Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Miswanto, Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di kantornya, Rabu (08/01/2019).

Sontak kabar tersebut menggegerkan masyarakat sekitar dan pegawai di salah satu instansi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang mengurusi perhubungan tersebut.

Menurut saksi mata, Budi, dirinya secara rutin mengantar makanan dan minuman di ruang tersebut. “Seperti biasa, hari ini saya mengantar makanan di sini, namun begitu menoleh ke kanan ada seseorang yang menggantung, karena saya takut akhirnya saya lari dan memberitahu pegawai yang lain,” terang Budi.

Kepala Dinas Perhubungan, Djunaedi juga mengaku kaget dengan kabar tersebut. “Hari ini saya berada di Gedung Pemkab bersama Asisten II, setelah diberi tahu ada kejadian ini, saya langsung kembali kekantor,” terang Djunaedi kepada awak media.

Selama ini, yang bersangkutan tidak ada masalah apapun, kalau sakit iya, kalau nggak salah sudah dua tahun ini beliau sakit dan sering mengeluh kok tidak segera sembuh, sambung Djunaedi.

“Atas kejadian ini, kami segera melaporkan ke pihak yang berwajib. Untuk pekerjaan yang ditugaskan dari dinas, saya kira tidak terlalu berat karena kita bebas tugaskan, karena kondisinya itu. Beliau hanya memutus bonggol karcis parkir,” jelas Djunaedi.

Setelah diturunkan, mayat yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit sebelum dibawa ke rumah duka. (Yah/gin)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek Portal Madiun Raya

Para pemilik kios di terminal MPU kota mengeluh, karena aliran listrik di putus oleh Dinas perhubungan.
Adi Sunarno salah satu pemilik warung nasi campur mengatakan, ” sebenarnya pemilik kios disini semua menaati peraturan dan membayar restribusi sesuai dengan prosedur. Namun kenapa pihak dishub tidak memberikan solusi, pasca pemutusan. Akibatnya seluruh pemilik kios yang berada di terminal MPU tidak bisa beraktifitas.

Bagaimana tidak, mau masak tidak bisa, karena tidak ada air, kalau malam jualan harus pakai lilin. Padahal warung disini itu , baru ada pembelinya jika pada malam hari, kata Adi mengeluh.

Ditambahkan pasca ganti kepala terminal MPU kota, banyak perubahan perubahan yang terjadi.Buku tanda kepemilikan hak penggunaan kios sekarang ini sudah ditarik, namun tidak ada tanda terima atau tanda pengganti kepemilikan.

Menanggapi pemutusan listrik Adi menambah kan, memang ada surat pemberitahuan hasil pengecekan sistim kelistrikan di terminal MPU Kota, pada tanggal 9 maret. Yang intinya akan dilakukan pemutusan listrik pada tanggal 23 maret . Tetapi ada lagi surat susulan pada tanggal 23 maret yang intinya, pemutusan listrik pada kios yang menyambung di aliran meter dishub ditunda sampai dengan tanggal 12 april .

Namun kata Adi, pihak dishub juga harus memberikan solusi, agar para pemilik kios bisa berjualan seperti sedia kala. Kita semua siap untuk membayar dan menaati peraturan. Jika ini terus berlarut-larut tanpa ada solusi, banyak warung yang gulung tikar. Bagaimana nasib kami pak, padahal warung ini sebagai sumber penghasilan saya untuk keluarga, kata Adi dengan nada sedih.

Senada yang disampaikan Adi, Siti Jariah pemilik kios no 10 – 11 juga mengeluh, karena mau jualan harus mencari air dulu, karena pompa air tidak menyala. Demikian juga pada saat malam hari, warung menjadi sepi dan tidak ada pembeli, karena suasana sangat gelap, hanya lilin saja yang menerangi.

Karena itu saya minta kebijakan pemerintah, segera mencari solusi, agar listrik bisa segera menyala kembali. Semua teman teman pemilik kios yang jumlahnya 27 orang siap untuk membayar dan menaati peraturan, ” urainya dengan nada sedih. (Ono/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.