,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Akibat hujan deras yang melanda di wilayah Kecamatan Balong, sebatang Pohon Jati ambruk ke jalan raya di Desa Singkil, Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, Ahad Sore (06/02/2022).

Menurut Kapolsek Balong, AKP Hariyanto, dilaporkan pada hari Ahad tanggal 7 Januari 2022, sekira pukul 16.00 Wib  sebatang Pohon Jati Ayoman milik Bina Marga Provinsi Jawa Timur tumbang dan menghambat akses jalan raya Ponorogo – Pacitan yang berada di Desa Singkil Kecamatan Balong  Kabupaten Ponorogo.

“Kronologisnya, pada pukul  16.00 WIB, hujan deras disertai angin terjadi selama kurang lebih 30 menit. Sehingga mengakibatkan pohon Jati Ayoman milik Bina Marga Provinsi Jatim yang berada ditepi jalan tersebut tumbang dan menutup sebagian akses Jalan Provinsi Ponorogo – Pacitan masuk yang masuk di wilayah Desa Singkil Balong. Selanjutnya Polsek Bersama Koramil Balong dan warga mengevakuasi pohon sehingga arus lalu lintas dapat normal kembali,”Ucap Kapolsek.

Setelah mendatangi TKP, Kapolsek Balong menyampaikan bahwa pihaknya lalu berkoordinasi dengan Bina Marga Jatim dan Kades Singkil.

“Kemudia bersama masyarakat, kami mengevakuasi pohon. Untuk kerugian materiil dan korban jiwa nihil, kemudian jaringan listrik PLN aman,” jelas Kapolsek, AKP Hariyanto.

Untuk itu Kapolsek menghimbau kepada masyarakat agar selalu berlindung ditempat yang aman saat hujan deras melanda. “Lebih baik berlindung ditempat yang aman saat hujan deras melanda.”pungkas AKP Hariyanto. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Gara-gara terjatuh dari sebuah Pohon Waru, Samuri (63), warga RT 01 RW 01 Dukuh Krajan Desa Ngumpul Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo dikabarkan meninggal dunia pada Senin (31/01/2022).

Menurut Kapolsek Balong, AKP Hariyanto menyampaikan bahwa pihaknya pada hari Senin, tanggal 31 Januari 2022, sekira pukul 09.00 WIB yaitu Unit Reskrim Polsek Balong bersama Piket SPKT  telah mendatangi kejadian orang meninggal dunia karena jatuh dari pohon waru RT 01 RW 01 Dukuh Krajan Desa Ngumpul Kecamatan Balong.

“Warga setempat bernama Budi, (60) melaporkan bahwa salah satu warga Ngumpul atas nama Samuri terjatuh dari Pohon Waru untuk mencari pakan kambing,” ucap Kapolsek, Senin (31/01/2022).

Kronologisnya, pada hari Senin  tanggal 31 Januari 2022 sekira  pukul 09.00 wib,  Korban berangkat mencari makanan kambing dikebun. “Kemudian pada saat itu Korban memanjat Pohon Waru dengan ketinggian sekitar 3 meter, pada saat sampai diatas pohon waru Korban terpeleset kemudian terjatuh kebawah pada saat terjatuh, saksi 1 bernama Budi melihatnya dari Jalan segera menolongnya, Korban masih dalam keadaan hidup masih bernafas tetapi tidak sadarkan diri,”jelas AKP Hariyanto.

Selanjutnya saksi Budi meminta bantuan saksi 2 bernama Saridi dan tetangga lainnya untuk diangkat kejalan raya. “Kebetulan Patroli Polsek Balong melewati Jalan tersebut selanjutnya dinaikkan ke mobil patroli kemudian dibawa ke rumah sakit umum Ponorogo setelah beberapa saat mendapat perawatan Korban dinyatakan meninggal oleh pihiak Rumah sakit umum tersebut,”ujar Kapolsek Balong.

Menurut keterangan keluarga Korban, bahwa korban sebelumnya telah menderita penyakit Jantung. “Dan saat ini dalam tahap pengobatan, sehingga keluarga korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas sebagai musibah,”tambah AKP Hariyanto.

Untuk ciri-ciri mayat, Kapolsek menyampaikan bahwa korban memakai kaos coklat dan celana pendek warna merah. “Hasil pemeriksaan di TKP tidak terdapat tanda-tanda kekerasan diduga Korban mengalami serangan jantung karena jatuh dari pohon tersebut.” Pungkas Kapolsek Balong. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kediaman permanen milik Senun (70) di Dusun Ngrenteng Desa Ngampel Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo yang hangus terbakar, Senin (6/09/2021) sekitar pukul 07.00 WIB ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 150 juta.

Menurut Kapolsek Balong, AKP Hariyanto, kronologis terjadinya kebakaran yang saat itu ditinggal oleh penghuninya tersebut diawali ketika  Pipit melihat rumah Mbah Senun mengeluarkan asap dari ruangan tengah. “Rumah tersebut mengeluarkan api dan dengan cepat api membesar karena tiupan angin yang sangat kencang dan Pipit berteriak minta tolong kepada warga sekitarnya,”Jelas AKP Hariyanto.

BACA JUGA :

Ditinggal aktivitas, Rumah Senun warga Ngampel Balong Ludes terbakar

Warga yang melihat kejadian itu langsung mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. “Kades Ngampel kemudian menghungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta pemadam kebakaran Pemkab Ponorogo untuk memadamkan api, dan api berhasil dipadamkan, namun membakar habis bagian atap bangunan hingga sebagian isi rumah ludes, kerugian ditaksir hingga 150 juta,”Lanjut Kapolsek.

Warga bersama Pemerintah Desa setempat, Tagana, BPBD dan aparat lainnya kini membantu membersihkan material rumah yang terbakar. “Sementara pemilik rumah serta anggota keluarganya  untuk sementara mengungsi ke rumah kerabatnya,”Terang AKP Hariyanto.

Kapolsek Balong AKP Hariyanto SH mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa jaringan listrik yang berada di atap rumah, terutama kondisinya sudah lama. “Agar tidak terjadi kebakaran akibat korsleting listrik pada jaringan.” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Akibat konsleting listrik, sebuah rumah milik Senun (70) di Dusun Ngrenteng Desa Ngampel Kecamatan Balong Ponorogo ludes terbakar, Senin pagi (06/09).

Menurut saksi mata, Fanani, yang merupakan warga setempat, warga sekitar sempat panik karena api tiba-tiba membesar dan dikhawatirkan akan merembet ke rumah warga yang lain.

“Kejadian sekitar pukul 07.00 pagi mas, saat itu rumahnya Pak Senun sedang kosong. Semua beraktivitas, kami pun juga sudah memulai aktivitas seperti berkebun atau berdagang, ” Ucap Fanani.

BACA JUGA :

Akibat Kebakaran Rumah di Desa Ngampel Balong, kerugian ditaksir Rp 150 juta

Fanani menambahkan bahwa saat kejadian warga langsung bahu – membahu berusaha memadamkan api. “Ada juga yang memanggil Pemadaman Kebakaran. Alhamdulillah setelah kurang lebih dua jam dan dibantu warga, api berhasil dipadamkan, ” Jelas Fanani.

Fanani menyebutkan bahwa kebakaran tersebut mengakibatkan kamar dan dapur rusak parah. “Atap roboh dan barang-barang ludes semua. Namun tidak merembet ke bagian depan, ” Ucap Fanani.

Fanani menduga terjadinya kebakaran tersebut karena korsleting listrik. “Kemungkinan karena korsleting listrik, karena api bermula dari kamar. ” Pungkas Fanani. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bonaji (56) warga Dukuh Doyong, Desa Ngampel Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia di Pematang sawah di Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Selasa (25/05).

Menurut Kapolsek Siman, Iptu Yoyok Wijanarko kejadian itu diketahui pukul 05.00 WIB. “Tempat kejadian di persawahan Ngabar Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo pada Selasa pagi, ” Ungkap Kapolsek.

Dari TKP, Iptu Yoyok Wijanarko menyatakan bahwa pihaknya mengambil barang bukti berupa 1 (satu) potong kaos warna coklat, celana biru. “Kronologisnya, pada hari Selasa tanggal 25 Mei 2021, diketahui sekitar pukul 05.30 WIB, saat itu saksi menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di parit persawahan kemudian saksi menghubungi keluarganya selanjutnya korban dibawa pulang menurut keterangan keluarga korban, bahwa korban mengidap penyakit jantung sudah sejak 5 tahun, dan pemeriksaan medis tidak di ketemukan tanda tanda kekerasan, “urai Kapolsek Siman.

Lebih lanjut Iptu Yoyok Wijanarko menyampaikan ciri-ciri Mayat Korban diantaranya Jenis Kelamin laki. “Umur 56 Th, Panjang Mayat 158 Cm, memakai kaos coklat celana bir, Mengeluarkan sperma dan kotoran dan saat ditemukan, korban berada di Parit selebar 1 meter dengan kedalaman 40 Cm, ” Lanjut Kapolsek.

Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan korban diduga kuat meninggal dunia karena sakit jantung. “Selanjutnya Jenazah Korban diserahkan kepada ahli waris guna dilakukan pemakaman sesuai adat istiadat yang berlaku.” Pungkas Kapolsek Siman. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Satu lagi warga Ponorogo, harus dimakamkan di TPU Desa Dadapan, Kecamatan Balong, sesuai protokol kesehatan dengan pengawalan ketat tim gugus tugas Covid-19.

Menurut Kapolsek Balong, AKP Hariyanto yang bersangkutan merupakan warga Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, namun lahir di Ponorogo. Atas nama Janimin usia 61 tahun. “Proses pemakaman dengan cara protokol Covid-19 pada hari Sabtu (9/1) sekitar pukul 9 malam,”tandasnya.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, yang bersangkutan meninggal di IGD RSUD Kertosono, Nganjuk sebelum masuk ruang perawatan. “Hasil Swab PCR belum ada, namun hasil Rapidtest Antibody hasilnya reaktif,”jelasnya.

AKP Hariyanto menambahkan, awalnya yang bersangkutan seminggu sebelumnya bersama teman-temannya taksiah ke Magetan, yang ternyata pasien terkonfirmasi. Sepulang taksiah, pensiunan guru itu merasakan tidak enak badan. “Selanjutkan melakukan pemeriksaan Rapid antigen dan antibodi dengan hasil reaktif. “Hingga meningga hasil Swab PCR belum keluar,”paparnya.

Proses pemakaman berjalan dengan baik, dihadiri pihak kepolisian, Kepala Desa Dadapan, Tenaga Kesehatan, Tim Relawan hingga petugas BPBD Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Rumah warga desa Singkil yang bernama Mbah Benu yang beralamatkan Dukuh Sekedung Desa Singkil Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo pagi dini hari, Sabtu (26/12/2020) pada pukul 02.30 wib di lalap si jago merah yang di duga dari konsleting arus pendek listrik yang berada di kamar depan.

Kebakaran cepat menghanguskan rumah karena ada tiupan angin yang kencang.

Saat terjadi kebakaran Mbah Benu sama keluarganya tidur diruangan belakang saat mendengar suara dari depan terbangun dan di lihatnya kamar depan sudah terbakar dan langsung teriak minta tolong kepada warga sekitar dan membantunya untuk memadamkan api dengan alat seadanya dan Kades Singkil yang mendapatkan laporan dari perangkat desanya langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Brigadir Imam Komari dan pemadam kebakaran.

Api benar benar padam pada pukul 04.30 wib dengan mendatangkan dua unit Damkar kabupaten Ponorogo.

Di tempat terpisah Kapolsek Balong AKP Hariyanto SH membenarkan bahwa di dukuh Sekedung RT 02 RW 01 desa Singkil telah terjadi kebakaran rumah milik Mbah Benu itu. “Sementara kebakaran ini di duga dari konsleting arus pendek listrik yang berada di kamar depan, kami ucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu memadamkan api yang melalap rumah bapak Benu dan kami menghimbau kepada semau warga apabila kamar atau ruangan yang tidak di tempati ataupun saat meninggalkan rumah pastikan aliran listrik di matikan atau tidak menyalakan kipas angin atau benda elektro lainya untuk berjaga jaga supaya tidak terjadi kejadian serupa,” pesan Kapolsek Balong. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pagelaran Seni Reyog di masa pandemi covid 19 di Kecamatan Balong diawali dengan penampilan Reyog dari desa Bulu Kidul Kecamatan Balong Ponorogo pada hari Sabtu(11/7/2020).

Antusiasme penduduk yang ingin menyaksikan sangat luar biasa meskipun harus menjaga jarak aman, pagelaran yang dilaksanakan di halaman rumah kepala desa Bulu Kidul Sayuk Prawiro Husodo S.Pd yang dihadiri dari dinas kesehatan, Babinsa, perangkat desa serta warga lingkungan di sekitar rumah Pak Kepala Desa.

Pagelaran reyog tersebut dilakukan mulai jam 2 sore dengan protokol kesehatan yaitu dengan masker dan pemeriksaan suhu tubuh para pengunjung oleh perangkat desa setempat

Kepala Desa Bulu Kidul Kecamatan Balong Sayuk Prawiro Husodo ,S.Pd mengatakan bahwa pada sore hari ini Desa Bulu Kidul mewakili Kecamatan Balong untuk melaksanakan pagelaran reog serentak setiap tanggal 11 dan pagelaran reyog pada hari pertama setelah pandemi covid-19 di Ponorogo, “Alhamdulillah, antusiasme warga yang kangen dengan reyog cukup banyak yang hadir dan tentunya kita melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, jaga jarak dan tentunya dengan pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan,”jelas Sayuk Prawiro.

Sayuk Prawiro mengharapkan dengan adanya pagelaran reyog ini, kesenian reyog di desa Buru Kidul bisa semakin Lestari dan semakin berkembang dari generasi ke generasi di desa Bulu Kidul

“Ini sekaligus sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi, kekompakan, kekeluargaan, kerukunan antar pemain reyog di Bulu Kidul, ” Terangnya.

Pagelaran reyog yang biasanya dilaksanakan serentak setiap desa di era pandemi covid 19 ini dilaksanakan hanya 1 desa untuk mewakili setiap kecamatan dan kali ini desa Bulu kidul yang mewakili dari wilayah kecamatan Balong. “Pada malam sebelumnya, Bupati Ponorogo, Ipong Mulissoni membuka pagelaran reyog setelah masa pandemi tidak ada pentas reyog. Dan pada malam hari ini,Pembukaan kembali digelar di tengah pandemi. Maka, kita harus mentaati protokol kesehatan di era baru kehidupan Reyog yang kita sebut Reyog New Normal. Jadi Reyogan serentak setiap tanggal 11 nanti, setiap kecamatan menggelar satu Reyog di salah satu desa.” Pungkas Kades Bulu Kidul. (Aji/Gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.