Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi, SH SIK, merilis kasus Begal Payudara yang terjadi pada Senin (12/04/2021) lalu.

Didepan pewarta, AKP Hendi Septiadi menuturkan bahwa anggotanya bergerak cepat setelah ada laporan dari warga masyarakat tentang peristiwa itu.

Berikut 10 Fakta yang terjadi berdasarkan penelusuran penulis.

  1. Terjadi perbuatan Asusila dengan korban Sdri. RSW, umur 18 th, jenis kelamin perempuan, pelajar kelas SMA, alamat  Kec. Sambit Kab. Ponorogo dan Sdri. ANR, umur 15 th, jenis kelamin perempuan, pelajar kelas SMP, alamat  Kec. Sambit Kab. Ponorogo;
  2. Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 12 April 2021 sekira pukul 16.00 WIB
  3. Kedua korban berboncengan hendak menuju Waduk Bendo dan tiba-tiba diremas payudara nya oleh pelaku.
  4. Korban sempat merekam video dan viral di media sosial
  5. Begal Payudara tersebut dilakukan oleh Tersangka ABH- NDP, umur 14 tahun 4 bulan, jenis kelamin laki-laki, pelajar kelas VIII SMP, alamat Kec. Sawoo Kab. Ponorogo.
  6. Tersangka naik motor Yamaha Vixion warna putih No.Pol AE 4048 VM
  7. Berbekal rekaman video tersebut akhirnya petugas bisa menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa satu unit Sepeda Motor.
  8. Karena tersangka masih dibawah umur, NDP tidak ditahan, namun diwajibkan untuk Wajib Lapor setiap Senin dan Kamis.
  9. Tersangka melanggar Barangsiapa sengaja merusak kesopanan dimuka umum” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281 ayat (1e) KUHP Pasal 281 KUHP 
  10. Tersangka terancam hukuman sesuai Ayat (1e) KUHP Pasal 281 dihukum penjara selama lamanya dua tahun delapan bukan atau denda sebanyak banyanya Rp. 4.500,-

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi menyebutkan bahwa tersangka mengalami masa Pubertas yang Negatif. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

ABH- NDP (14) pelajar kelas VIII SMP, yang merupakan warga Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo diduga mengalami masa Pubertas yang negatif.

Hal tersebut terungkap setelah NDP menjadi tersangka Begal Payudara yang dilakukan di Jalan baru, turut Desa Kemuning Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo beberapa waktu yang lalu.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi SH SIK menyebutkan bahwa yang bersangkutan disangka melanggar Pasal 281 Ayat (1e) KUHP.

“Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 12 April 2021 sekira pukul 16.00 WIB. Korban atas nama RSW, umur 18 th, jenis kelamin perempuan, pelajar kelas SMA, alamat Kec. Sambit Kab. Ponorogo dan ANR, umur 15 th, jenis kelamin perempuan, pelajar kelas SMP, alamat Kec. Sambit Kab. Ponorogo, ” Terang AKP Hendi.

Dari kasus tersebut, kata AKP Hendi, pihaknya menyita 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Vixion warna putih No.Pol AE 4048 VM, “Selain itu 1 (satu) buah helm warna hitam, 1 (satu) potong jaket warna kombinasi hitam dan hijau, ” Jelas Kasat Reskrim.

Adapun kronologi kasus tersebut adalah
pelaku NDP berbuat tidak sopan terhadap kedua orang korban sdri. RSW dan sdri. ANR pada hari Senin tanggal 12 April 2021 sekira pukul 16.00 WIB di Jalan baru kemuning, turut Desa Kemuning Kec. Sambit Kab Ponorogo. “Saat itu terlapor NDP sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna putih No.Pol AE 4048 VM; saat sampai di jln. Desa Kemuning Kec. Sambit Terlapor yang berkendara dari arah timur ke barat berpapasan dengan 4 (empat) orang perempuan yang tidak di kenal sebelumnya sedang berboncengan beriringan menggunakan 2 (dua) unit sepeda motor berkendara dari arah barat ke timur, lalu tiba-tiba muncul nafsu Terlapor dan merasa terangsang dengan perempuan tersebut kemudian Terlapor putar balik kendaraannya dan mengejar serta memepet kedua motor tersebut lalu saat posisi kendaraan Terlapor bersebelahan dengan kendaraan korban kemudian terlapor melakukan perbuatan cabul dengan cara memegang bagian luar payudara sebelah kanan perempuan yang dibonceng di posisi kendaraan yang di belakang yaitu sdr. RSW dengan menggunakan tangan kiri terlapor sambil tangan kanan terlapor berpegangan setir sepeda motornya, kemudian terlapor menuju ke arah kendaraan yang berada di bagian depan dan melakukan perbuatan cabul kembali yaitu memegang bagian luar payudara sebelah kanan perempuan yang dibonceng yaitu sdr. ANR dengan menggunakan tangan kiri Terlapor dan tangan kanannya tetap memegang setri kendaraannya, lalu setelah itu Terlapor kabur dan korban melaporkan masalah ini untuk di proses secara hukum yang berlaku, ” Urai AKP Hendi Septiadi.

Adapun ancaman hukuman kepada Tersangka adalah sesuai pasal 281 KUHP
Ayat (1e) dihukum penjara selama lamanya dua tahun delapan bukan atau denda sebanyak banyanya Rp. 4.500,-
“Terlapor/ABH/ANAK tidak di lakukan Penahanan, dikarenakan masih berusia anak-anak dan mendapatkan jaminan dari Orang tua/ Keluarga sebagai walinya. Untuk ABH/ANAK wajib lapor di Unit PPA setiap hari Senin & Kamis selama proses penyidikan sebagai bentuk pengawasan, selanjutnya akan dilaksanakan proses Diversi untuk ABH/ANAK.”Pungkas AKP Hendi Septiadi. (Yah)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.