Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni dipastikan akan maju menjadi Calon Legislatif DPR RI dari Partai Nasdem di Daerah Pemilihan I Jawa Timur yang meliputi wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Hal itu terungkap dalam Ngopi Bareng (Ngobar) dengan Cak Sodiq New Monata di Chanel Youtube Angin Malam TV.

Dalam Ngopi Bareng itu, Cak Ipong, panggilan akrab dalam video itu memastikan bahwa dirinya akan mencalonkan DPR RI di Dapil I Jatim.

“Partai Nasdem menugaskan saya untuk mencalonkan diri sebagai Caleg di Dapil I Jawa Timur yaitu Surabaya dan Sidoarjo. Untuk itu saya mohon do’a dan dukungan kepada masyarakat di Surabaya dan Sidoarjo di Pemilu tahun 2024,” ucap Cak Ipong, Kamis (29/06/2022).

Lebih lanjut Cak Ipong juga menceritakan bahwa dirinya berlatar belakang sebagai pebisnis dan politisi.

“Sejak tahun 1998 ketika NU mendirikan PKB saya menjadi Politisi dengan menjadi anggota DPRD dari PKB sampai dengan tahun 2009. Kemudian sejak tahun 2015 hingga tahun 2021 saya menjabat Bupati Ponorogo. Dan saat ini berfokus untuk Pemilu tahun 2024,” tambah Cak Ipong.

Cak Sodiq New Monata dengan kritis bertanya kepada Cak Ipong, kenapa mencalonkan di Surabaya dan Sidoarjo.

“Yang pertama adalah Penugasan dari Partai Nasdem untuk nyaleg di Surabaya dan Sidoarjo. Yang kedua, Saudara dan teman saya di Surabaya itu banyak sehingga akan mendapatkan dukungan. Yang ketiga, kebetulan Partai Nasdem di Pemilu tahun 2014 dan 2019 tidak mendapat kursi sehingga diharapkan akan mendapatkan kursi di Pileg tahun 2024 mendatang,” Jawab Cak Ipong.

Saat ditanya visi dan misi, Cak Ipong menjawab bahwa sebagai Anggota DPR RI adalah memperjuangkan aspirasi dari rakyat yang diwakilinya.

“Tentunya akan memperjuangkan kepentingan rakyat disini (Surabaya – Sidoarjo). Karena politisi itu sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.” Tutup Cak Ipong. (red)

,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Kang Bupati Sugiri Sancoko bertemu Ipong Muchlissoni, Bupati Ponorogo periode 2015-2020.

Menurut Ahmad Masruri, keduanya bertemu saat menghadiri hajatan pernikahan putra Muh Yani, salah satu tokoh LSM di Ponorogo pada Sabtu (28/05/2022).

“Keduanya bertemu saat di hajatan pernikahan Pak Yani Mas, tadi (Sabtu, 28 Mei 2022),” Ucap Ruri, panggilan akrabnya saat dihubungi Madiunraya.com

Bahkan Ahmad Masruri memberikan potongan video pertemuan kedua tokoh politik di Ponorogo itu.

Dalam video yang diberikan, Kang Bupati Sugiri Sancoko terlihat menghampiri Ipong Muchlissoni yang tengah menikmati hidangan hajatan.

Mereka terlihat akrab dan saling bersalaman.

“Monggo, silahkan,” ucap Kang Bupati Sugiri Sancoko mempersilahkan rombongan Ipong Muchlissoni yang tengah menikmati hidangan.

Sebaliknya, Ipong Muchlissoni yang juga ketua DPD Nasdem Ponorogo juga mempersilahkan Kang Bupati Sugiri Sancoko untuk menikmati hidangan yang juga telah dipersiapkan.

Kang Bupati Sugiri Sancoko terlihat tertawa terbahak-bahak saat Ipong Muchlissoni menceritakan dirinya menikmati hidangan hajatan.

Kang Bupati Sugiri Sancoko juga menyapa Hj Sri Wahyuni, anggota DPR RI yang juga isteri dari Ipong Muchlissoni.

“Ibu sehat,” sapa Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Setelah menyapa rombongan Ipong Muchlissoni, Kang Bupati Sugiri Sancoko lalu menuju tempat hidangan yang telah dipersiapkan sang tuan rumah.

Melihat keakraban yang terjalin, Imam Mustofa yang merupakan salah satu tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi.

“Itu artinya hubungan antar keduanya sudah mencair mas. Karena saat ini adalah bersama-sama membangun Ponorogo. Nanti kalau sudah tiba musim politik ya silahkan kembali bersaing. Tentu bersaing yang sehat merebut simpati masyarakat dalam menentukan pemimpin mereka 5 tahun yang akan datang.”ucap Tofa, panggilan akrabnya, Ahad (29/05/2022).

Pak Giri bertemu dengan Bambang Tri Wahono saat hajatan Muh Yani

Tak hanya itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko juga bertemu dengan Bambang Tri Wahono, Mantan Cawabup pasangan Ipong Muchlissoni dalam Pilbup Ponorogo 2020 yang lalu.

Keduanya juga terlihat akrab dan terlihat berbincang satu sama lainnya. (red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni mengumpulkan 7 orang yang merupakan perwakilan 44 pedagang Pasar Legi di Pringgitan, Kamis (04/02/2021).

Menurut Bupati, pihaknya sengaja melakukan pertemuan itu karena di pertemuan sebelumnya tidak mencapai kesepakatan.

“Awalnya mereka meminta 25 Kios, namun belakangan mereka meminta semua kios yaitu 34 kios, padahal Pemerintah Kabupaten Ponorogo membutuhkan setidaknya 13 lapak untuk fasilitas umum, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

13 kios yang dimaksud adalah untuk pengelola, pos keamanan, perbankan dan UMKM. “Sisanya boleh dipergunakan untuk pedagang asalkan menjual komoditas seperti obat, sepeda, salon, potong rambut, toko emas dan lainnya, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Lebih lanjut Bupati meminta perbedaan keinginan antara pedagang dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo bisa mencapai titik temu yang baik. “Yang jelas, Pasar Legi bukan milik pedagang, bukan milik saya, atau milik siapapun, tetapi pasar tersebut adalah milik negara yang ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah fasilitas umum seperti yang saya sebutkan tadi. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Usai menyampaikan aspirasi, para pedagang menggelar pertemuan untuk membahas hasil mediasi dengan Bupati Ponorogo.

Seperti diketahui, Pasar Legi akan diresmikan pada 09 Februari 2021 yang akan datang oleh Bupati Ponorogo dan dihadiri oleh Dirjen Kimpraswil Kementerian PUPR, Iwan Suprayitno. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni meminta seluruh masyarakat Ponorogo untuk mensukseskan program vaksinasi dan tetap berdisiplin menerapkan Protokol Kesehatan.

“Total kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Ponorogo per hari ini adalah 1.541 orang. Yang sembuh 1.184 orang, yang meninggal dunia 76 orang dan yang masih menjalani isolasi sebanyak 278 orang,” Terang Bupati Ipong Muchlissoni, Sabtu Malam (16/01/2021).

Untuk itu, Bupati Ipong Muchlissoni meminta masyarakat agar mensukseskan vaksinasi dan disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan. “Pelaksanaan Vaksinasi COVID19 di Kabupaten Ponorogo akan segera dimulai setelah vaksin terdistribusi. Saat ini pelaksanaanya menggunakan vaksin COVID-19 produksi Sinovac dan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan serta petugas publik terlebih dulu,”lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Vaksin COVID-19 produksi Sinovac tidak dapat diberikan kepada orang-orang yang memiliki kriteria kesehatan atau riwayat medis tertentu, seperti pada ibu hamil atau menyusui, memiliki riwayat penyakit jantung, dan lainnya. “Mari kita dukung program vaksinasi, dan terus disiplin protokol kesehatan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni kembali merilis perkembangan kasus Covid 19 yang terjadi di wilayahnya, Sabtu Malam (16/01/2021).

“Selain tambah 35 kasus positif Covid 19 juga ada 3 kasus meninggal dunia akibat terjangkit Covid 19. Jadi pada hari ini didapatkan 3 orang pasien confirm meninggal dunia,”terang Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati menjelaskan bahwa korban meninggal dunia akibat Covid 19 adalah yang pertama Laki-laki, usia 51 tahun, alamat domisili Kecamatan Siman. “Yang kedua, Laki-laki, usia 45 tahun, alamat domisili Kecamatan Babadan dan yang ketiga Laki-laki, usia 76 tahun, alamat domisili Kecamatan Slahung,” Terang Bupati Ipong.

Dengan demikian, hingga hari ini sebanyak 76 orang warga Ponorogo dinyatakan meninggal dunia karena Covid 19. “Untuk itu, mari tetap berdisiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan agar kita terhindar dari wabah ini.”Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni merilis perkembangan kasus Covid 19 di Kabupaten Ponorogo, Sabtu Malam (16/01/2021).

“Berikut akan saya sampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Ponorogo per hari Sabtu, 16 Januari 2021. Hari ini terdapat tambahan  35 KASUS KONFIRM BARU kasus Covid 19,” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati Ipong menjelaskan riwayat bertambahnya kasus Covid 19 di wilayahnya itu. “14 orang awalnya merupakan kasus kontak erat dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif, kemudian         20 orang suspek dengan gejala ringan – berat yang mengarah COVID19 dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif. Selanjutnya 1 orang melakukan pemeriksaan RDT Antigen dengan hasil positif, dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif,” urai Bupati Ipong Muchlissoni.

Kemudian, Bupati menjelaskan bahwa berdasarkan alamatnya, 35 kasus tersebut berasal dari Kecamatan Babadan 3 orang. “Kecamatan Balong      3 orang, Bungkal 1 orang, Jetis        3 orang, Mlarak 1 orang, Ngrayun 4 orang, Ponorogo 11 orang, Sawoo 4 orang, Jenangan   1 orang, Siman 1 orang, Slahung 2 orang dan Sukorejo 1 orang,” jelas Bupati Ipong Muchlissoni.

Sehingga sampai dengan saat ini, total kasus Covid 19 di Kabupaten Ponorogo mencapai 1.541 orang. “Yang sembuh sebanyak 1.184 orang, meninggal 76 orang dan yang menjalani isolasi sebanyak 278 orang. Mari tetap menerapkan Protokol Kesehatan agar kita semua terhindar dari Covid 19.”Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kabupaten Ponorogo akhirnya mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Tahun Anggaran 2019.

Yang istimewa, Opini WTP tersebut diraih ke 8x secara berturut-turut. Selain itu, mengiringi kabar tersebut 3 orang yang positif Covid 19 dinyatakan sembuh.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni secara langsung mengumumkan kabar gembira itu.

“Warga Ponorogo yang saya cintai, kabar baik bertubi – tubi kita terima hari ini. Kabar baik yang pertama, Alhamdulillah hari ini Kabupaten Ponorogo mendapatkan hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Pemerintah Ponorogo TA 2019 dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” Ucap Bupati Ponorogo.

Dengan demikian, sampai dengan saat ini, Kabupaten Ponorogo mendapatkan status WTP sebanyak 8 kali berturut – turut. “Terima kasih atas dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Ponorogo dan kerja keras kerja dan kerja cerdas jajaran Pemkab Ponorogo, DPRD Ponorogo dan Forkopimda serta para kepala desa dan jajarannya, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni, Jum’at (26/06/2020).

Opini Wajar Tanpa Pengecualian menurut Bupati juga menunjukkan kinerja Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mengelola anggaran pembangunan tidak ada persoalan. “Pada prinsipnya, kita akan melakukan pembangunan semaksimal mungkin di Kabupaten Ponorogo sesuai dengan visi dan misi Menuju Ponorogo yang maju, berbudaya dan religius,” Jelas Bupati Ponorogo.

Opini WTP membuktikan kinerja Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mengelola anggaran untuk pembangunan tidak ada permasalahan. (Foto – Hariyogi/Doc Humas Pemkab)

Kabar baik berikutnya, dengan ini saya kabarkan bahwa Alhamdulillah pada hari ini 3 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh setelah hasil pemeriksaan PCR 2x berturut-turut dinyatakan negatif. “Mereka adalah Pasien nomor 18, laki-laki, 14 tahun, alamat Desa Tugu (Mlarak). Pasien ini adalah salah satu santri Temboro yang selama ini dirawat di RSUD. Alhamdulillah setelah melewati masa-masa isolasi yang juga secara tidak langsung mempengaruhi psikologisnya, apalagi pasien ini termasuk anak-anak hari ini pasien tersebut dinyatakan sembuh, yang kedua, Pasien nomor 30, perempuan, 72 tahun, alamat Ds. Sukorejo (Sukorejo). Pasien ini termasuk cluster pasar Surabaya dan selama ini dirawat di RSUD dan ketiga Pasien nomor 33, perempuan, 47  tahun, alamat Ds. Somoroto (Kauman). Pasien ini termasuk cluster pasar Surabaya dan selama ini dirawat di RSU Aisyiyah. Terima kasih atas kerja keras  tenaga medis, paramedis dan seluruh pihak yang membantu kesembuhan pasien-pasien tersebut, ” Urai Bupati Ipong Muchlissoni.

Kabar-kabar bahagia yang kita terima hari ini, mari kita jadikan penyemangat untuk kita bisa lebih baik ke depannya. “Kepada seluruh jajaran OPD untuk ke depan bisa menyelenggarakan tata laksana keuangan daerah dengan lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi, Serta tentunya juga semangat kepada seluruh tenaga kesehatan dan seluruh warga Ponorogo untuk sama-sama berupaya memutus rantai penularan COVID19. Semoga tidak ada lagi tambahan kasus COVID19 di Kab. Ponorogo, tentunya hal itu bisa kita capai dengan terus disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan. “Jelas Bupati Ipong Muchlissoni.

Dengan demikian, data kasus konfirm COVID-19 di Ponorogo per hari ini, Total 39 orang, sembuh 29 orang, isolasi Rumah Sakit 8 orang dan meninggal 2 orang. ” Mari bersatu melawan Covid 19 menuju Ponorogo yang lebih baik. “Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Adv/Yogie/Gin).

Peliput : Hariyogi Wijanarko

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kabar gembira disampaikan oleh Bupati Ponorogo terkait perkembangan Covid 19 di Bumi Reyog.

Ponorogo dinyatakan menjadi Zona Kuning dalam persebaran Covid 19.

Melalui broadcast WA, Bupati Ipong Muchlissoni menyampaikan kabar gembira itu. “Kepada masyarakat Ponorogo yang saya cintai, dengan ini saya sampaikan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pusat telah menetapkan PONOROGO SEBAGAI DAERAH ZONA KUNING (RESIKO RENDAH) yang artinya penyebaran COVID19 terkendali tetapi masih ada resiko transmisi, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni, Kamis (11/06/2020).

Bupatipun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak. “Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh masyarakat Ponorogo, tenaga medis dan paramedis, seluruh OPD dan seluruh unsur yang tergabung dalam gugus tugas penanganan covid Kabupaten Ponorogo, serta seluruh pihak yang telah berperan serta memutus rantai penularan COVID19 di Kabupaten Ponorogo, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Namun yang perlu tetap diwaspadai, dengan status zona kuning (resiko rendah), masih terdapat resiko untuk terjadi transmisi lokal (penularan dari 1 orang ke orang lain dalam 1 wilayah kabupaten) ataupun transmisi tingkat rumah tangga dengan cepat. “Begitu pula dengan transmisi dari imported case (tertular dari luar Ponorogo), sebagaimana yang terjadi pd sebagian besar kasus covid19 di Ponorogo saat ini. Untuk mewaspadai hal tersebut, saya tegaskan bahwa keberadaan relawan-relawan di desa/kelurahan, peran serta ketua RT/RW dan masyarakat desa/kelurahan setempat tetaplah penting untuk melakukan monitoring keluar masuknya orang dari luar wilayahnya, dan juga isolasi masih diperlukan, ” Urai Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati menekankan bahwa protokol kesehatan harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan disiplin sebagai kebiasaan sehari-hari, yaitu sering cuci tangan pakai sabun / hand sanitizer, “Pakai masker dan jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, kurangi berkerumun, tingkatkan imunitas dengan olahraga teratur dan selalu bahagia, serta berdoa dan dekatkan lah selalu kepada Allah SWT, disiplin atas protokok adalah kunci menuju Ponorogo menjadi Zona Hijau. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yogi/Gin).

Peliput : Hariyogi Wijanarko

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.