Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dampak sosial Covid 19 akan semakin terasa bagi masyarakat Ponorogo setelah Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Kabupaten Ponorogo memberikan pengumuman Pasar Malam Lebaran tahun ini ditiadakan.

Pengumuman itu dilakukan oleh Dinas Perdakum melalui sebuah surat pemberitahuan tertanggal 30 April 2020 dan ditujukan kepada pengelola mainan dan pedagang pasar malam di Aloon-aloon Ponorogo.

Surat yang ditandatangani Kepala Dinas Perdakum Ponorogo tersebut menjelaskan bahwa Pasar Malam Hari Raya Idul Fitri 1441 H dilarang atau ditiadakan.

Menurut Kepala Dinas Perdakum Kabupaten Ponorogo, Addin Andhanawarih, pihaknya melarang kegiatan yang sudah membudaya bagi masyarakat Ponorogo menjelang lebaran itu lantaran pandemi Covid-19. “Sesuai dengan aturan dari Pemerintah dan Maklumat dari Kapolri yang melarang kegiatan dengan pengumpulan massa untuk mencegah persebaran Covid -19,” Ucap Addin kepada awak media, Kamis (30/04/2020).

Addin juga menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola mainan dan pedagang pasar malam di aloon-aloon Ponorogo. “Disatu sisi kita ingin kegiatan ekonomi terus tumbuh, namun kita juga ingin persebaran covid 19 ini segera berhenti maka kita mengambil keputusan untuk patuh terhadap anjuran dari pemerintah yaitu mengutamakan kesehatan terlebih dahulu,” Lanjut Addin.

Selama ini, kata Addin, kegiatan perdagangan di Aloon-aloon Ponorogo juga sudah berhenti semenjak Physical Distancing diterapkan oleh Polres Ponorogo diseputaran pusat kota tersebut. “Sudah sebulan lebih pedagang di aloon-aloon tidak berjualan, dampak ekonomi pasti, namun kita tetap mengutamakan kesehatan, semoga pandemi ini segera berakhir dan kehidupan berjalan normal kembali.” Pungkas Addin. (Red)

Blitar – Portalnews Madiun Raya

Jelang laga semi final Piala Gubernur Jatim 2020 yang berlangsung di Stadion Supriyadi, Kota Blitar, Selasa (18/2/2020) dua kelompok masa supporter Persebaya Surabaya dan Arema Malang bentrok.

Bonek dan Aremania mulai bentrok setelah bertemu dikawasan Pasar Hewan Dimoro, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Menurut Kapolres Kota Blitar, AKBP L. M Sinambela yang menyampaikan bahwa terjadi kericuhan antar suporter di sekitar Pasar Hewan Dimoro. “Informasinya, ada empat unit sepeda motor yang dibakar dan ada satu orang terluka dalam kericuhan itu”, ucap Kapolres Kota Blitar.

Saat ini masih ditangani oleh petugas, lanjut Kapolres, kami belum tahu detailnya. Kejadian seperti ini sebenarnya tidak perlu,” lanjut AKBP Leonard M Sinambela.

Memang kalau terjadi pertemuan antar dua kelompok supporter, kata Kapolres, rawan terjadi bentrok. “Saat ini kami berusaha memisahkan dua kelompok supporter itu, untuk massa suporter pendukung Arema berkumpul di kawasan PIPP,” jelas AKBP Leonard.

Pihaknya juga akan menghalau suporter Arema yang hendak masuk ke wilayah Kota Blitar. “Sebagian suporter Arema berkumpul di PIPP dan kalau ada suporter lagi yang hendak masuk ke Kota Blitar akan kami halau. Mereka kami suruh kembali ke Malang dengan pengawalan. Kalau tetap ingin menonton akan kami bawa ke Batalyon 511 untuk nonton bareng di sana,” ujarnya.

Untuk massa suporter Persebaya saat ini berkumpul di Jl Kali Brantas atau di barat Stadion Supriyadi. “Kami masih menghalau suporter Persebaya agar tidak mendekat ke kawasan Stadion Supriyadi, saat ini, kami berkonsentrasi memisahkan kelompok suporter agar tidak bertemu.” Pungkas AKBP Leonard.

Akibat kerusuhan itu, laga semi final Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya Surabaya dan Arema FC digelar di Stadion Supriyadi, Kota Blitar, Selasa (18/2/2020) pukul 15.30 WIB digelar tanpa penonton. (Yah/Gin)

PonorogoPortalnews Madiunraya.com

Kurang lebih 50 ribu pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo menghadiri kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB) di Alun-alun Ponorogo, Ahad (05/01/2020).

Kegiatan tahunan yang digelar kali ketiga di Ponorogo tersebut di apresiasi oleh PSHT Pusat Madiun dengan memberikan Piagam penghargaan sebagai Cabang Terbaik. “PSHT Cabang Ponorogo merupakan cabang yang berhasil menggelar acara dalam skala yang terbesar di antara cabang yang lainnya, ” Ucap Roko Mas Murdjoko, Ketua PSHT Pusat Madiun.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Cabang PSHT Ponorogo, Prijono Budi Setiawan, kegiatan besar ini melibatkan 3000 orang panitia. “Harapan kita dengan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi kepada Ponorogo, Jawa Timur dan Indonesia supaya selalu dalam perlindungan Alloh SWT, Tuhan yang Maha Kuasa dan dijauhkan dari marah bahaya, ” Ucap Roko Mas Budi, panggilan akrabnya.

Roko Mas Budi juga mengajak kepada seluruh anggota PSHT untuk kembali kepada ajaran suci PSHT. “Kita harus berpegang teguh kepada ajaran Setia Hati yaitu persaudaraan dan menggunakan Hati Nurani kita dalam setiap langkah kehidupan supaya tercapai apa yang menjadi cita-cita kita yaitu menjadi manusia sepenuhnya. ” Pungkas Roko Mas Budi.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Ini adalah bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah kita terima dari Alloh SWT dan kita berdo’a agar dijauhkan dari marabahaya dan bencana. ” Ucap Bupati Ponorogo.

Sebelum kegiatan dimulai, pertunjukan Reyog Pencak Silat yang para pemainnya merupakan atlit PSHT Cabang Ponorogo memukau hadirin.

Jajaran Forkopimda Ponorogo terlihat hadir dalam kegiatan tersebut termasuk Atlit peraih Emas Asian Games dari Ponorogo, Aji Bangkit Pamungkas. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmatan

Redaktur : Agin Wijaya

PonorogoPortalnews MADIUN RAYA

Sesuai dengan Program Kerja (Proker) yang telah ditetapkan, DPD Lembaga Pengawasan dan Investigasi (LPI) Tindak Pidana Korupsi Kabupaten Ponorogo akan menggelar restrukturisasi kepengurusan di tahun 2020.

Hal itu disampaikan oleh Agus Nugroho, Ketua LPI Tipikor Ponorogo kepada Portalnews Madiunraya, Senin (30/12/2019).

Mengawali tahun 2020 ini, LPI Tipikor Ponorogo akan mengadakan restrukturisasi kepengurusan sebagai bentuk gerak cepat melawan para koruptor di Bumi Reyog”, ucap Agus Nugroho.

Sementara menurut Sekretaris Jenderal LPI Tipikor Pusat, Nanang Suryono atau yang biasa disebut dengan Gus Anam yang kebetulan menyambangi LPI Tipikor Ponorogo menyampaikan bahwa lembaga yang beralamatkan di Jl Menur 56 Ponorogo itu akan konsen memerangi korupsi di Bumi Reyog.

Lembaga Pengawasan dan Investigasi Tipikor Ponorogo

Jangan sampai koruptor bebas bergerak di Bumi Reyog, kami sekuat tenaga akan melawan para koruptor, ini kami lakukan agar daerah tercinta ini bebas dari korupsi yang endingnya merugikan masyarakat, semua dana pemerintah harus sampai kepada masyarakat melalui berbagai program yang dilaksanakan dan jangan sampai disunat oleh para koruptor, salam Ponorogo bebas dari korupsi, ” Ujar Gus Anam.

Sedangkan menurut Nanang Wibowo kabiro Hubungan antar lembaga membenarkan juga akan segera merangsek ke lembaga negara lainnya sesuai progam Joko Widodo, Presiden RI saat ini.

“Tidak ada zona nyaman bagi siapapun demi tegaknya supremasi hukum khusunya Tindakan Pidana Korupsi, ” Ucap Nanang dengan tegas.

Saat ini kepengurusan LPI Tipikor digawangi oleh Agus Nugroho sebagai Ketua dan Eko Wahyudi sebagai Kabid Intelijen. (Nang/Gin).

Pewarta : Nanang Wibowo

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.