Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kabar duka datang dari Pahlawan Devisa asal Ponorogo yang Meninggal dunia saat bekerja di Hongkong.

Dilansir dari Migran Pos, seorang Pekerja Migran yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur bernama Mujiati (44th) dikabarkan meninggal pada Senin (04/10/2021).

Menurut pengakuan keluarga almarhumah, pihak keluarga mendapatkan kabar kematian Mujiati yang sebelumnya sempat dirawat di United Christian Hospital dari pihak agensi yang menghubungi mereka melalui sambungan whatsapp.

“Kami sudah dihubungi pihak rumah sakit yang menjelaskan soal sakit ibu saya. Mereka berbicara dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh penerjemah,” kata anak almarhumah.

Ketika dihubungi, KJRI Hong Kong membenarkan tentang kabar tersebut. Pihak KJRI mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan dari pihak rumah sakit.

Ditanya soal pemulangan jenazah, KJRI melalui pesan mengatakan; “Proses pemulangan jenazah biasanya kurang lebih 10 hari, karena prosedur yang cukup panjang.”.

Sumber : Migran Pos

Hongkong – Portalnews Madiun Raya

Salah seorang Pekerja Migram Indonesia (PMI) asal Ponorogo yang bernama Heny menceritakan kondisi Hongkong saat ini, dimana Virus Corona menjadi wabah yang mengerikan.

Hongkong adalah salah satu negara yang selama ini menjadi jujugan PMI asal Ponorogo untuk mengais rezeki bagi Heny dan kawan-kawannya.

“Namun sejak Virus Corona mewabah, Hongkong sangat mengerikan mas, hampir tidak ada keceriaan disini, wabah Corona sudah mulai menular dan sudah banyak yang ambruk,” ujar Wanita asal Ngebel, Ponorogo ini, Senin (10/02/2020).

Bahkan, lanjut Heny, seorang dokter yang menangani pasien terjangkit Virus Corona malah meninggal dunia. “Benar-benar mengerikan mas, aktivitas diluar ruangan sangat dibatasi, itupun harus menggunakan masker, dan masker hari ini menjadi barang yang mahal disini, untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ponorogo yang mengirimkan masker, begitu datang akan kami distribusikan kepada warga Ponorogo yang lain,” lanjut Heny.

Ada cerita lain yang disampaikan Heny kepada Portalnews Madiun Raya, kemarin malah ada seorang kakek di Hongkong yang dikarantina karena terjangkit Virus Corona. “Namun cucunya malah meninggal dunia karena tidak ada yang merawat, jadi kondisi Hongkong saat ini benar-benar mengerikan, ribuan orang sudah terjangkit virus yang bermula dari China ini, untuk itu saya mohon do’a dari seluruh warga Indonesia, khususnya dari Ponorogo, semoga kami kuat dan musibah ini segera berakhir.” Pungkas Heny.

Perlu diketahui, kurang lebih 7.200 PMI asal Ponorogo saat ini menetap di Hongkong untuk bekerja. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kurang lebih 7.200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Hongkong asal Ponorogo terancam tertular Virus Corona.

Untuk itu, Bupati Ponorogo akan mengirim 30 ribu masker sebagai upaya pencegahan terkena virus mematikan itu.

“Kurang lebih 7.200 warga Ponorogo yang bekerja di Hongkong, untuk itu kita akan berupaya melindungi mereka dengan mengirimkan 30 ribu masker kesana, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni di sela-sela kunjungannya di Slahung, Ahad (09/02). 

Menurut Bupati, Senin besuk (10/02), masker itu akan dikirim. “30 ribu masker itu akan kita kirim ke Konsulat dan kita serahkan ke Asosiasi PMI asal Ponorogo di Hongkong, sementara kita akan kirim satu paket dulu, jika masih kurang akan kita kirim lagi, “terang Bupati Ipong. 

Ini adalah ikhtiar kita, lanjut Bupati, agar saudara kita yang sedang bekerja di Hongkong tidak tertular oleh virus Corona, “Dipilihnya Hongkong sebagai wilayah yang akan mendapat bantuan masker ini dikarenakan Hongkong menjadi wilayah yang berpotensi besar menjadi wilayah terdampak, karena paling dekat China. Kita juga menunggu perkembangan, apakah masih ada wilayah lain yang memerlukan bantuan.” pungkas Ipong Muchlissoni. 

Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Rahayu Kusdarini yang turut serta dalam rapat terbatas ini menyatakan kesiapannya dalam menindaklanjuti kebijakan Bupati tersebut. “Insya Alloh, Senin besok kita akan mengirimkan 30 ribu masker ke Hongkong”, terang Kusdarini. 

Senada dengan Bupati Ipong, kepala Dinas Kesehatan juga menyatakan bahwa langkah ini sebagai upaya kepedulian Pemda Ponorogo dalam mengantisipasi merebaknya virus corona. “Pemberian sumbangan masker ini dilakukan dengan harapan warga Ponorogo yang ada di Hongkong tetap menjaga kesehatannya dengan upaya selalu menggunakan masker ketika melakukan aktivitas diluar rumah.” Pungkas Kadinkes. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Gaji Tenaga Kerja Wanita (TKW) di negara Hongkong ternyata lebih tinggi dari negara tujuan Taiwan.

Hal tersebut disampaikan Murni dan Wahyuni, Calon TKW yang mengurus dokumen di Kantor Imigrasi Ponorogo, Jum’at (07/09).

Menurut Murni, dirinya pernah bekerja di Taiwan selama 3 tahun. “Sekarang saya akan ke Hongkong mas, karena gajinya lebih tinggi, ” terang Murni yang diiyakan temannya, Wahyuni.

Sekarang gaji TKW di Hongkong mencapai 8 juta / bulan mas, sedangkan di Taiwan 7 juta, sambung Murni.

“Selain itu di Hongkong lebih ayem mas, karena kalau di Taiwan ada TKI sehingga bisa menimbulkan yang tidak tidak, ” lanjut Murni sambil tertawa.

Maksudnya ?

Kalau TKW dan TKI bertemu di perantauan yang mana jauh dari keluarga bisa berkenalan, lanjut pacaran dan akhirnya pasangan di Indonesia dicerai dari sana, karena menemukan pacar baru di perantauan, oleh karena itu tingkat perceraian TKI dan TKW Taiwan lebih tinggi dari TKW di Hongkong, ganti Wahyuni yang menjelaskan.

“Tapi, ya tergantung orangnya sih mas. Tidak semuanya begitu, hanya rata ratanya begitu, ” sahut Murni, wanita paruh baya dari Kecamatan Bungkal tersebut.

Yang terpenting percaya dengan pasangannya masing masing dan niat kita mencari rezeki untuk keluarga kita, yang lebih utama lagi kita harus selalu beribadah, pungkas Murni.

Wahyuni yang duduk disebelahnya hanya manggut manggut.

Selamat jalan pahlawan devisa. (yah/gin).

Bekasi – Portal Madiun Raya
Timnas sepakbola Indonesia akhirnya melaju ke babak 16 besar usai menaklukkan timnas Hongkong dalam lanjutan babak penyisihan Grup A, Asian Games, Senin (28/08).

Sebelumnya, Indonesia ketinggalan terlebih dahulu setelah Hongkong mencetak gol di babak pertama, 1 : 0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pelatih Luis Milla membuat strategi baru dengan lebih ofensif dalam menyerang. Tembakan jarak jauh sering dilakukan oleh pemain Indonesia.

Hasilnya, 3 menit babak kedua, Irfan Jaya menyamakan kedudukan setelah mengecoh penjaga gawang Hongkong. Jual beli serangan terjadi di babak kedua sampai 10 menit terakhir, Stefanus Lili Pali berhasil membawa keunggulan bagi Indonesia, 2 : 1.

Dimenit menit akhir pertandingan HA Sjahbandani menceploskan ke gawang Hongkong, goollll, 3 : 1 skor akhir pertandingan akhirnya dimenangkan Timnas Indonesia.

Dalam pertandingan tersebut diwarnai hujan kartu kuning, dimana Indonesia mendapat 4 kartu kuning di babak pertama. Bravo Indonesia. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.