu tidak mungkin bisa dikerjakan. “Untuk tahun 2021 ini, karena ada refocusing akibat Pandemi, anggaran untuk pembangunan maupun perawatan jalan di Ponorogo hanya 75 Miliar, jadi sangat jauh sekali.”Pungkas Jamus Kunto Purnomo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.