Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengunjungi tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Munjungan, Senin (04/05/2020).

Bupati yang akrab dipanggil dengan nama Gus Ipin meminta kepada para tokoh agama untuk ikut menyebarkan kesepakatan tata cara peribadatan ditengah pandemi Corona, “Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini yang tidak terlihat secara kasat mata. Lebih lebih penyebarannya yang cukup cepat melalui kontak sesama manusia yang mungkin tidak sengaja terbawa oleh orang disekitar kita,” Ucap Gus Ipin.

Gus Ipin juga menyampaikan bahwa pembatasan yang dilakukan atau kesepakatan tentang peribadatan yang telah disepakati tentunya menjadikan ketidak nyamanan, karena tidak sesuai dengan kebiasaan yang biasa dilakukan. “Namun cara ini harus dipilih untuk mencegah penyebaran virus ini. Harapannya pemuka agama ini kan ditokohkan, sehingga ikut membantu menyadarkan kepada masyarakat, sesimpel bagaimana disiplin memakai masker, mematuhi protokol kesehatan, menjelang hari raya idul fitri, bagaimana kebiasaan kita sowan, badan ini nanti harus ditindak lanjuti dan dimasa covid ini kita harus membiasakan hal tersebut,” Urai Gus Ipin.

Bupati Trenggalek juga menyampaikan bahwa kalau informasi ini tidak segera disebarkan sampai ke akar rumput, bisa terjadi kesalah pahaman, “Untuk itu kita meminta bantuan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hal ini kita lakukan dalam rangka mengurangi resiko penyebaran, di hari raya Idul Fitri tahun ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus mengambil keputusan berat demi kebaikan bersama, dengan melarang takbiran dipenghujung ibadah puasa nanti maupun tradisi sowan dan bakdan bagi aparatur pemerintah,” Jelas Gus Ipin.

Sholad Idul Fitri di Masjid Agung Baithurrahman Trenggalek juga terancam ditiadakan, Kata Bupati, mengingat dalam Shalad Id di tempat ini bisanya banyak diikuti oleh pemudik sedangkan bila itu berbaur dengan penduduk lokal tentunya akan sangat beresiko terjadinya penyebaran. “Selain itu bila ada kejadian tentunya akan sulit untuk melakukan tracing kontak erat maupun sudah berkontak dengan siapa saja untuk pasien yang terkonfirmasi. Sebagai gantinya, Shalat Idul Fitri bisa dilakukan dilingkungan-lingkungan sehingga tidak melibatkan terlalu banyak jamaah dan tentunya tetap dengan mengdepankan protokol kesehatan.” Pungkas Bupati Muchamad Nur Arifin. (Red)

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek langsung mensikapi pemberitaan viral di sosial media, mengenai Mbah Patiyah (80) warga Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek yang hidup memprihatinkan sebatang kara di tengah kebun yang sempat diviralkan oleh akun sayap hati di instagram.

Rabu (29/4/2020), Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin terjun langsung menemui Mbah Patiyah dirumahnya, untuk membuktikan sendiri kondisi nenek lanjut usia ini. Dalam status tersebut pemilik akun sayap hati menceritakan bawasannya nenek ini hidup sendiri dan ditemani satu lampu pijar pemberian tetangga, rumahnya reot dan banyak tikus. Dalam status tersebut juga diceritakan bawasannya nenek ini hidup dari belas kasihan tetangga dan masyarakat yang peduli, bahkan makanan yang dimakan setengah matang, seolah menimbulkan presepsi pemerintah kurang peduli akan kondisi ini.

Bupati Trenggalek saat dikonfirmasi usai menjenguk Mbah Patiyah mengatakan bahwa dirinya berterima kasih atas viralnya pemberitaan di medsos itu. “Saya sebenarnya berterima kasih kepada netizen, kalau ada info ada orang yang membutuhkan, kemudian perlu di bantu itu terima kasih. Cuma sebelum menyebar info tolong riset datanya lebih jelas lagi,” ungkap sang Bupati.

Ada beberapa hal yang dibantah oleh Bupati, contohnya adalah disebut namanya mbah Patiyah namun nama sebenarnya Mbah Painah. Kemudian Mbah Painah ini sebenarnya KPM penerima PKH dan juga BPNT.

Memang kondisi rumah seperti ini dan selama ini dibantu oleh tetangga yang berdekatan. “Ini kartu bantuan yang dimiliki Mbah Painah, ini menunjukkan bila beliau telah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipin sambil menunjukkan kartu BPNT yang dimiliki perempuan 80 tahun tersebut.

Waktu desa ada program kambing beliau juga mendapatkan dan kambingnya juga masih ada. “Cuma sekarang yang perlu kita lakukan, rumahnya akan kita ubin, kemudian ayam masih didalam rumah, saya minta untuk disiapkan kandang, kemudian kamar mandi dan kecukupan air bersih. Saya minta para tetangga untuk datang ngecek sewaktu waktu, galonnya untuk minum ataupun masak. Kalau untuk bahan pokok, karena penerima BPNT ngak mungkin kurang. Kemudian ini tadi juga ada kiriman dari tetangga berupa telur, tempe terus Mbah Painah juga masih bisa masak,” Urai Gus Ipin.

Bupati Trenggalek tersebut juga merasa prihatin. “Ya memang kasihan karena hidup sebatang kara, tapi nanti langkah selanjutnya kami akan menghubungi keluarga karena beliau sebenarnya masih punya anak. Kalau bisa satu KK dengan anaknya, masak dulu Mbah Painah membesarkan anaknya, namun sekarang anaknya punya kewajiban untuk merawat beliau di usia senjanya kok malah begini. Ini yang kami sayangkan,” Jelas Gus Ipin.

Jadi saya berterima kasih kepada yang memberi kabar, “Namun kedua saya juga minta tolong lain kali sebelum share, infonya diperjelas biar tidak terkesan bahwa pemerintah desa dan Kabupaten lalai dengan tetangga sekitar seakan akan tidak peduli, padahal yang bersangkutan selalu menerima bantuan dari pemerintah,” Kata Gus Ipin.

Jadi tetangga sekitar sudah membantu, “Pak RT juga membantu dan Kepala Desa juga sudah mendaftarkan beliau. Buktinya Mbah Painah sudah menerima bantuan PKH dan BPNT.” tutup Bupati Trenggalek ini.

Sedangkan Kades Puyung, Budiono yang ikut menemani kunjungan Bupati Trenggalek ini juga angkat bicara, “Kalau dibilang Mbah Painah itu belum pernah mendapatkan bantuan apapun apalagi di medsos itu makananya, makanan setengah matang atau umbi umbian itu salah,” jelas Budiono.

Mbah Painah juga mendapatkan bantuan PKH dan Beras BPNT. “Saya jamin sebagai kepala desa, sampai dengan 6 bulan kedepan pun Mbah Painah tidak mungkin mati kelaparan. Saya jamin itu,” lanjut Budiono.

Namun kalau mati karena kehendak yang kuasa, saya tidak bisa jamin karena itu kehendahNya. Saya juga jamin bantuan dari pemerintah desa dan daerah selalu terdistribusikan untuk beliau, tegas kades ini.

Beras BPNT juga masih numpuk numpuk dikelola oleh Pak Darmo Permai tetangganya. “Bantuan kambing tahun yang lalu 3 indukan dan anakan. Mbah Painah juga sudah menabung untuk hari kelaknya nanti.” Pungkas Kades Puyung. (Red)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Sekitar pukul 08.30 Wakil Bupati Trenggalek H. Moh.Nur Arifin di dampingi Istri Novita Hardini mendatangi TPS 06, RT 14 RW 05, Jalan Patimura Kelurahan Ngantru kecamatan/kabupaten Trenggalek untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilihan Gubernur Jawa Timur tahun ini.

Lantaran jarak TPS dengan rumah Dinas Moh.Nur Arifin hanya berkisar 100 meter, Gus Ipin sapaan akrabnya lebih memilih berjalan kaki, ketimbang menggunakan arak arakan mobil Dinas.

Dalam perjalanan menuju TPS 06, Gus Ipin di temani Istrinya Novita Hardini dan Ajudan.

Begitu tiba di TPS, Wakil Bupati termuda ini lantas di sambut para petugas TPS, dan di minta untuk mengantri oleh petugas.

Beberapa menit kemudian Arifin lantas mendapat giliran untuk melakukan pencoblosan, di bilik suara yang telah di sediakan. Usai melakukan pencoblosan Arifin dan Novita sempat menunjukkan kartu suara sebelum di masukkan dalam kotak suara.(Ono/gin)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018 (6/6) di Halaman Mapolres Trenggalek yang dilaksanakan mulai tanggal 7 Juni hingga 24 Juni 2018, secara serentak di seluruh jajaran Kepolisian se Jawa Timur dengan sandi “Ketupat Semeru 2018”.

Turut hadir dalam apel tersebut Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H.,Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Pasiops Kodim 0806 Trenggalek Kapten CZI Hendro Suseno, Plt. Sekda Trenggalek dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Peserta apel dari jajaran Polres Trenggalek, jajaran TNI Kodim 0806 Trenggalek, Satpol PP, Dishub, Basarnas, Dinkes, Senkom, Orari dan Pramuka.

Dalam Apel gelar pasukan yang mengambil tema “Melalui apel gelar pasukan, Operasi Ketupat Semeru 2018 kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait, dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idul Fitri 1439 H di wilayah hukum Polres Trenggalek”.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Plt. Bupati Trenggalek, disampaikan bahwa rencana operasi disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ramadniya pada tahun 2017, disertai analisa potensi gangguan kamtibmas di tahun 2018.

“Dalam pelaksanaan operasi tahun ini, setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama.
Antara lain stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, kelancaran dan keselamatan arus mudik maupun arus balik, bencana alam dan terakhir adalah tindak pidana terorisme”,ungkapnya.

Di samping itu, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, Mako Polri, serta aspek keselamatan personel pengamanan harus menjadi perhatian.
Perkuat pengamanan pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan personel pengamanan oleh personel bersenjata (buddy system).

“Dalam mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan-rekan TNI serta stakeholder lainnya”,pungkasnya Plt. Bupati.

Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Didit BWS usai Apel Gelar Pasukan menuturkan, Operasi Ketupat Semeru 2018 bertujuan untuk menjamin rasa aman masyarakat, dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan lebaran,
serta mewujudkan situasi dan kondisi Kamseltibcarlantas yang aman, lancar dan tertib baik sebelum, pada saat dan paska Idul Fitri 1439 H, jelas AKBP Didit.(Ono/gin)


Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Untuk mempersiapkan tenaga-tenaga terlatih, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek, mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Bencana Tingkat Dasar, di Bumi Perkemahan Coban Rambat, Kecamatan Bendungan, mulai tanggal 13 April 2018.

Kegiatan yang dibuka oleh Plt. Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin, serta dihadiri oleh Forpimcam Kecamatan Bendungan, Kepala Desa Dompyong, dan pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek.

Dalam kegiatan ini para peserta yang berjumlah 34 orang relawan (terdiri dari 31 putra dan 3 orang putri) akan dibimbing oleh pemateri yang diantaranya berasal dari, BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) Provinsi Jawa Timur, dari BPBD, Tagana, PMI, dan Basarnas Kabupaten Trenggalek.

Plt. Bupati Nur Arifin, pada pembukaan pelatihan tersebut, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek.
Menurut Nur Arifin, para relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) ini nantinya juga direkrut sebagai, anggota Pasukan Oranye Qlue.

“Kita sekarang punya Qlue, kita juga punya tujuh pasukan dan kebencanaan itu masuk di Pasukan Oranye, nanti sekalian kita SK-kan. Tetapi saya juga minta begitu ada laporan kebencanaan, harus segera ditindak lanjuti,” pinta Plt. Bupati.

Nur Arifin juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta, yang sudah mau bersedekah partisipasi dalam kegiatan tersebut. “Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para relawan yang mau bersedekah partisipasi, bersedekah tenaga, niat untuk membantu saudara-saudara kita, jika nanti terjadi bencana. Semoga saja tidak ada bencana, tapi saya berterima kasih jika ada yang mau berpartisipasi seperti ini,” pungkasnya. (Ono/gin)


Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Kunjungan Puti Guntur Soekarno, calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomer 2 di kabupaten Trenggalek beberapa waktu yang lalu, banyak menjadi perhatian dan perbincangan publik.

Subadianto Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek memberikan apresiasi yang tinggi kepada H.Moch Nur Arifin, yang lebih memilih mendukung Gus Ipul – Puti pasangan nomer 2, dari pada Emil Dardak, yang nota bene adalah pasangannya yang menjadi Bupati Trenggalek.

Menanggapi hal ini , Subadianto Ketua DPD PKS yang ramah terhadap awak media menyampaikan bahwa pihaknya melihat beberapa waktu yang lalu, saat Mbak Puti datang ke Kabupaten Trenggalek Gus Ipin sampai cuti, demikian juga semua tim pengusung juga melakukan hal yang sama, pada saat kampanye dulu. Selalu mendampingi Mbak Puti di Stadion Kelutan dalam lomba senam Kabeh Sedulu Kabeh Makmur, ke Perusahaan Rokok, acara Rakercabsus PDIP, dan ke Desa Kayen, Kecamatan Karangan , untuk melihat kondisi anak anak yang kurang asupan gizi dan stunting, “ini membuktikan bahwa Gus Ipin dan semua partai pengusung bekerja sangat serius untuk memenangkan pasangan nomer 2 , Gus Ipul – Puti di kabupaten Trenggalek”,ujarnya.

Ditambahkan oleh Subadianto, jika sebelumnya mereka berdua berangkat bersama sama dan diusung oleh PDI-P, tentunya mereka juga harus all out, untuk memenangkan pasangan yang diusung dari PDI-P.

“Bila kita lihat, Gus Ipin secara etika politik langkah yang diambilnya sekarang ini sudah benar, sebagai petugas partai dan dibesarkan oleh PDIP Gus Ipin sudah menjalankan tugasnya dengan baik”,urainya.

‌Demikian juga PKS, sebagai partai pengusung pasangan nomer 2 Gus Ipul – Puti, jika sudah menyampaikan dukunganya, akan bekerja semaksimal mungkin dan memberi dukungan penuh , karena ini sebagai bentuk kewajiban,sambungnya.

Seandainya kita punya Gus Ipin kemudian nanti melakukan pemenangan terhadap PKS, kita akan senang sekali. Karena itu wajar saja jika masyarakat Trenggalek banyak yang simpatik dan mendukung Gus Ipin.

Jangan sebaliknya, ibaratnya seperti pepatah kacang lali karo lanjarane, (lupa dengan yang memberangkatkan) ini contoh yang kurang baik, lanjutnya.

Sebagai politikus muda yang dibesarkan dan diusung oleh PDI-P, Gus Ipin sudah memenuhi kewajibanya untuk memenangkan Pilgub Jatim, khusus nya di kabupaten Trenggalek.

Kedepannya, kata Subadianto yang murah senyum kepada wartawan ini, Gus Ipin punya prospek yang bagus, sedangkan Emil terserah penilaian masyarakat saja, tapi dalam sudut etika politik saya lebih respek dan mendukung Gus Ipin, pungkasnya.(Ono/gin )

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.