Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Agenda peresmian proyek waduk bendo yang telah dimulai sejak tahun 2013 ini akhirnya bisa selesai dan diresmikan oleh Presiden  pada 07 September 2021. Agenda Presiden meresmikan Waduk Bendo di Kabupaten Ponorogo beriringan dengan kegiatan meninjau vaksinasi di tingkat pelajar dan Pondok Pesantren di Kabupaten Ponorogo.

Kunjungan Presiden Joko Widodo di Ponorogo tersebut dimanfaatkan organisasi HMI, IMM, PMII, BEM-U dan kelompok Mahasiswa lainnya yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ponorogo untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Indonesia.

Aspirasi yang mereka sampaian diantaranya ialan terkait Kerusakan lingkungan dan perampasan ruang hidup yang terjadi sejak pemerintahan Presiden Jokowi sudah sangat memprihatinkan.

Selain itu mahasiswa juga menuntut pemerintah untuk segera menuntaskan kasus pembunuhan Munir, dimana hari itu bertepatan juga dengan 17 tahun Munir dibunuh. Mahasiwa menuntut bahwa pembunuhan Munir yg masuk dalam tindak pidana ini seharusnya dimasukkan dalam kasus pelanggaran HAM berat. “Presiden Joko Widodo pernah berjanji dalam kampanyenya bahwa ia akan menyelesaikan kasus-kasus HAM yang belum selesai, tapi mana buktinya, hingga saat ini kasus pembunuhan munir tak kunjung usai, malah pemerintah memasukkan kasusnya sebagai tindak pidana yang artinya apabila kasus tersebut selama kurun waktu 18 tahun tidak terselesaikan maka kasusnya akan ditutup. Dan kita tahu bahwa tahun depan kasus munir telah berumur 18 tahun. Jika kita merujuk pada UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM,  kasus pembunuhan Munir telah memenuhi unsur  untuk dikategorikan dalam pelanggaran HAM Berat” Ujar Cecep Jumadi, Ketua Umum HMI Cabang Ponorogo yang juga ikut serta turun aksi.

Sementara menurut Koordinator Aksi, Khabib Fajar, Penyampaian aspirasi para Mahasiswa yang dilakukan di Kemuning – arah waduk bendo yang diresmikan Presiden – tersebut sebenarnya memuat banyak tuntutan, “Yang pertama Pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap ekonomi, kesehatan, pendidikan, supremasi hukum dan tata kelola pemerintahan terutana upaya sistematis dan transparan dari pusat hingga akar rumput, untuk mampu keluar dari situasi semakin memburuknya covid 19,” Ucapnya.

Yang kedua, Pemerintah harus menjamin kesejahteraan kaum tani klas buruh, seniman, koperasi, umkm dan kelompok usaha lainnya. “Yang ketiga membangun roadmap dan skrenario kebinekaan dari hulu ke hilir tentang konsep dan realisasi percepatan pemulihan ekonomi, formulasi, strategi ketahanan pangan, konservasi dan lingkungan hidup,”Lanjut Khabib.

Yang keempat, menjamin kepastian hukum dan mempertegas arah reformasi, regulasi, serta membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya dalam mengawal segala bentuk perencanaan, perumusan dan realisasi kebijakan yang ditelurkan. “Keempat tuntutan  yang dibawa Aliansi Mahasiwa Ponorogo ini harapannya mampu didengar langsung oleh Bapak Presiden. Aspirasi-aspirasinya sebenarnya sudah pernah disampaikan melalui administratif namun tidak pernah ada balasan dan tidak lanjut, artinya aspirasi yg disampaikan tersebut tidak pernah didengar sehingga aksi demontrasi marupakan jalan terakhir yang bisa ditempuh,”Terang Khabib Fajar.

Menurut Khabib Fajar, aksi yang jalankan oleh Aliansi Mahasiswa Ponorogo sempat menuai hadangan represif dari aparat. Perjalanan masa aksi dihadang dua kali oleh aparat saat menuju waduk bendo.

“Hadangan pertama berhasil ditembus masa aksi walaupun sempat terjadi cekcok dengan para aparatur. Namun hadangan kedua yang dilakukan di Kemuning sangat dijaga ketat oleh aparat. Baku hantam di titik hadangan kedua tersebut tak dapat dihindarkan saat masa aksi baru datang dan dihadang, dipicu oleh salah satu aparat yang memukul salah satu anggota aksi saat masih berada diatas motor,”Ungkap Khabib Fajar.

Pukulan dari salah satu aparat tersebut diketahui oleh masa aksi lainnya sehingga itu menjadi awal baku pukul antara aparat dengan masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ponorogo. “Dan di titik itulah mahasiswa akhirnya menyampaikan aspirasinya karena dirasa aparat semakin banyak dan semakin represif menghadang masa.”Pungkas Khabib Fajar. (Red)

Tinjau Vaksinasi di Ponorogo, Presiden Jokowi targetkan Vaksinasi di Jatim capai 70% di tahun ini

Ponorogo – HARIAN BANGSA

Forkopimda Jawa Timur mendampingi kunjungan Presiden RI Joko Widodo, melakukan kunjungan di berbagai wilayah di Jawa Timur, diantaranya di Ponorogo, dan Blitar, pada Selasa (7/9/2021).

Sementara, Dalam kunjungannya di Ponorogo, Presiden Jokowi di dampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, meninjau pelaksanaan vaksinasi di sejumlah tempat, diantaranya di SMK PGRI 2 Ponorogo, Jl. Soekarno Hatta, Kabupaten Ponorogo, dan Ponpes KH. Syamsuddin, Duri Sawoo, Nologaten Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan Vaksinasi Merdeka ini diperuntukkan bagi siswa SMK PGRI 2 Ponorogo, sebanyak 1.000 dosis jenis sinovac tahap pertama dari TNI, dengan melibatkan 12 vaksinator yang terdiri dari 4 orang Nakes Polri dari R.S. Bhayangkara, 4 orang Nakes dari TNI dan 4 orang Nakes dari Dinkes  Ponorogo.

Setelah melakukan peninjauan vaksinasi, Presiden beserta rombongan Di dua lokasi ini Presiden Jokowi melakukan peninjauan vaksinasi, didampingi pengasuh Ponpes KH. Ayub Ahdiyan Syam mulai dari tahapan Skrining, Pendaftaran, Vaksinasi dan Observasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Serta menyapa pelaksanaan vaksinasi Pondok Pesantren, Tempat Ibadah, Universitas dan Sekolah di 320 lokasi vaksinasi lainnya yang tersebar seluruh di Indonesia dengan capaian 333.170 dosis.

Pelaksanaan vaksinasi di Ponpes KH. Syamsuddin, target capaian vaksinasi kepada 1.000 santri, dibantu tenaga vaksinator sebanyak 32 tenaga kesehatan, dengan rincian dari Polri 17 personel, TNI 6 personel, Dinkes 4 personel dan Relawan 5 personel.

Saat ini pelaksanaan vaksinasi merdeka di Jawa Timur, dengan target capaian 27.770 dosis, namun dalam pelaksanaannya telah mencapai 58.288 dosis vaksin Polri yang terlaksana di 50 lokasi.

Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi juga menyapa para santri secara virtual, dengan Ponpes di seluruh Indonesia yang juga melaksanakan vaksinasi.

Selain itu, Presiden Jokowi berharap target 70% vaksinasi di Jatim dapat diselesaikan pada akhir tahun, namun jika dalam waktu dekat dapat diselesaikan akan lebih baik.

“Terimakasih atas kerja keras kita semua, semoga dengan kecepatan vaksin yang telah kita lakukan, penyebaran covid-19 dapat kita kurangi, bisa kita hentikan,” ucap Jokowi saat berkunjung di Ponpes KH. Syamsuddin, Kabupaten Ponorogo.

“Terutama saya titip, kecepatan vaksinasi, dan Protokol Kesehatan. Yang kedua utamanya juga kalo memang ada kasus – kasus meskipun sedikit tetap bisa dimasukkan ke isolasi tetpusat yang telah disiapkan,” Pungkas Presiden Joko Widodo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.