Reporter : Tatang.D

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Rapat paripurna istimewa DPRD kabupaten Trenggalek Rabu (18/7), dengan acara, pengucapan sumpah pengganti antar waktu anggota DPRD kabupaten Trenggalek,
masa keanggotaan tahun 2014 – 2019 .

Dan penetapan terhadap susunan keanggotaan perlengkapan dewan hadir 28 anggota, tidak hadir 16 anggota, dari 44 anggota dewan.

Ketua DPRD Samsul Anam saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa agenda hari ini, pelantikan pengambilan sumpah janji anggota DPRD Pengganti antar waktu, th 2014 – 2019.

“Dimana ketika beberapa waktu yang lalu Jumani anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) meninggal dunia”,jelasnya.

Maka sesuai dengan ketentuan undang undang pengganti antar waktu, suara terbanyak kedua dari Dapil 2 ( Gandusari Kampak, Watulimo ) saudara Jauzi Turseno, itu sesuai dengan keputusan gubernur.

Karena anggota DPRD terhimpun dalam keanggotaan fraksi maupun komisi DPRD,
Jauzi Turseno masuk di Komisi 4, mengganti kan Jumani.

“Dengan lengkap nya jumlah anggota dewan sekarang menjadi 45, harapan saya semakin memperbaiki kinerja anggota dewan, karena kemarin anggotanya kurang”, ujar Samsul.

Kami berharap komisi 4 menjadi lebih baik lagi, membawa aspirasi masyarakat, ungkapnya.

Menanggapi masa jabatan PAW Jauzi, Samsul mengatakan, sesuai dengan SK gubernur anggota dewan periode tahun 2014 – 2919 berakhir pada bulan agustus, tahun dua ribu sembilan belas.

Maka jabatan Jauzi Turseno lebih satu tahun atau (tiga belas bulan).

Sementara itu Jauzi saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa tujuan awal menjadi wakil rakyat, kita akan bekerja sebaik sebaiknya.

Inikan sebagai pengganti antar waktu, jadi kita selesaikan sampai tuntas, ungkapnya.

Selesai pelantikan, saat akan kembali ketempat duduk Jauzi sempat jatuh.
Ditanya penyakit yang dideritanya mantan Ketua DPD PAN Trenggalek ini menjelaskan, “Karena keterlambatan cuci darah”, jelas Jauzi.(Ono/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Mengunjungi simpatisan atau reses, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Bambang Juwono, SH, M Hum di Kabupaten Ponorogo menyampaikan bahaya radikalisme atau terorisme terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bambang Juwono yang lahir di Kecamatan Balong Ponorogo tersebut menegaskan bahwa ideologi radikalisme tidak cocok hidup di Indonesia. “Sebenarnya jumlah mereka itu tidaklah banyak, namun yang membuat mereka terlihat besar adalah mereka berani mati saja”,jelas Bambang.

Ideologi Radikalisme yang dianut oleh mereka tidaklah pas karena kita hidup dalam keadaan yang aman, kecuali kita masih dalam penjajahan apalagi yang dibunuh adalah sesama anak bangsa dan saya yakin sebenarnya mereka tidaklah beragama, karena semua agama melarang kekerasan, sambungnya.

“Untuk itu, dalam kegiatan reses kali ini saya menyampaikan bahwa ideologi mereka harus di lawan dengan kembali ke Pancasila yang merupakan hasil perenungan yang mendalam dari founding father bangsa ini”,lanjut Bambang.

Pancasila yang terdiri dari 5 sila apabila ditarik menjadi tri sila dan menjadi eka sila yaitu Gotong Royong, nilai ini yang terkesan hilang dalam budaya bangsa kita dan sudah kewajiban kita untuk kembali kepada nilai luhur tersebut, pungkas Bambang Juwono.

Bambang Juwono yang mengunjungi Kecamatan Jetis, Badegan dan Jenangan tersebut juga akan berkeliling di wilayah Dapil VII Jatim dengan menyampaikan hal yang sama. (Yah/Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.