Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Puluhan anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Ponorogo mengadakan penggalangan dana terkait bencana sunami dan banjir yang terjadi di selat Sunda, Banten, dan Jember.

Aksi yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29 Desember 2018 dari pukul 08.00 – 10.00 berlangsung di perempatan Pasar Legi dan alun alun Ponorogo. Para aktivis tampak semangat dalam menyampaikan orasinya terkait bencana alam tersebut.

Aksi ini mendapat tanggapan yang lumayan baik dari masyarakat sekitar. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk memberikan uang yang lumayan besar nominalnya.

Selaku koordinator aksi, Mimin mengatakan bahwa bencana yang terjadi di selat Sunda dan Jember lumayan parah sehingga berdampak besar pada lingkungan sekitar. “Untuk itu, sebagai bentuk solidaritas sebagai sesama anak bangsa kita melakukan kegiatan ini. Aksi ini berjalan dengan lancar karena solidnya kader-kader KAMMI Ponorogo dalam hal kemanusiaan”, jelasnya kepada Portalnews Madiunraya.com.

Senada dengan ini ketua KAMMI Daerah Ponorogo Shalahuddin al-khalili mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak utamanya para kader yang telah mensukseskan kegiatan tersebut. “Saya berterima kasih kepada semua kader yang sudah membantu acara ini dan juga masyarakat. Semoga bantuan yang sedikit ini bisa meringankan kondisi saudara kami disana”, ucap Shalahuddin.

Menurut Shalahuddin, Dana yang terkumpul dalam aksi tersebut akan disalurkan melalui perwakilan KAMMI di wilayah bencana dalam bentuk uang. “Anggota KAMMI daerah Ponorogo tentu mempunyai alasan untuk mengadakan penggalangan dana disekitar pasar legi dan alun-alun Ponorogo. Dikarenakan sangat ramainya tempat itu dan strategis untuk menjadi perhitungan.” pungkasnya.

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Gempa bumi yang melanda Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB membuat sejumlah pihak berduka. Tidak terkecuali warga Ponorogo yang tergabung dalam paguyuban Suromenggolo di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Hal tersebut disampaikan oleh Suyadi, Kepala seksi bantuan sosial korban bencana alam dan sosial sekaligus Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial dan P3A Ponorogo. Menurut Suyadi, ada 7 orang warga Ponorogo yang terdampak gempa bumi di Lombok Utara. “Mereka adalah H Joko Wiyono dari Desa Pamenang Kabupaten Lombok Utara (KLU), Ratmin dari Desa Pamenang KLU, Ismari dari Desa Medana Kecamatan Tanjung KLU, Soebyantoro dari BTN Sokong Kecamatan Tanjung KLU, Agus Setyawan dari Desa Lekok Kecamatan Gondang KLU, H. Thohir dari Desa Lekok Kecamatan Gondang KLU, dan Ton Fanani dari Desa Sukadana Kecamatan Bayan KLU, ” urai Suyadi.

Saat ini mereka dalam kondisi sehat didalam pengungsian dan relawan kita sudah berhasil menemui mereka, sambung Yadi, panggilan akrabnya.

“Warga Ponorogo tersebut berdomisili di Lombok karena Transmigrasi dan juga bekerja, saat ini mereka sama dengan warga Lombok Utara yang lain tidak menempati rumah mereka karena khawatir gempa masih terjadi, sehingga mereka tinggal di tenda pengungsian”,jelas Yadi.

Sementara itu, Tagana Ponorogo mengirimkan 5 relawan yang bergabung dengan relawan Provinsi Jawa Timur untuk membuka dapur umum dan memberikan trauma healing bagi anak anak pengungsi. (yah/gin).

PONOROGO, Madiunraya.com – Petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Pulung, Taruna Siaga Bencana bersama masyarakat melakukan evakuasi kerangka dua manusia diduga korban bencana longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur.

Kapolsek Pulung AKP Denny F, Jumat mengatakan petugas gabungan dan masyarakat melakukan evakuasi dengan cara menggali timbunan tanah di lokasi Sektor B bencana longsor yang terjadi pada 1 April 2017.

Petugas gabungan dari Polsek Pulung, Koramil Pulung, Tagana bersama masyarakat melakukan penggalian tanah di Sektor B tanah longsor. Menemukan kerangka dua mayat pada Kamis, (26/4).

Menurut Denny, kerangka mayat yang ditemukan sulit dikenali ciri-ciri fisiknya. Namun petugas bisa menduga jenis kelamin dari pakaian yang masih menyatu di tubuh kerangka mayat.

Jasad pertama sudah tidak utuh. Bagian yang ditemukan hanya batas pinggang sampai kaki. Mengenakan celana jeans potongan sampai lutut dan sabuk hitam, diperkirakan berjenis kelamin laki-laki, ujarnya.

Sedangkan penemuan yang kedua, lanjutnya, relatif masih utuh. Dengan ciri fisik dan pakaian yang dikenakan, diduga berjenis kelamin perempuan.

Penemuan kedua, berambut panjang memakai baju warna merah dan corak motif bunga bergaris. Juga mengenakan BH warna pink, diperkirakan berjenis kelamin perempuan, ujarnya memperkirakan.

Untuk mencari kepastian identitas kedua jasad, kata dia, Polsek Pulung mengirimkannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Hardjono Ponorogo menggunakan kendaraan ambulans Puskesmas Pulung guna dilakukan proses identifikasi.

Seperti diketahui, di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo terjadi tebing longsor yang menimbun 28 orang. Hingga saat ini sebagian besar korban belum ditemukan.

Sumber: Antaranews.com

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.