Balong – Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pemerintah Desa Ngampel bertindak cepat dalam rangka penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa.

Sebanyak 97 orang warga penerima BLT DD hadir di balai desa Ngampel pada hari Kamis, (21-5-2020).

Kepala Desa Ngampel Siswanto saat bertemu wartawan mengatakan bahwa hari ini pihaknya membagikan Bantuan Langsung Tunai dari sumber Dana desa yang merupakan bantuan kepada masyarakat terdampak covid19, “Bantuan dari pemerintah berupa uang tunai Rp 600 ribu ini insya Alloh bisa sedikit meringankan beban perekonomian yang ada, karena kita ketahui semuanya bahwa dampak dari covid 19 sangat kita rasakan, dari segala hal termasuk roda perekonomian masyarakat kita, sasaran BLT desa adalah warga miskin yang kehilangan pekerjaan karena virus Corona,” Ucap Kades Siswanto.

Penyaluran Dana BLT Dana Desa kepada 97 warga Desa Ngampel Kecamatan Balong, Ponorogo.

Kemudian, yang paling penting, lanjut Siswanto adalah warga tersebut belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
“Warga penerima bantuan langsung tunai dana desa di Desa Ngampel sebanyak 97 orang dan alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tertib,”jelas Siswanto.

Hadir dalam penyaluran bantuan langsung tunai dana desa seluruh penerima sebanyak 97 orang, Kepala Desa Ngampel beserta seluruh perangkat, babinsa dan babinkamtibmas desa Ngampel Kecamatan Balong Ponorogo.

Peliput : Ahmad Aji Harahap

Penyunting : Agin Wijaya


Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Paguyuban Kepala Desa (PKD) Kabupaten Ponorogo berharap desa di Ponorogo tertib administrasi.
Hal itu disampaikan oleh Mulyadi, salah seorang pengurus PKD Ponorogo mensikapi banyaknya desa yang belum cair Dana Desanya karena salah satu sebab APBDes desa setempat belum selesai disusun. “Kita menyadari bahwa hal itu terjadi karena salah satu sebabnya ada perubahan perangkat desa, Sekretaris Desa yang biasa menangani saat ini ditarik ke instansi lain, pejabat sementara Sekdes yang menggantikan mungkin belum lihai dan kurang SDM nya,” ujar Mulyadi yang juga Kades Sumberejo Balong Ponorogo itu.
Solusinya adalah selalu berkoordinasi dengan perangkat yang lain juga berkoordinasi dengan kecamatan supaya penyusunan APBDes lancar, sambung Mulyadi.
“Kalau tertib administrasi, saya yakin pembangunan di desa akan lancar dan masyarakat akan merasa puas, namun jika administrasi tidak tertib maka pembangunan akan terhambat,” jelas Mulyadi.
Mulyadi juga berharap adanya sinergitas antara Pemkab Ponorogo dengan seluruh desa yang ada. “Jika itu terjadi maka Ponorogo akan menjadi daerah yang maju dan sesuai harapan yang diinginkan yaitu maju, berbudaya dan religius.” Pungkas Mulyadi. (Yah).

Pacitan – Portal Madiun Raya
Anggaran dana desa tahun 2019 mendatang direncanakan naik 73 – 80 Triliun rupiah. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Desa Percepatan Daerah Tertinggal, Eko Putro Sandjojo disela sela kunjungannya ke Pacitan Jawa Timur, Selasa (26/06).

Menurut Menteri Eko, Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada menteri keuangan untuk menaikan anggaran dana desa dari yang sekarang 60 Triliun menjadi 73 hingga 80 triliun untuk tahun 2019 mendatang. “Itu semua tergantung penyerapan dana desa tahun ini, jika penyerapannya bagus maka tahun depan dana desa akan dinaikkan”,ujar Menteri Eko.

Namun sebagaimana instruksi dari Presiden, bahwa dana desa merupakan dana untuk pembangunan desa sehingga harus dikelola dengan baik dengan sistem swakelola artinya pengerjaan proyek dana desa tidak boleh menggunakan kontraktor, sambung Menteri Eko.

“Selain itu, 30% dari anggaran proyek pembangunan dana desa harus digunakan untuk upah, sehingga dengan adanya upah tersebut akan membuat perputaran uang didesa lebih banyak lima kali lipat, harapannya perekonomian di desa akan cepat tumbuh”,lanjut Menteri Eko.

Jadi sekali lagi, tujuan dana desa adalah meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di desa. Maka dari itu pergunakanlah dana desa dengan sebaik mungkin dengan kreatifitas yang sesuai dengan potensi yang ada didesanya masing masing, harap Menteri Eko.

“Dengan dana desa, kita berharap tidak ada lagi daerah atau desa yang tertinggal, karena dengan dana desa akan bisa membangun banyak hal seperti infrastruktur, pemberdayaan dan pembangunan yang lain”,pungkas Menteri Desa PDTT tersebut. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.