PacitanPortalnews Madiunraya
Sebagai bentuk rasa kepedulian, Afghani Wardhana yang merupakan warga Pacitan asli memberikan bantuan kepada Agus, Warga Rt 01 Rw 02 Lingkungan Krajan Kelurahan Pacitan Kecamatan Pacitan yang sedang melaksanakan bedah rumah.

Menurut Afghani yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya itu, dirinya memberikan bantuan kepada warga yang sedang melaksanakan bedah rumah. “Kita berharap dengan bantuan yang kami berikan dapat membantu pengerjaan bedah rumah, sehingga rumah nya cepat selesai dan Pak Agus bersama keluarga dapat tinggal di tempat yang layak, ” Terang Afghani Wardhana.

Saling membantu, lanjut Afghani Wardhana adalah budaya khas Pacitan yang merupakan budaya luhur nenek moyang. “Saling membantu dan bergotong royong harus kita pelihara, karena hal itu warisan nenek moyang, kita juga harus mewariskan kepada generasi keturunan kita, ” lanjut Afghani.

Maka begitu kita mengetahui ada warga yang sedang melaksanakan bedah rumah, kita membantu dengan sejumlah uang. “Semoga bantuan ini berarti bagi Pak Agus dan keluarga hingga memiliki rumah yang sehat dan layak huni. ” Pungkas Afghani.

Sementara Agus, mengucapkan banyak Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Afghani kepadanya. “Terima kasih Pak Afghani, atas bantuannya, semoga Bapak selalu sehat dan urusannya dipermudah oleh Alloh SWT. ” Ucap Agus sambil berkaca-kaca. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ditengah prosesi wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Diploma ke 46, Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo menyerahkan kunci rumah kepada Ibu Eka yang menerima bedah rumah, Sabtu (13/04).

Dalam keterangannya, Rektor Unmuh Ponorogo, Dr Sulthon, M.Si menyatakan bahwa Milad Universitas Muhammadiyah Ponorogo ke-33 dengan tema “Bakti UMPO Untuk Negeri”. “Mengimplementasikan tema tersebut dengan acara Bedah Rumah Ibu Eka, beliau seorang asli Sumatra menikah dengan mualaf bernama Sobi, yang berasal dari dukuh Trenceng. Memiliki 2 orang anak dan sekarang suaminya sudah meninggal dunia dalam keadaan kekurangan. Sampai saat ini Ibu Eka dan dua anaknya masih tinggal bersama mertua dan keluarga adik iparnya dalam satu rumah (3 Kartu Keluarga) dengan rumah yang berdindingkan bambu, di Dukuh Trenceng, Desa Mrican, Kec. Jenangan, Kab. Ponorogo”, jelasnya.

Dengan keadaan 3 Keluarga dalam satu rumah yang dalam kategori tidak layak huni, sangatlah membutuhkan bantuan meteril sehingga mengurangi beban keluarga tersebut.

“Kita berharap bantuan bedah rumah yang diberikan Unmuh Ponorogo dapat membantu kehidupan Ibu Eka”, pungkas Rektor Unmuh.

Ibu Eka yang menerima bantuan tersebut terlihat berkaca kaca dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Ponorogo atas bantuan yang diberikan. (Yah)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.