Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Karena terdampak Pandemi Covid 19, dan belum pernah menerima bantuan sama sekali, sebanyak 388 Pedagang Kecil di Ponorogo menerima Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung ( BTPKLW ). Bantua tersebut berupa uang tunai sebesar Rp1,2 juta. Penyerahan bantuan itu dilakukan di Aula Polres Ponorogo, Rabu (06/10).

Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani menyampaikan bahwa Penyaluran bantuan uang tunai tersebut merupakan Penyaluran Tahap III Polres Ponorogo kepada para PKL di Ponorogo.

“Bantuan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, yang diamanahkan kepada jajaran TNI-Polri untuk membantu teknis penyalurannnya, dengan tajuk Bantuan Tunai-Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW),” Ujarnya.

BTPKLW diberikan dengan tujuan meringankan beban para pedagang kaki lima dan pedagang warung di massa pandemi Covid-19 serta PPKM.

“Untuk penyaluran banyuan tahap III ini sebanyak 388 pedagang kecil, telah terdaftar dan dinyatakan layak dengan memenuhi indikator, telah ditentukan sebagai penerima BTPKLW,” Jelas Kompol Meiridiani.

Dia mengatakan, berdasarkan data, nantinya Polres Ponorogo akan membantu pemerintah untuk menyalurkan BTPKLW dengan target kepada 3500 pedagang kecil, diperkiran awal November bantuan harus sudah tersalurkan.

“Namun untuk menghindari kerumunan, kami menyalurkan secara bertahap sampai awal bulan depan,” Ungkapnya

Lebih lanjut, Meiridiani mengatakan, BTPKLW diberikan kepada pedagang kecil, belum pernah mendapat bantuan sosial sama sekali dari pemerintah, termasuk Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM).

“Syarat tersebut merupakan indikator utama bagi pedagang dapat menerima BTPKLW, ” Terangnya

Dari data pedagang kaki lima dan warung telah dikumpulkan oleh para Bhabinkamtibmas tersebar di wilayah hukum Polres Ponorogo, pihaknya akan melakukan verifikasi.

“Kami verifikasi, untuk menentukan, layak tidaknya sebagai calon penerima,” Katanya

Kompol Meiridiani berharap, agar BTPKLW dapat dimanfaatkan sebaik baiknya oleh para pedagang kecil di tengah pandemi Covid-19, belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

“Tak lupa agar semua masyarakat dan juga pelaku usaha di wilayah kota Ponorogo selalu menerapkan protokol kesehatan demi memutus penyebaran Covid-19,” pungkas Meiridiani.

Sementara menurut salah seorang pedagang, Siti Mutmainah, dirinya mengaku senang dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah itu. “Alhamdulillah buat tambahan modal usaha. Apalagi pasar sudah mulai ramai, namun kita semua harus tetap berhati-hati menjaga kesehatan agar terhindar dari Pandemi Covid 19,” Ucap pedagang makanan di Pasar Pulung itu. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali melaksanakan rapat koordinasi dengan sekretaris daerah kota/kabupaten di wilayahnya. Dalam rapat yang diselenggarakan melalui video conference tersebut, mereka membahas program jaring pengaman sosial dan percepatan penanganan Covid-19.

Dalam rakor tersebut, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengingatkan kembali pentingnya segera melengkapi data-data penerima bantuan langsung tunai (BLT). Apalagi, input data tersebut akan ditutup pada Senin (4/5) pukul 12 malam.

‘’Data harus valid. Jangan sampai ada tumpang tindih penerima bantuan. Semua harus merata,’’ tegasnya.

Mengikuti kegiatan tersebut di Gedung GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto mengatakan bahwa hingga saat ini pemkot sedang mematangkan data penerima. Sehingga, bisa segera dikumpulkan sebelum penutupan nanti malam.

Menurut Rusdiyanto, Kota Madiun mendapatkan jatah hingga 5 ribu penerima BLT. Harapannya, penerima nantinya merupakan orang-orang yang sangat membutuhkan. Serta, belum mendapatkan bantuan dalam bentuk lainnya. ‘’Semua bantuan harus dibagi rata,’’ ujarnya.

Rusdiyanto mengatakan, Pemkot telah menyiapkan berbagai skema bantuan. Mulai dari menyisihkan anggaran khusus dari APBD, mengumpulkan donasi dari masyarakat, ASN, dan pegawai pemkot, hingga bantuan dari pemerintah pusat. (Red)

‘’Anggaran kami siapkan untuk menangani dampak Korona hingga 3 bulan ke depan. Jika wabah ini berlanjut hingga Desember, maka perlu dicari lagi anggaran-anggaran untuk menanganinya,’’ tandasnya. (Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.