Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Akibat tersengat aliran Listrik, Muhammad Abizar Alghifari seorang anak  laki-laki, berumur 3  tahun yang beralamatkan di Dukuh Krajan,  RT 02, RW 03, Desa Blembem,  Kecamatan Jambon,  Kabupaten Ponorogo meninggal dunia pada Senin (20/09/2021) kemarin.

Menurut Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto, S.H.pihaknya menerima laporan  pada hari Senin tanggal 20 September 2021, sekira Pukul 16.30 WIB, telah terjadi anak meninggal dunia karena tersengat arus listrik di kamar milik saudara Yunus Desianto warga  di Dusun Krajan, RT 02 RW 03, Desa Blembem, Kecamatan Jambon,  Kabupaten Ponorogo.

“Kronologinya adalah, pada hari Senin tgl 20 September 2021 pukul 16.30 wib, korban bersama dengan saksi FARID dan AQILA sedang  berada dikamar sdr YUNUS menunggu  saksi   AQILA yang sedang ganti pakaian setelah mandi, pada saat menunggu  tersebut saat ganti pakaian, tiba tiba korban memegang dan menarik bola lampu yang sedang menyala dan tergantung di tembok kamar tersebut, saat kejadian saksi FARID sudah memperingatkan kepada korban untuk tidak memegang bola lampu tersebut, namun korban tetap memegang bola lampu tersebut  dan tiba tiba korban jatuh tengkurap kepala di Utara dilantai kamar tersebut,”Terang Kapolsek.

Iptu Nanang Budianto menjelaskan bahwa sesaat setelah kejadian, saksi AQILA memanggil Ayahnya (YUNUS)  yang saat itu berada dibelakang rumah memberi  makan Ayam,  “Saksi YUNUS  segera mendatangi korban yang terjatuh dilantai kamar tersebut kondisi lemas dan dibopong kemudian segera membawa korban keluar dari kamar dan memanggil saksi KARNEN untuk meminta pertolongan dan selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Jambon untuk diberikan pertolongan, namun saat tiba di Puskesmas korban  dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan upaya  pemberian pertolongan di Puskesmas Jambon,”Lanjut Kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi saksi di TKP dan hasil penyelidikan di TKP serta pemeriksaan medis, korban meninggal dunia karena tersengat arus listrik.

“Atas kejadian tersebut,  keluarga korban sudah menerima sebagai musibah dan berusaha untuk ikhlas, tabah selanjutnya keluarga korban  membuat surat pernyataan dan permohonan  tidak  dilakukan otopsi terhadap jasad korban dan sanggup tidak akan menuntut secara Hukum kepada siapa pun atas kejadian tersebut.”Pungkas Kapolsek Jambon. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Jambon – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas menimpa Rizki Faija Admal (9) warga Jambon, Ponorogo. Bocah kelas 3 SD itu ditemukan tewas tenggelam dan terseret arus di DAM Sungkur, Desa Blembem, Ahad (28/03/2021) kemarin.

Sebelumnya bocah kelas 3 SD itu diketahui pergi memancing di DAM setempat bersama 5 orang temannya.

“SPKT Polsek Jambon menerima laporan bahwa ada kejadian anak tenggelam di DAM sungkur,dan petugas pun meluncur ke TKP. Kejadianya pukul 15.30 WIB ” tutur Kapolsek Jambon Iptu Nanang Budiarto,SH, Minggu(28/3/2021)

Kapolsek menjelaskan bahwa Rizki bersama lima rekanya pergi memancing ikan di dam sungkur. Dam ini lokasinya dekat dengan rumah mereka. Saat memancing , Rizki mendapat ikan. Saat akan mengambil ikan dipancingnya,Rizki terjungkal dan masuk dalam DAM.
” Korban berniat mengambil ikan hasil pancinganya yg masih ada dikail. Tetapi tidak sampai dan membuat korban terjungkal ke DAM.”Jelas Kapolsek.

Rizki yang tidak bisa berenang, lanjut Kapolsek akhirnya terseret arus sungai.Hingga akhirnya tidak bisa terselamatkan.

Salah satu rekan korban sempat hendak menolong. Namun juga tidak berhasil. Hingga akhirnya, rekanya bisa diselamatkan warga setempat. Namun nahas nyawa Rizki tidak tertolong, pasalnya korban terseret arus sejauh 500 meter,serta ditemukan dalam keadaan tewas.

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.Kami melakukan identifikasi tidak ada tanda tanda penganiayaan.”pungkas Kapolsek.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang warga Surabaya yang berasal dari Desa Blembem Kecamatan Jambon Ponorogo dikabarkan meninggal dunia setelah dirawat selama 3 hari di RSU Aisyiyah.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Bupati Ponorogo melalui broadcast di WA Group “Salah satu PDP yang disebut seorang ibu 57 tahun dari Desa Blembem meninggal dunia, perlu saya klarifikasi bahwa yang bersangkutan satutusnya bukan warga Blembem, tapi warga Surabaya asli Desa Blembem,” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni, Ahad (10/05).

Lebih lanjut Bupati menjelaskan meskipun KTP nya masih KTP Ponorogo, Ibu itu tinggal di Surabaya. “Beliau bekerja atau jualan di Surabaya, disana kondisinya sakit beberapa hari, lalu oleh anaknya yang masih tinggal di Blembem di jemput, seharus nya dibawa ke rumah sakit di Surabaya, karena protokol nya jika sakit tidak boleh keluar daerah tersebut tanpa izin pemerintah setempat, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Setelah dibawa pulang, Bupati menjelaskan diperjalanan makin sakit. “Akhirnya langsung dibawa ke Aisyah Ponorogo dan tidak sempat dibawa pulang dan hari ini hari ketiga yang bersangkutan meninggal, rapid test nya reaktif, sementara test swab nya hasilnya belum keluar,” Jelas Bupati Ipong Muchlissoni.

Diakhir keterangannya, Bupati menyampaikan bahwa pemakaman yang bersangkutan sesuai protokol Covid 19. “Insya Allah almarhumah husnul khotimah….Amiiiiin.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.