Magetan – Madiunraya.com

Nasib naas dialami oleh Ryan Arta Mulya (10 th), siswa Kelas 4 SDN Tapak Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan setelah ditemukan meninggal dunia akibat terpelesat di saluran air saat bermain, Selasa (09/11/2021) sore.

Putra dari Mulyono (45 th) dan Sunarsih (34 th) ditemukan oleh warga dilokasi TKP RT 04 RW 01 Dukuh Serimpi Desa Tapak Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. “Kejadian kurang lebih pukul 14.30 WIB. Sang Nenek terakhir melihat korban bermain air saat hujan lebat,”Ucap AKP Suwardi, Kapolsek Panekan.

Korban semasa hidup yang selalu terlihat ceria

Selama ini menurut Kapolsek, korban tinggal bersama neneknya. “Setelah dilakukan penyelidikan, tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan didalam tubuh korban,”tambahnya.

Untuk itu, korban segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Himbauan kami, agar berhati-hati untuk mengawasi anak-anak. Apalagi jika bermain saat cuaca hujan yang bisa berakibat kecelakaan seperti ini.”Pungkas AKP Suwardi. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya

Seorang anak yang masih duduk di kelas VI SD bernama Rival Fahri pada hari ini Kamis (23/09/2021) sekira pukul 15.30 Wib, ditemukan meninggal dunia yang diduga karena tenggelam di sungai atau Kedung Blabakan Mbah Anom yang berlokasi di Dukuh Asem Growong, Desa Japan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Iptu Yudi Kristiawan, Kapolsek Babadan menuturkan bahwa pihaknya segera meluncur ke lokasi begitu ada laporan dari warga tentang kejadian itu. “Korban atas nama Rival Fahri, (12), yang bersangkutan merupakan pelajar kelas 6 SD, dan beralamatkan di Dukuh Plampitan RT 04 RW 01 Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo,”Jelas Kapolsek.

Untuk Kronologisnya, pada hari ini Kamis tgl 23 September 2021, sekira pukul 15.30 wib, korban bersama kedua temannya mandi di di Dukuh Asem Growong, Desa Japan, Kecamatan Babadan. “Sekira 15 menitan mandi dan berenang ditengah sungai, kedua teman korban menepi untuk istirahat, namun saat itu tidak melihat keberadaan korban. Setelah dicari dan dipanggil2 korban tidak muncul kepermukaan. Mengetahui hal tersebut saksi teriak-teriak  meminta tolong warga sekitar.  Selanjutnya warga sekitar datang untuk memberikan bantuan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babadan,”Urai Iptu Yudi.

Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 1 jam, akhirnya korban ditemukan berada di dasar sungai dalam keadaan meninggal dunia. “Selanjutnya jenasah di bawa ke Puskesmas Setono Jenangan untuk dilakukan pemerikasaan medis/Ver luar,” terang Kapolsek.

Dari TKP, petugas membawa barang bukti berupa 1 potong celana dalam warna cokelat. “Berdasarkan olah TKP, tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dan korban meninggal dunia diduga karena tenggelam,”ujar Iptu Yudi.

Berdasarkan keterangan dari warga sekitar sungai tersebut memang sering digunakan untuk mandi apabila sedang musim kemarau.

“Kedalaman sungai atau TKP kurang lebih 3 (tiga) meter. Atas kejadian tersebut pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah, serta tidak bersedia dilakukan outopsi dibuktikan dengan surat pernyataan. Selanjutnya jenasah di serah terimakan kepada pihak keluarga untuk disemayakan sebagaimana mestinya.”Pungkas Kapolsek Babadan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang anak bernama Ayongta Agrito Dery Alhaky (10), warga Desa Patihan Kidul KecamatanSiman Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Urung-Urung di  Dukuh Sanan Desa Patihan Kidul  Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo, Senin sore (06/09/2021).

Menurut Kapolsek Siman, Iptu Yoyok Wijanarko, korban bernama Ayongta Agrito Dery Alhaky. “Yang bersangkutan berusia 10 tahun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tim BPBD mencarinya karena dilaporkan tenggelam oleh Modin setempat,”Ucap Iptu Yoyok.

Dari TKP, Kapolsek menyampaikan telah ditemukan sebuah celana pendek doreng coklat. “Kronologisnya, pada hari Senin, tanggal 06 september 2021, sekitar pukul 13.30 WIB, Pak Modin mendengar suara anak kecil berteriak minta tolong bahwa temannya ada yang  tenggelam di Sungai Urung Urung utara makam Sanan lingkungan Tanjung RT 01 RW 01 Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo,” terang Iptu Yoyok.

Kejadian tersebut bermula saat anak bernama Messi dan temen temen mencari ikan. “Selanjutnya korban mengajak berenang yang tak lama kemudian menurut saksi, Messi  dan teman temennya minta tolong karena korban tenggelam di kedung. Teman-temannya berusaha membantu korban namun sudah tidak kelihatan selanjutnya meminta tolong kepada warga lingkungan. akhirnya korban ditemukan oleh team BPPD dalam keadaan meninggal dunia dan  tenggelam didasar sungai ( kedung ) di kedalaman + 1,5 m,”Ujar Iptu Yoyok Wijanarko.

Untuk ciri-ciri, Kapolsek membeberkan bahwa tinggi korban sekitar 145 cm. “Korban menggunakan celana pendek doreng warna coklat. Dari Mulut dan hidung mengeluarkan Busa, mengeluarkan vases dari Dubur dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara untuk kedalaman Air kurang lebih 1,5 Meter,  dan lebar sungai 7 Meter.”Pungkas Iptu Yoyok Wijanarko. (Yah/Gin)

Jambon – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas menimpa Rizki Faija Admal (9) warga Jambon, Ponorogo. Bocah kelas 3 SD itu ditemukan tewas tenggelam dan terseret arus di DAM Sungkur, Desa Blembem, Ahad (28/03/2021) kemarin.

Sebelumnya bocah kelas 3 SD itu diketahui pergi memancing di DAM setempat bersama 5 orang temannya.

“SPKT Polsek Jambon menerima laporan bahwa ada kejadian anak tenggelam di DAM sungkur,dan petugas pun meluncur ke TKP. Kejadianya pukul 15.30 WIB ” tutur Kapolsek Jambon Iptu Nanang Budiarto,SH, Minggu(28/3/2021)

Kapolsek menjelaskan bahwa Rizki bersama lima rekanya pergi memancing ikan di dam sungkur. Dam ini lokasinya dekat dengan rumah mereka. Saat memancing , Rizki mendapat ikan. Saat akan mengambil ikan dipancingnya,Rizki terjungkal dan masuk dalam DAM.
” Korban berniat mengambil ikan hasil pancinganya yg masih ada dikail. Tetapi tidak sampai dan membuat korban terjungkal ke DAM.”Jelas Kapolsek.

Rizki yang tidak bisa berenang, lanjut Kapolsek akhirnya terseret arus sungai.Hingga akhirnya tidak bisa terselamatkan.

Salah satu rekan korban sempat hendak menolong. Namun juga tidak berhasil. Hingga akhirnya, rekanya bisa diselamatkan warga setempat. Namun nahas nyawa Rizki tidak tertolong, pasalnya korban terseret arus sejauh 500 meter,serta ditemukan dalam keadaan tewas.

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.Kami melakukan identifikasi tidak ada tanda tanda penganiayaan.”pungkas Kapolsek.

PonorogoPortalnews MADIUN RAYA

Seorang anak berusia 10 tahun, AR, pelajar yang berasal dari Desa Nglarangan Kecamatan Kauman Ponorogo dinyatakan meninggal dunia usai tenggelam di Kolam Renang Dewasa Keraton Ponorogo, Jum’at (27/12/2019).

Menurut KAPOLSEK PONOROGO AKP HARYO KUSBINTORO, S.H, pada hari Jum’at tanggal 27 Desember 2019 sekitar pukul 17.00 WIB Polsek Ponorogo mendatangi TKP Anak meninggal dunia karena tenggelam. ” Jadi Waktu kejadian diketahui sekira pukul 14.00 Wib, TKP di Wahana kolam renang Keraton Ponorogo jl. Alun-alun selatan, ” Ucap Kapolsek.

Kronologisnya adalah, lanjut Kapolsek, pada hari Jumat tanggal 27 Desember 2019 sekira pukul 13.30 wib korban bersama orang tuanya datang ke Keraton Ponorogo untuk berenang, “Sesampainya di kolam renang, korban AR ini berenang di kolam dewasa yang kedalamannya 130 cm, kejadian tersebut tanpa sepengetahuan orang tua dikarenakan pada saat kejadian orang tua korban berada di toilet. Kemudian sekira pukul 14.00 wib penjaga kolam renang berpatroli di seputar kolam renang dan melihat ada anak yang tenggelam, penjaga langsung menolong korban dan mengangkat korban ke permukaan dengan memberikan pertolongan pertama yaitu menekan perut dan memberikan nafas buatan namun korban tidak sadarkan diri,” Lanjut Kapolsek.

Selanjutnya, ujar Kapolsek, Ibu Korban datang menghampiri korban dan penjaga kolam renang. “Untuk selanjutnya korban di bawa ke RSU Muhamadiyah Ponorogo, sesampai di RSU korban tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal oleh dokter sekira jam 14.30 WIB. Selanjutnya korban dilakukan identifikasi, riksa luar secara medis dan diserahkan kepada keluarganya, ” Ujar AKP Haryo.

Adapun ciri-ciri korban, kata Kapolsek, Panjang mayat 130 cm, berat badan 36 Kg, Lebam mayat di punggung bawah, keluar cairan berbusa dari hidung, tidak keluar feses, lidah tergigit. “Setelah dilakukan pemeriksaan kami membuat kesimpulan bahwa pada Korban tidak di ketemukan tanda tanda penganiayaan, korban berenang di kedalaman 130 cm tanpa sepengetahuan orang tua, Korban tidak bisa berenang, di TKP terdapat tulisan peringatan tanda bahaya, di TKP terdapat tanda kedalaman kolam dan keluarga menerima kematian korban sebagai musibah, untuk itu keluarga tidak bersedia untuk dilakukan visum maupun autopsi dengan membubuhkan surat pernyataan mengetahui perangkat desa.” Pungkas AKP Haryo Kusbintoro. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.