Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Pembukaan Grebeg Suro tahun 2018 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 tahun berlangsung meriah di Panggung Utama Alun alun Kabupaten Ponorogo, Sabtu malam (01/09).

Puluhan kegiatan telah terjadwal untuk memeriahkan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ponorogo tersebut. Seperti Festival Reyog Mini, Festival Nasional Reyog, Kejurda Paralayang, dan kegiatan budaya yang lain.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Lilik Slamet Rahardjo mengatakan bahwa Grebeg Suro adalah kegiatan budaya masyarakat Ponorogo dalam menyongsong pergantian tahun baru Islam. “Selain itu Grebeg Suro sebagai ajang melestarikan budaya daerah dan sarana promosi pariwisata daerah Ponorogo untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ” terang Lilik.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni menyatakan bahwa Grebeg Suro merupakan moment kebangkitan pariwisata di Ponorogo. “Karena pada tahun 2019, kita menetapkan sebagai tahun pariwisata bagi Kabupaten Ponorogo,” jelas Bupati.

Mengapa Pariwisata ? Karena Ponorogo memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain, seperti Reyog yang sudah mendunia, wisata religi juga banyak di Ponorogo, wisata alam juga tidak kalah menarik, tinggal pengelolan dan promosi kita saja, sambung Sang Bupati.

“Saat ini ada 100 desa di Ponorogo yang menyiapkan diri sebagai desa wisata, seperti Desa Tatung Kecamatan Balong Ponorogo yang memiliki wahana paralayang yang menurut para ahli terbaik kedua di dunia setelah gunung di Slovenia, ini yang harus kita kembangkan, ” lanjut Ipong Muchlissoni.

Dengan fokus di Pariwisata kita berharap perputaran ekonomi di Ponorogo akan semakin meningkat sehingga pertumbuhannya bisa mendongkrak kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat Ponorogo, pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Dalam pembukaan Grebeg Suro tersebut nampak meriah dengan sajian kesenian diantaranya Tari Mubeng Gubeng, Tari Kolosal Joyonegoro Mbalelo dan secara spektakuler pesta kembang api memeriahkan acara tersebut.

Dalam prosesi pembukaan, Bupati Ponorogo, Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Ponorogo bersama penjabat Forkopimda Ponorogo menyabetkan kolor warog sebagai tanda dibukanya perayaan Grebeg Suro tahun 2018 dan dirangkaikan dengan peringatan HUT ke 522 Kabupaten Ponorogo. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Pembukaan Grebeg Suro tahun 2018 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 tahun berlangsung meriah di Panggung Utama Alun alun Kabupaten Ponorogo, Sabtu malam (01/09).
Puluhan kegiatan telah terjadwal untuk memeriahkan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ponorogo tersebut. Seperti Festival Reyog Mini, Festival Nasional Reyog, Kejurda Paralayang, dan kegiatan budaya yang lain.
Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag MM dalam wawancaranya mengungkapkan bahwa segenap Anggota Legislatif di DPRD Ponorogo mendukung pelaksanaan Grebeg Suro yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 tahun. “Ini adalah pesta rakyat yang sudah berlangsung sejak lama, kita harus mendukung ini, karena selain sebagai pelestarian budaya reyog ini juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ucap Ali Mufti.
Selain itu, perayaan Grebeg Suro dan hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 juga mengundang para turis baik domestik maupun turis mancanegara untuk berkunjung ke Ponorogo, kita meminta kepada Pemkab Ponorogo untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, sambung Ali Mufti.

KETUA DPRD BERSAMA FORKOPIMDA PONOROGO SAAT PEMBUKAAN GREBEG SURO 2018
KETUA DPRD BERSAMA FORKOPIMDA PONOROGO SAAT PEMBUKAAN GREBEG SURO 2018

“Mewakili segenap pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, kami mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Ponorogo dan Selamat atas pelaksanaan Grebeg Suro tahun 2018, semoga sukses dan membawa manfaat bagi masyarakat Ponorogo.” Pungkas Ali Mufti.
Sementara dalam sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni menyatakan bahwa Grebeg Suro merupakan moment kebangkitan pariwisata di Ponorogo. “Karena pada tahun 2019, kita menetapkan sebagai tahun pariwisata bagi Kabupaten Ponorogo,” jelas Bupati.
Mengapa Pariwisata ? Karena Ponorogo memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain, seperti Reyog yang sudah mendunia, wisata religi juga banyak di Ponorogo, wisata alam juga tidak kalah menarik, tinggal pengelolan dan promosi kita saja, sambung Sang Bupati.
“Saat ini ada 100 desa di Ponorogo yang menyiapkan diri sebagai desa wisata, seperti Desa Tatung Kecamatan Balong Ponorogo yang memiliki wahana paralayang yang menurut para ahli terbaik kedua di dunia setelah gunung di Slovenia, ini yang harus kita kembangkan, ” lanjut Ipong Muchlissoni.
Dengan fokus di Pariwisata kita berharap perputaran ekonomi di Ponorogo akan semakin meningkat sehingga pertumbuhannya bisa mendongkrak kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat Ponorogo, pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.
Dalam pembukaan Grebeg Suro tersebut nampak meriah dengan sajian kesenian diantaranya Tari Mubeng Gubeng, Tari Kolosal Joyonegoro Mbalelo dan secara spektakuler pesta kembang api memeriahkan acara tersebut.
Dalam prosesi pembukaan, Ketua DPRD Ponorogo, Bupati Ponorogo, Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Ponorogo bersama penjabat Forkopimda Ponorogo yang lainnya menyabetkan kolor warog sebagai tanda dibukanya perayaan Grebeg Suro tahun 2018 dan dirangkaikan dengan peringatan HUT ke 522 Kabupaten Ponorogo. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – portalnews Madiunraya.com

Peringatan Grebeg Suro tahun 2018 di Ponorogo dipastikan akan lebih meriah. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke 522 Kabupaten Ponorogo, Festival Reyog Mini XVI dan Festival Nasional Reyog Ponorogo XXV tersebut memiliki 33 agenda.

Ini jadwalnya :
1. Simaan Al Qur’an (15/08) di Masjid Agung.
2. Istighosah Kubro (23/08) di Pendopo.
3. Wayang babad wengker (25/08) di Pendopo.
4. Pembukaan Hari Jadi dan Grebeg Suro (01/09) di Panggung Utama Alun alun.
5. Festival Reyog Mini XVI (01-05/09) di Panggung Utama Alun alun.
6. Pameran Seni Rupa (01-10/09) di PCC.
7. Pameran fotografi (01-10/09) di PCC.
8. Pameran industri kecil dan produk unggulan (01-10/09) di Alun-alun.
9. Pameran Bonsai (01-10/09) di alun alun dan halaman pendopo.
10. Lomba burung perkutut (02/09) di Lapangan P3SI.
11. Festival Nasional Reyog Ponorogo XXV (06-09/09) di panggung utama alun alun.
12. Gebyar pariwisata (06-08/09) di trotoar Paseban Alun alun.
13. Lomba Mocopat Pelajar (05-06/09) di PCC.
14. Liga Paralayang (07-09/09) di Desa Tatung.
15. Kopi darat nasional (pameran batu permata) (07-09/09) di Halaman Parkir Sasana Praja.
16. Pameran Pusaka (07-09/09) di Pendopo.
17. Lomba Keagamaan (08/09) di Masjid Agung.
18. Lomba Karawitan Pelajar (08-09/09) di PCC.
19. Nggowes Pomade 2 (09/09) di Telaga Ngebel.
20. Parade Budaya (09/09) di Alun alun.
21. Bedol Pusaka (09/09) di Pendopo.
22. Ketoprak (10/09) di Panggung Utama.
23. Ziarah Makam Bathoro Katong (10/09) di Makam Bathoro Katong.
24. Kirab Pusaka, Lintas Sejarah (10/09) Kota Lama ke Kota Tengah.
25. Tumpeng Purak (10/09) di Paseban Alun alun.
26. Pentas Musik (10/09) Pertigaan Jenes dan JL Gajah Mada.
27. Wayang Kulit (10/09) Kecamatan Ponorogo.
28. Penutupan Hari Jadi dan Grebeg Suro 2018 (10/09) di Panggung Utama.
29. Larungan Telaga Ngebel (11/09) di Telaga Ngebel.
30. Ruwatan Bumi Reyog (15/09) di Padepokan Widoro Kandang.
31. Pemilihan Duta Wisata Cilik Thole Genduk (15/09) di PCC.
32. Bazaar dan Lomba anak kreatif (22-23/09) di Okaz Ponorogo.
33. Grebeg Tutup Bulan Suro (07-11/10) di Desa Sumoroto.

Ayooo ke Ponorogo…..(yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Perayaan Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun 2018 dipastikan berbeda dan lebih semarak dibanding kegiatan serupa tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Lilik Slamet Rahardjo dalam jumpa pers di Padepokan Reyog, Senin (27/08).

Menurut Lilik, panggilan akrabnya, pihak Dinas Pariwisata akan membuat semarak festival seni tahunan di Kabupaten Ponorogo tersebut. “Meskipun anggaran turun, dari 2 miliar di tahun 2017 menjadi 1,8 miliar kita optimis lebih semarak dengan item yang lebih banyak,” ujar Lilik.

Semua kegiatan tahun lalu akan kita laksanakan dan ada beberapa kegiatan yang levelnya tingkat nasional. “Diantaranya lomba paralayang di Desa Tatung Kecamatan Balong pada tanggal 7-9 September 2018,” jelas Lilik.

Kemudian ada pameran UMKM, Gebyar Pariwisata, Kopi Darat Nasional (pameran batu permata), Nggowes Pomade 2, bazar dan lomba anak kreatif, sambung Lilik.

“Kita berharap dengan hajatan ini akan menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke Ponorogo.” terang Lilik.

Untuk itu, kita sudah memasang bilboard dan baliho di Surabaya dan Yogyakarta dengan tagline #ayokePonorogo, dan dari inovasi yang kita lakukan itu sudah banyak perusahaan yang menghubungi kami untuk mensuport kegiatan di Ponorogo tersebut, urai Lilik.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo yang baru tersebut berharap semua pihak termasuk jurnalis ikut mensukseskan kegiatan Grebeg Suro tahun 2018. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.