Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebanyak 46 warga Ponorogo yang melanggar Protokol Kesehatan yaitu tidak menggunakan masker dihukum oleh Petugas Gabungan  yang menggelar Operasi Yustisi di Jl Bathoro Katong Pasarpon Ponorogo, Senin (11/10).

Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Edi Suyono menjelaskan bahwa Operasi Yustisi tersebut dilakukan oleh aparat gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP dan BPBD yang menyasar warga masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan yaitu tidak memakai masker.

“Kegiatan operasi yustisi ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada masa pandemi covid 19 di wilayah Kabupaten Ponorogo. Operasi yustisi pendisiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan ini dilakukan agar warga betul-betul disiplin mematuhi protokol kesehatan dan apabila ditemukan pelanggaran tidak memakai masker maka ada sanksi,” Ucap Kasat Samapta.

Lebih lanjut AKP Edi menjelaskan, pada Operasi yustisi kali ini ada 46 warga yang melanggar Prokes yang kemudian akan diberikan sanksi.

“Jadi total ada 46 warga yang melanggar Prokes semuanya kita kenakan sanksi baik Sanksi denda administratif, Sangsi sosial dengan Push Up dan menyanyikan lagu kebangsaan Dan Sanksi Teguran Lisan,” ungkapnya

AKP Edy berharap dengan diadakannya OPS Yustisi secara terus menerus kesadaran warga masyarakat akan meningkat dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan saat beraktifitas diluar.

“Kami berharap kepada warga masyarakat apabila beraktifitas paling tidak usahakan memakai masker, karena ini demi kebaikan bersama dimasa pandemi covid 19 yang sampai saat ini belum juga usai,” Pungkas AKP Edy. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama dengan Polres Ponorogo menggelar serbuan vaksinasi dengan target 3700 dosis kepada pelajar SMK Sore Ponorogo, SMK Badegan dan Bertempat di Ponorogo City Centre (PCC), Senin (04/10)

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, usai mengikuti Upacara Ziarah Nasional HUT TNI ke 76 di TMP bersama Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani dan Kabag OPS Polres Ponorogo Kompol Basuki meninjau kegiatan serbuan vaksinasi tersebut.

Bupati Ponorogo H.Sugiri Sancoko melihat antusiasme pelajar di wilayah Ponorogo patut diacungi jempol.

Dia berharap dukungan stok vaksin dari pemerintah pusat bisa terus dikirim sehingga vaksinasi bisa terus, “Vaksinasi terus, Protokol Kesehatan dijalankan dan kegiatan ekonomi dilakukan dengan Prokes,”katanya

Sementara itu Wakapolres Ponorogo mengatakan, kali ini Pihaknya menggelar serbuan vaksinasi dosis II dengan target 3700 kepada pelajar meliputi SMK Pemkab,SMK Sore dan yang terakhir di SMK Badegan Ponorogo.

menurutnya, Pemberian vaksin sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Kegiatan ini juga dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kerumunan, karena penerapan protokol kesehatan (prokes) terus menjadi protap dan wajib ditaati,” Tutup Wakapolres Ponorogo.

Sementara menurut Yanti, pelajar SMK Sore, dirinya bersama dengan teman-temannya memanfaatkan dosis vaksinasi Covid 19.”Karena SMK harus banyak praktik daripada teori maka kami ingin maksimal dalam menyerap ilmu sehingga harus berbaur dengan banyak orang. Untuk itu vaksin ini adalah benteng bagi kami agar terhindar dari Covid 19.” Ucapnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Untuk mempercepat Vaksinasi Covid 19, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan 800 Vaksinator yang siap melakukan Vaksinasi setiap hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko usai mengikuti rapat di Pusdalob, Jum’at (01/10).

Bupati Sugiri Sancoko juga mengapresiasi masyarakat yang sangat antusias mengikuti Vaksinasi. “Luar biasa. Animo masyarakat untuk mengikuti Vaksinasi sangat tinggi. Kalau kita buka online, maka dalam waktu 15 menit daftarnya sudah terisi penuh, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko.

Namun demikian hingga saat ini Bupati menjelaskan pelaksanaan sudah 34% untuk Vaksinasi Dosis I di Kabupaten Ponorogo. “Untuk Dosis II baru 12 %. Untuk itu kami menyiapkan 800 Vaksinator dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta instansi lainnya seperti Kodam maupun Polda untuk membantu mendatangkan dosis vaksin di Ponorogo agar bisa cepat terdistribusi di masyarakat, ” lanjut Bupati Sugiri Sancoko.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sugiri menjelaskan perbedaan Level PPKM antara yang disampaikan oleh Gubernur dan Mendagri yang berbeda. “Memang menurut Assesment Kemenkes RI, Ponorogo itu Level 1, namun menurut In Mendagri, Ponorogo masih level 3. Perbedaannya adalah soal Vaksin saja, In Mendagri melihat Vaksin harus 50% + 1 untuk turun level. Sedangkan kalau dari Assesment Kemenkes melihat kondisi di Lapangan, berapa yang positif, berapa kematian, berapa Vaksin, berapa yang sembuh dan lainnya, jadi hanya itu perbedaannya, ” terang Bupati Sugiri Sancoko.

Untuk itu Bupati Ponorogo akan memaksimalkan Vaksinasi agar level PPKM sesuai In Mendagri bisa segera turun. “Vaksinator sudah siap, masyarakat antusias, kini tinggal dosis Vaksin yang akan kita terus datangkan hingga menuju Ponorogo Zona Hijau. ” Pungkas Bupati Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebanyak 300 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Ponorogo di Jalan Hos Cokroaminoto, disuntik Vaksin jenis Sinovac dosis I Ahad, (26/09/2021).

Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Basuki didampingi Ps. Paur Dokkes Polres Ponorogo Aiptu Imam yang meninjau langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi merah putih di LP sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Kompol Basuki menyampaikan bahwa saat ini TNI-Polri dan Forkopimda Ponorogo terus bersinergi, menggelar percepatan vaksinasi covid 19 kepada semua golongan dengan target menuju Ponorogo Herd Immunity.

“Kegiatan kali ini, kami menyasar warga binaan LP kelas II B Ponorogo, dengan target vaksinasi 300 Dosis I jenis Sinovack, diharapkan segera terbentuknya herd immunity kepada semua golongan masyarakat di Ponorogo, terutama Warga Binaan yang ada disini,” Ujar Kabag Ops Kompol Basuki

Dia berharap, semua element masyarakat ikut mendukung dan mensukseskan percepatan vaksinasi ini dengan mengajak keluarga, teman dan tetangganya yang belum vaksin agar segera memvaksinkan dirinya.

“Saya harap warga tidak lagi takut untuk vaksin, ini aman dan Halal untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid 19,” ucapnya

Kompol Basuki juga menghimbau kepada seluruh warga Ponorogo agar tetap patuh Protokol Kesehatan. “Walaupun sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M.” Tutup Kabag Ops Polres Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wali Kota Madiun, H Maidi, terus melakukan upaya serius agar Kota Madiun bisa masuk ke level 1 PPKM.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Maidi saat menggelar cangkrukan bersama warga di Jalan Husein Palila, Kelurahan Kejuron, Jumat (17/9) malam.

Sebelumnya, Wali Kota Maidi mendatangkan petugas rapid test dari laboratorium swasta untuk langsung melakukan rapid antigen guna memastikan bahwa warga di sekitar lokasi tersebut sehat. Hasilnya, kurang lebih sebanyak 50 orang yang dilakukan test hasilnya negatif.

“Setiap hari saya melakukan pengecekan di kelurahan, saya ingin memastikan masyarakat Kota Madiun sehat,” ungkap Wali Kota dengan nada serius.

Wali Kota menegaskan bahwa pihaknya sedang mengejar ke level 1. “Maka dari itu pada level ini, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pendekar harus kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per minggu,” jelas Wali Kota.

Kejadian rawat inap di rumah sakit kurang dari lima orang per 100 ribu penduduk. Sedangkan angka kematian kurang dari satu orang per 100 ribu penduduk.

“Saat ini kita masih di level 2, maka dari itu kita kejar terus sebagai syarat menuju ke level 1. Saya terus berpesan agar masyarakat olahraga yang tertib, istitahat yang cukup biar imun meningkat,” terang Wali Kota.

Wali Kota Maidi juga menyebutkan bahwa tracing dan vaksinasi harus terus dimasifkan di Kota Madiun.

“Target kita 80 persen sasaran sudah tervaksinasi hingga akhir September ini. Sementara untuk tracing, target kita sebanyak 60 ribu warga terantigen. Dengan harapan agar warga yang terpapar segera ditemukan.
untuk segera dilakukan perawatan dan tidak menulari yang lainnya.”Pungkas Wali Kota Madiu. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Forkopimda Jawa Timur terus kejar capaian target vaksinasi. Kali ini sebanyak 2000 dosis vaksinasi di salurkan untuk Mahasiswa di Universitas Brawijaya (UB) dan Masyarakat Malang Raya, pada Sabtu (18/9/2021) di Gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, Sabtu siang melakukan pengecekan pelaksanaan Vaksinasi sebanyak 2.000 dosis, untuk mahasiswa Universitas Brawijaya dan Masyarakat Malang Raya, hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah, membentuk herd immunity khususnya di lingkungan pelajar.

Kegiatan diawali dengan pengecekan vaksinasi dengan didampingi oleh Rektor Universitas Brawijaya dan Forkopimda Kota Malang, mulai dari tahapan Screening, Pendaftaran, Vaksinasi dan Observasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Vaksinasi ini didukung oleh vaksin dari dinkes Prov. Jatim dengan vaksinator berjumlah 98 tenaga kesehatan dari Kemahasiswaan dan RS Universitas Brawijaya.

Sementara Gubernur Jatim saat melakukan pengecekan vaksinasi di UB Malang mengatakan, Ikhtiar kita kalau misalnya untuk melihat pengendalian covid dimana saja, antara lain dilihat dari positivity rate.

“Nah dari sisi positivity rate maka dihitung testingnya, dihitung testingnya. Testing itu auto rilis. Racing juga auto rilis. Kalau tracing sudah melalui silacak, kalau vaksinasi seperti ini melalui P-care. Jadi proses untuk input data semuanya sudah dilakukan sesuai dengan sistem yang ada di aplikasi masing-masing,” kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah memaparkan, dari kinerja 38 Kabupaten /Kota di Jawa Timur, sinergitas dengan seluruh elemen strategis di Jawa Timur.

“Per tanggal 15 kemarin sudah 37 Kabupaten /kota di Jawa Timur itu zona kuning, kalau zona kuning itu artinya resiko rendah, tinggal satu yang zona orange, zona orange adalah resiko sedang, itu adalah Kota Blitar, tapi kita sudah mengkoordinasikan mudah-mudahan Kota Blitar terus membaik, yang zona kuning sudah bisa menjadi zona hijau dalam seminggu terakhir, ada 21 kabupaten kota yang angka kematian hariannya sudah nol,” paparnya.

“Artinya bahwa insyaallah semua sudah bisa terkontrol terkendali, maka sekarang saya mohon semuanya tetap jaga protokol kesehatan, tetap melakukan percepatan vaksinasi, tidak boleh ada yang kendor, tidak boleh ada yang lengah,” ujar Gubernur Jatim didampingi Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim.

Lanjut Khofifah menjelaskan, level 1 sekarang ini di Jawa Timur ada 10 Kabupaten /kota. Level 2 ada 26 Kabupaten /kota. Sehingga tinggal 2 yang masuk level 3, maka semuanya justru harus sangat waspada jangan sampai lengah, jangan sampai longgar, karena pada saat yang sama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah mulai dilaksanakan.

“Pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah mulai dilakukan. Pembukaan wisata sudah mulai dilakukan secara terbatas bertahap. Lalu mall sudah mulai dibuka terbatas bertahap. Restoran-restoran yang dulu 20 menit, 30 menit sudah 1 jam,” lanjut Gubernur Jatim.

“Tetaplah menjaga protokol kesehatan dengan ketat di seluruh lini. Nah sekarang ini kita harus memaksimalkan vaksinasi terutama di titik-titik yang memang harus kita dorong bersama,” pungkasnya Gubernur Jatim saat berkunjung di Universitas Brawijaya Malang bersama Forkompimda.

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wakil Wali Kota Madiun, Indaraya, dinyatakan Positif Covid 19 setelah melakukan Test Antigen di Puskesmas Ngegong Kota Madiun, Selasa (14/09/2021) siang.

Dalam unggahannya di akun instagram @indaraya, Wakil Wali Kota Madiun itu menyebutkan bahwa jangan takut punya musuh, lawannya musuh disebut Jagoan. “Musuh saya sekarang dan mungkin 14 hari kedepan adalah Covid 19,” Ucap Wawali Indaraya.

Indaraya lantas menyampaikan kronologi Test Antigen yang dilakukan hari ini. “Berawal dari mau check up rahang mesle saya ke Dokter di Surabaya, saya harus Test Antigen dulu. Kemudian petugas dari Puskesmas Ngegong datang dan hasilnya positif. Lalu dilanjutkan dengan Test PCR, yang hasilnya baru keluar nanti sore, semoga negatif, ” Ujar Wakil Wali Kota.

Memang Indaraya mengaku kalau dirinya semlenget. “Setelah mereka sembuh lalu ganti saya. Nggak papa, sakit apapun biasanya seorang Ibu akan selalu bilang sini penyakitnya buat mama semua jangan anak-anaknya, ” Lanjut Wawali Indaraya.

Wakil Wali Kota Madiun itu juga menyampaikan bahwa memang dirinya harus istirahat sejenak. “Harus banyakin berjemur, olahraga, minum vitamin, banyakin makan, dan apapun yang bisa meningkatkan imunitas. ” Pungkas Wakil Wali Kota Indaraya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengumumkan perkembangan terbaru Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Alhamdulillah, berdasarkan Asesmen Situasi yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI per hari ini tidak ada lagi Kabupaten atau Kota di Jawa Timur yang masuk Level 4,” ucap Gubernur Khofifah melalui akun IG @khofifah.ip, Kamis (09/09/2021).

Dengan demikan Kabupaten Ponorogo dan Magetan yang sebelumnya masih Level 4 kini turun menjadi Level 3. “Setelah sebelumnya bebas Zona Merah, kini Jawa Timur bebas Level 4. Kita syukuri dengan tetap waspada dan disiplin Protokol Kesehatan tidak boleh kendor,” lanjut Khofifah.

Khofifah juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan gotong royong semua warga Jawa Timur. “Mohon untuk terus saling menjaga agar Covid 19 terus melandai dan terkendali.” Pungkas Gubernur Khofifah. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.