Madiun KotaPortalnews Madiunraya

Sebanyak 5 pasangan bukan suami isteri yang dirazia jajaran Polresta Madiun dikenai pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Hal tersebut diungkap oleh Kapolresta Madiun, AKBP Bobby Aria Prakasa dalam pers release dengan awak media di halaman Mapolresta Madiun, Jum’at (17/01).

Menurut Kapolresta, pihaknya mengamankan 13 pasangan bukan suami isteri. “Mereka adalah PW dan TA, D dan H, MY dan AN, OF dan ID, PE dan SU, SU dan SUN, BS dan SW, AH dan FJ, RW dan DN, DW dan YA, NT dan ER, DA dan FL, ” Terang AKBP Bobby Aria Prakasa.

Mereka, kata Kapolresta, disangka melanggar Perda Kota Madiun pasal 8 huruf i pasal 11 ayat 1 no 08 tahun 2010. “Perda tersebut berisi tentang penyelenggara ketentraman dan ketertiban umum, diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda maksimal 5 juta, ” Pungkas Kapolresta Madiun, AKBP Bobby Aria Prakasa. (Yah/Gin).

Pewarta: Yahya Ali Rahmawan

Redaktur: Agin Wijaya

Madiun KotaPortalnews Madiunraya

Lima orang pemakai dan pengedar Narkoba di bekuk jajaran Polresta Madiun dalam kurun waktu dua minggu, akhir Desember 2019 hingga minggu kedua Januari 2020.

Menurut Kapolresta Madiun, AKBP R Bobby Aria Prakasa, SIK, pihaknya terus bekerja keras memberantas peredaran obat-obatan terlarang. “Selama dua minggu ini, kita berhasil mengamankan 5 tersangka pelaku penyalahgunaan Narkoba, baik pemakai maupun pengedar, ” Ucap Kapolresta, Jum’at (17/01/2020).

Kelima tersangka tersebut, lanjut AKBP Bobby adalah AS, HS, EPY, DS, dan HD. “Adapun total barang bukti yang kita amankan adalah Sabu sebanyak 26,1 gram, 2 extasy, 2 unit sepeda motor dan 2 HP, ” Lanjut Kapolresta Madiun.

Kepada para tersangka, kata Kapolresta, akan kita sangka melanggar UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara. ” Pungkas AKBP R Bobby Aria Prakasa, SIK. (Yah/Gin).

Pewarta: Yahya Ali Rahmawan

Redaktur: Agin Wijaya

Madiun KotaPortalnews Madiunraya

Seorang pencuri spesialis kotak amal atas nama SNW (30), diamankan jajaran Polresta Madiun.

Tidak tanggung-tanggung, 6 masjid menjadi sasarannya dengan kerugian total Rp 1,7 juta.

Menurut Kapolresta Madiun, AKBP R Bobby Aria Prakasa SIK, pihaknya mengamankan tersangka pencurian kotak amal masjid dengan beberapa barang bukti. “Diantaranya 4 buah kotak amal yang kondisinya pecah dan uang sisa hasil pencurian sejumlah 64 ribu rupiah, ” Terang Kapolresta, Jum’at (17/01/2020).

Pelaku, lanjut Kapolresta, menggunakan alat untuk membuka kotak amal tersebut. “Setelah berhasil membuka kotak amal, pelaku lalu mengambil uang yang ada didalamnya, total dari 6 masjid, pelaku berhasil membawa uang 1,7 juta, ” Lanjut Kapolresta.

Kepada tersangka, AKBP Bobby Aria Prakasa, menjelaskan akan disangka melanggar pasal 363 KUHP. “Ancamannya 7 tahun penjara. ” Pungkas Kapolresta, AKBP R Bobby Aria Prakasa, SIK. (Yah/Gin).

Pewarta: Yahya Ali Rahmawan

Redaktur: Agin Wijaya

Madiun Kota – Portalnews Madiun raya

Seorang Perwira Menengah di jajaran Polresta Madiun, AKP Heru Nurtjahyono diberhentikan dengan tidak hormat dalam upacara di Halaman Mapolresta Madiun, Jum’at (17/01/2020).

Pemberhentian Tidak Hormat anggota Polresta Madiun tersebut disampaikan langsung oleh Kapolresta Madiun, AKBP R Bobby Aria Prakasa SIK.

Karena yang bersangkutan tidak hadir dalam upacara tersebut foto AKP Heru Nurtjahyono dibawa sebagai ganti dalam prosesi ceremonial.

Dalam sambutannya, Kapolresta AKBP R Bobby Aria Prakasa menyebutkan bahwa keputusan pemberhentian tidak hormat berdasarkan keputusan Kapolda Jatim Kep/1549/IX/2019. “Selain itu juga berdasarkan Keputusan Kapolri Kep/2528/XII/2019 tanggal 27 Desember 2019 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat anggota Polri atas nama Heru Nurtjahyono, ” Terang Kapolresta.

Saat ini, lanjut Kapolresta Madiun, yang bersangkutan juga mendapat vonis penjara dari Pengadilan selama 2 tahun 6 bulan penjara. “Harapan kita kepada yang bersangkutan setelah ini agar menjadi masyarakat yang baik, ” Lanjut AKBP Bobby.

Harapan kepada anggota Polri yang lain, Kata AKBP Bobby adalah melaksanakan amanat Promoter Polri. “Jadi kepada anggota yang berprestasi akan kita berikan reward, sedang kepada anggota yang melanggar kode etik akan kita berikan punishment. ” Pungkas Kapolresta Madiun.

Sebelumnya diberitakan, AKP Heru Nurtjahyono dinyatakan bersalah dalam kasus penggelapan uang koperasi di Polresta Madiun senilai 1,3 milyar. (Yah/Gin).

Pewarta: Yahya Ali Rahmawan

Redaktur: Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.