,

Madiun, MADIUNRAYA.com

Pemerintah Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun menggelar pelatihan menjahit bagi 13 Ibu-Ibu Rumah Tangga di desa itu.

Menurut Mashuri, BA, pelatihan menjahit yang dilakukan merupakan salah satu program pemberdayaan yang sumber anggarannya berasal dari Dana Desa.

Hal perlu dilakukan, jelas Mashuri BA, adalah untuk membantu meningkatkan perekonomian bagi keluarga mereka.

“Tahun ini kami melakukan program pemberdayaan di Desa Ketawang Kecamatan Dolopo berupa pelatihan menjahit bagi 13 Ibu-Ibu Rumah Tangga disini untuk meningkatkan perekonomian keluarga,”Ucap Mashuri BA, Senin (20/06/2022).

Mashuri berharap, dengan adanya pelatihan itu bisa meningkatkan ketrampilan yang produktif bagi warganya.

“Harapannya agar Ibu-Ibu bisa membantu meningkatkan ketrampilan sehingga menjadi produktif membantu suaminya dalam meningkatkan pendapatan bagi keluarga,” Lanjut Mashuri.

Setelah selesai melakukan Pelatihan, Mashuri menjelaskan para peserta bisa menerima orderan jahit.

“Ini adalah pelatihan yang kedua. Yang pertama dilakukan sebelum Pandemi Covid 19 kemarin. Pelatihan dilakukan selama 40 kali pertemuan. Kami biayai dengan Dana Desa untuk menyediakan peralatan berupa Gunting, Penggaris, Kain untuk pelatihan serta kegiatan pelatihan,” urainya.

Pelatihan tersebut merupakan program yang berkelanjutan.

“Tahun ini menjahit, tahun depan kita buat berbagai pelatihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas Ibu-Ibu. Banyak usulan yang masuk seperti pelatihan membuat kue dan lainnya. Pada prinsipnya, kami (Pemdes Ketawang) akan berbuat untuk meningkatkan produktivitas yang berujung kepada peningkatan kesejahteraan,”tambah Mashuri.

Keahlian yang dimiliki Ibu-Ibu, kata Mashuri, bisa disalurkan ke konveksi dan diharapkan bisa buka usaha jahit secara mandiri.

“Ini adalah pelatihan yang kedua. Pelatihan Tahap pertama diikuti 10 Ibu-Ibu dan ada salah satu yang sudah mampu menerima order untuk seragam sekolah.” Tutup Mashuri, BA.

Sementara menurut Puji Mashuri, Instruktur Pelatihan Menjahit, pelatihan ada 40 kali pertemuan.

“Dari 40 pertemuan itu, 6-8 pertemuan untuk teori dan sisanya untuk praktek secara langsung. Sehingga peserta diharapkan benar-benar mahir dan menguasai teknik menjahit dari awal hingga akhir,” ucap Puji Mashuri.

Adapun yang dipelajari adalah Teknik mengukur, Teknik memotong dan Teknik menjahit serta menerima orderan dari pelanggan.

“Harapannya semoga warga di Desa Ketawang bisa menjahit bajunya sendiri dan bisa menerima orderan dari warga yang membutuhkan jasa jahit sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” Ucap Praktisi Penjahit yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ketawang Kecamatan Dolopo itu.

Mimpi Puji Mashuri, di Desa Ketawang ada konveksi yang bisa melayani warga lokal dan sekitarnya.

“Selama pelatihan, semua alat disediakan panitia termasuk kain ada 3 potong untuk praktek secara langsung dan kami menyediakan mesin jahit. Peserta juga ada yang membawa sehingga kita bisa praktek bersama,” jelasnya.

Puji Mashuri juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendampingi peserta dan sewaktu-waktu bisa berkonsultasi tentang materi menjahit.

Sementara menurut salah satu peserta, Purwati yang sudah mengikuti pelatihan selama dua minggu mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan kegiatan itu.

“Kami diajari membuat pola dasar, mengukur, memotong dan bisa menjahit. Harapannya bisa meningkatkan ekonomi keluarga.” Ucap Purwati. (adv/yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Dolopo – Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun kini bersiap menjadi produsen Pupuk Organik bahkan Bio Gas.

Hal itu disampaikan oleh Mashuri, BA, Kepala Desa Ketawang kepada Awak Media di lokasi Peternakan Sapi milik Kelompok Tani “Tani Jaya”.

“Di desa kami ada kelompok Tani yang bernama “Tani Jaya” yang beranggotakan 20 orang. Awalnya membuat proposal ke Kementerian Pertanian berupa 20 ekor sapi indukkan, Alhamdulillah atas bantuan dari Anggota DPR RI H Muhtarom proposal kami di setujui dan diberikan 20 ekor sapi tersebut untuk Kelompok Tani Jaya yang sudah berlangsung 6 bulan,” Ujar Mashuri, Kamis (29/04/2021).

20 ekor sapi bantuan dari Kementerian Pertanian untuk Kelompok Tani “Tani Jaya” Desa Ketawang Kecamatan Dolopo, kini sudah 9 yang di kawin suntik.

Setelah berjalan 6 bulan terakhir, lanjut Mashuri, dari 20 ekor sapi sudah 9 yang di kawin suntik. “Harapan kami, 20 ekor sapi ini beranak pinak dan terus berkembang,” Lanjut Kepala Desa Ketawang.

Selain berkembang dengan baik, Mashuri BA juga menyampaikan bahwa kotoran sapi yang terus dikumpulkan setiap hari akan dimanfaatkan untuk pembuatan Pupuk Organik dan Bio Gas. “Harapan kami adalah mampu membuat pupuk organik dan pembuatan bio gas. Alhamdulillah, 2 minggu yang lalu sudah disurvey dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk pengadaan alat pengolahan limbah dari kotoran sapi, semoga ini cepat terealisasi,” Terang Mashuri BA.

Sapi Penggemukkan milik Kelompok Tani “Tani Jaya” siap dilepas pada bulan kurban mendatang.

Dengan dibuatnya Pupuk Organik, Kades Ketawang berharap bisa mengurangi ketergantungan petani khususnya Desa Ketawang akan ketergantungan terhadap pupuk kimia apalagi saat ini pupuk kimia sangat mahal. “Pun dengan bio gas, mampu memberikan sumber energi dengan ramah lingkungan karena menggunakan Kotoran Sapi,”Jelas Mashuri BA.

Selain bantuan indukan dari Kementerian Pertanian, Kelompok Tani Jaya Desa Ketawang juga sudah memiliki Sapi Penggemukkan. “Untuk penggemukkan akan dilepas pada bulan besar untuk ibadah kurban kalau sudah memenuhi akan dijual ke jagal lokal dan nantinya akan dibelikan bibit yang baru dan akan terus kita kelola dengan baik.”Pungkas Mashuri, BA, Kepala Desa Ketawang. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.