PONOROGO – Portalnews Madiun raya.com

Menjelang pesta demokrasi 17 April 2019, Polres Ponorogo intensif melakukan persiapan untuk mengamankan wilayah hukumnya di Kabupaten Ponorogo.

Menurut Paur Humas Polres Ponorogo, Ipda Satriyo yang menyatakan bahwa perkembangan dinamika pesta demokrasi 2019 semakin hari terasa semakin dekat. ” Polri sebagai aparat keamanan tentunya telah siap siaga dengan segala kesiapan anggota maupun sarana prasarana untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Ponorogo”, terang Ipda Satriyo.

Seperti yang diamanatkan dalam Undang Undang bahwa Polri bersifat netral dan tidak berpihak dalam pesta demokrasi dan Polri bertugas untuk menjaga dan mengawal tiap proses pesta demokrasi baik Pilleg maupun Pilpres 2019, sambungnya.

“Untuk itulah Polres Ponorogo tingkatkan pelatihan Dalmas kepada anggotanya. Seperti yang dilakukan hari ini Rabu , (09/01/2019) bertempat di halaman Polres Ponorogo yang di ikuti oleh anggota Polres Ponorogo dan personel polsek jajaran polres Ponorogo melaksanakan latihan Dalmas,” jelas Satriyo.

Teriknya mentari tidak menyurutkan semangat anggota Polres Ponorogo dalam melaksanakan latihan dalmas yang di sampaikan oleh pemateri Ipda Joko Triono Kanit Pam Obvit Sat Sabhara Polres Ponorogo bersama Team.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.S.i.k.M.Hum. menjelaskan bahwa latihan Dalmas ini sudah rutin dilaksanakan dan menjadi agenda kegiatan namun menjelang Pileg dan Pilpres 2019 lebih di tingkatkan intensitas pelatihanya.

“Pelatihan dalmas sudah menjadi program rutin Polres Ponorogo dengan latihan tentunya anggota akan siap fisik maupun mental dalam melaksanakan tugas di lapangan.” Jelas Kapolres. (Yah/gin).

Ponorogo – Madiunraya.com

Dalam rangka mengembalikan kejayaan batik yang ada di Ponorogo, Unmuh Ponorogo mengadakan kerjasama dalam mengembangkan batik, baik batik tulis, dan batik cap, hal tersebut di laksanakan dengan beberapa pengusaha batik yang sudah berjalan tiga hari, pada hari Senin s.d Rabu, 19/9/2018 di adakan penutupan pelatihan di balai kelurahan Patihan Wetan yang ditutup oleh Lurah Patihan Wetan.

Dosen pembimbing sekaligus ketua tim program kemitraan dengan masyarakat, Dr. H. Bambang Widyahseno, M.Si, dosen FISIP Unmuh Ponorogo mengatakan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari program kerjasama antara Universitas Muhammadiyah ponorogo yang bekerjasama dengan kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi), “Pada saat ini kita bekerja sama dengan kelurahan patihan wetan dan Bu Elmi yang merupakan pengusaha batik di kelurahan tersebut, di harapkan nanti para warga bisa memproduksi batik yang nantinya bisa menjadi ikon dari kelurahan Patihan Wetan. Unmuh Ponorogo merupakan penyalur program yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Bambang.

Setelah pelatihan ini selesai di harapkan nanti bisa membuat suatu kelompok yang bisa bekerja sama dalam membuat batik, sambung Bambang Widiyahseno.

Sementara itu Leila Maurita,S.Stp. Msi Lurah Patihan Wetan sangat puas dengan pelatihan yang bekerja sama dengan Unmuh Ponorogo walaupun hanya tiga hari, “Dalam rentang tiga hari tersebut semua warga yang mengikuti sangat antusias dan merasa kurang lama pelatihannya, dan kedepannya diharapkan semua warga bisa menghasilkan karya-karya batik yang bisa di jadikan sumber ekonomi, walaupun sumber utama ekonomi dari suami,”jelas Leila.

Hadir dalam acara ini Lurah Patihan Wetan beserta perangkat, ketua tim program kemitraan unmuh ponorogo beserta mahasiswa, dan para peserta pelatihan batik. (RAP/SNJ)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Diandra Edrania Mutiara Syifa, siswa kelas V SDN 1 Mangkujayan Ponorogo berhasil masuk babak final Thole Genduk Ponorogo tahun 2018.

Diandra yang juga pernah mengikuti ajang pencarian bakat The Voice Kids yang digelar Global TV tersebut memiliki talenta yang luar biasa dibidang seni musik.

Menurut Ayah Diandra, Setyo, putrinya memang hobi menyanyi sejak kecil. “Diandra sering mengikuti lomba musik di Ponorogo dan karesidenan Madiun,” terang Setyo.

Alhamdulillah, diajang Thole Genduk Ponorogo tahun 2018 ini, Diandra masuk babak final yang akan digelar tanggal 15 September 2018, sambung Setyo.

“Saat ini Diandra fokus menghadapi babak final, dan kami mohon dukungan dari masyarakat Ponorogo dengan berkirim SMS dengan format : Gendhuk2018(spasi)02 kirim ke 3439,” lanjut Setyo.

Atas dukungan dari masyarakat kami sampaikan banyak terima kasih, pungkas Setyo. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Setelah tampil memukau di depan Tim Juri, Grup Reyog Singo Sumowicitro SMP 2 Kauman Kabupaten Ponorogo dinyatakan menjadi Juara 1 dalam Festival Reyog Mini ke 16 tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Tim Penilai Festival Reyog Mini ke 16 tahun 2018 dalam penutupan Grebeg Suro tahun 2018 di Panggung Utama Alon-alon Ponorogo, Senin (10/09).

Tim Penilai yang terdiri dari Gatot Eko Triyono (ketua merangkap anggota), Anggono Kusumo Wibowo dan Dedi Satya Amijaya menyatakan bahwa Grup Reyog Singo Sumowicitro SMP 2 Kauman tersebut memiliki nilai tertinggi dalam Festival Reyog Mini ke 16 tahun 2018 yang diikuti oleh puluhan peserta.

“Setelah sidang, kami tim penilai menjatuhkan kepada Grup Reyog Singo Sumowicitro SMP 2 Kauman Ponorogo nomor penampilan 22 sebagai Juara 1 Festival Reyog Mini ke 16 tahun 2018,” ujar Anggono Kusumo, yang membacakan Berita Acara penilaian dan disambut tepuk tangan yang meriah dari hadirin.

Tidak hanya Juara 1 dalam Festival Reyog Mini, Grup Reyog Singo Sumowicitro juga menorehkan prestasi yang lain dimana penata tari grup reyog tersebut yaitu Ridwan Miftahul Aji, S.Pd juga menjadi penata tari terbaik. Selain itu, Prasetyo, juga menjadi penata iringan terbaik dalam festival reyog mini ke 16 tahun 2018.

Dengan prestasi tersebut maka Grup Reyog Singo Sumowicitro SMP 2 Kauman Ponorogo berhak membawa piala Suromenggolo dan memperoleh pagam penghargaan serta uang pembinaan. Bupati Ponorogo, Drs H. Ipong Muchlissoni menyerahkan langsung Piala Suromenggolo kepada Grup Reyog Singo Sumowicitro di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo.

Bupati Ipong juga mengucapkan selamat atas tercapainya prestasi tersebut dan meminta untuk tetap melestarikan Seni Reyog dengan mengajarkan kepada generasi muda. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Pembukaan Grebeg Suro tahun 2018 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 tahun berlangsung meriah di Panggung Utama Alun alun Kabupaten Ponorogo, Sabtu malam (01/09).
Puluhan kegiatan telah terjadwal untuk memeriahkan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ponorogo tersebut. Seperti Festival Reyog Mini, Festival Nasional Reyog, Kejurda Paralayang, dan kegiatan budaya yang lain.
Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dr Ali Mufti, S.Ag MM dalam wawancaranya mengungkapkan bahwa segenap Anggota Legislatif di DPRD Ponorogo mendukung pelaksanaan Grebeg Suro yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 tahun. “Ini adalah pesta rakyat yang sudah berlangsung sejak lama, kita harus mendukung ini, karena selain sebagai pelestarian budaya reyog ini juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ucap Ali Mufti.
Selain itu, perayaan Grebeg Suro dan hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke 522 juga mengundang para turis baik domestik maupun turis mancanegara untuk berkunjung ke Ponorogo, kita meminta kepada Pemkab Ponorogo untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, sambung Ali Mufti.

KETUA DPRD BERSAMA FORKOPIMDA PONOROGO SAAT PEMBUKAAN GREBEG SURO 2018
KETUA DPRD BERSAMA FORKOPIMDA PONOROGO SAAT PEMBUKAAN GREBEG SURO 2018

“Mewakili segenap pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, kami mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Ponorogo dan Selamat atas pelaksanaan Grebeg Suro tahun 2018, semoga sukses dan membawa manfaat bagi masyarakat Ponorogo.” Pungkas Ali Mufti.
Sementara dalam sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni menyatakan bahwa Grebeg Suro merupakan moment kebangkitan pariwisata di Ponorogo. “Karena pada tahun 2019, kita menetapkan sebagai tahun pariwisata bagi Kabupaten Ponorogo,” jelas Bupati.
Mengapa Pariwisata ? Karena Ponorogo memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain, seperti Reyog yang sudah mendunia, wisata religi juga banyak di Ponorogo, wisata alam juga tidak kalah menarik, tinggal pengelolan dan promosi kita saja, sambung Sang Bupati.
“Saat ini ada 100 desa di Ponorogo yang menyiapkan diri sebagai desa wisata, seperti Desa Tatung Kecamatan Balong Ponorogo yang memiliki wahana paralayang yang menurut para ahli terbaik kedua di dunia setelah gunung di Slovenia, ini yang harus kita kembangkan, ” lanjut Ipong Muchlissoni.
Dengan fokus di Pariwisata kita berharap perputaran ekonomi di Ponorogo akan semakin meningkat sehingga pertumbuhannya bisa mendongkrak kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat Ponorogo, pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.
Dalam pembukaan Grebeg Suro tersebut nampak meriah dengan sajian kesenian diantaranya Tari Mubeng Gubeng, Tari Kolosal Joyonegoro Mbalelo dan secara spektakuler pesta kembang api memeriahkan acara tersebut.
Dalam prosesi pembukaan, Ketua DPRD Ponorogo, Bupati Ponorogo, Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Ponorogo bersama penjabat Forkopimda Ponorogo yang lainnya menyabetkan kolor warog sebagai tanda dibukanya perayaan Grebeg Suro tahun 2018 dan dirangkaikan dengan peringatan HUT ke 522 Kabupaten Ponorogo. (ADV/yah/gin)

Ponorogo – portalnews Madiunraya.com

Peringatan Grebeg Suro tahun 2018 di Ponorogo dipastikan akan lebih meriah. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke 522 Kabupaten Ponorogo, Festival Reyog Mini XVI dan Festival Nasional Reyog Ponorogo XXV tersebut memiliki 33 agenda.

Ini jadwalnya :
1. Simaan Al Qur’an (15/08) di Masjid Agung.
2. Istighosah Kubro (23/08) di Pendopo.
3. Wayang babad wengker (25/08) di Pendopo.
4. Pembukaan Hari Jadi dan Grebeg Suro (01/09) di Panggung Utama Alun alun.
5. Festival Reyog Mini XVI (01-05/09) di Panggung Utama Alun alun.
6. Pameran Seni Rupa (01-10/09) di PCC.
7. Pameran fotografi (01-10/09) di PCC.
8. Pameran industri kecil dan produk unggulan (01-10/09) di Alun-alun.
9. Pameran Bonsai (01-10/09) di alun alun dan halaman pendopo.
10. Lomba burung perkutut (02/09) di Lapangan P3SI.
11. Festival Nasional Reyog Ponorogo XXV (06-09/09) di panggung utama alun alun.
12. Gebyar pariwisata (06-08/09) di trotoar Paseban Alun alun.
13. Lomba Mocopat Pelajar (05-06/09) di PCC.
14. Liga Paralayang (07-09/09) di Desa Tatung.
15. Kopi darat nasional (pameran batu permata) (07-09/09) di Halaman Parkir Sasana Praja.
16. Pameran Pusaka (07-09/09) di Pendopo.
17. Lomba Keagamaan (08/09) di Masjid Agung.
18. Lomba Karawitan Pelajar (08-09/09) di PCC.
19. Nggowes Pomade 2 (09/09) di Telaga Ngebel.
20. Parade Budaya (09/09) di Alun alun.
21. Bedol Pusaka (09/09) di Pendopo.
22. Ketoprak (10/09) di Panggung Utama.
23. Ziarah Makam Bathoro Katong (10/09) di Makam Bathoro Katong.
24. Kirab Pusaka, Lintas Sejarah (10/09) Kota Lama ke Kota Tengah.
25. Tumpeng Purak (10/09) di Paseban Alun alun.
26. Pentas Musik (10/09) Pertigaan Jenes dan JL Gajah Mada.
27. Wayang Kulit (10/09) Kecamatan Ponorogo.
28. Penutupan Hari Jadi dan Grebeg Suro 2018 (10/09) di Panggung Utama.
29. Larungan Telaga Ngebel (11/09) di Telaga Ngebel.
30. Ruwatan Bumi Reyog (15/09) di Padepokan Widoro Kandang.
31. Pemilihan Duta Wisata Cilik Thole Genduk (15/09) di PCC.
32. Bazaar dan Lomba anak kreatif (22-23/09) di Okaz Ponorogo.
33. Grebeg Tutup Bulan Suro (07-11/10) di Desa Sumoroto.

Ayooo ke Ponorogo…..(yah/gin)

Jakarta – Portal Madiun Raya
Baru berusia 12 tahun, atlit skate board Indonesia yang bernama Bunga Nyimas ini mampu menyumbang medali perunggu dalam gelaran pesta olah raga Asian Games 2018.

Hal tersebut di twit akun resmi Kemenpora RI, Rabu (29/08). “Usianya baru 12 tahun, tapi prestasinya bikin bangga Indonesia. Ini yang namanya kecil kecil cabe rawit, “twit akun tersebut.

Bunga Nyimas berhasil meraih Medali Perunggu saat turun di nomor Women’s Street.

Dengan diraihnya medali perunggu, koleksi perolehan medali kontingen Indonesia terus bertambah.

Torehan prestasi di Asian Games tahun 2018 ini merupakan torehan terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia diajang pesta olah raga terbesar di benua asia. #Bravo Indonesia (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Perayaan Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo tahun 2018 dipastikan berbeda dan lebih semarak dibanding kegiatan serupa tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Lilik Slamet Rahardjo dalam jumpa pers di Padepokan Reyog, Senin (27/08).

Menurut Lilik, panggilan akrabnya, pihak Dinas Pariwisata akan membuat semarak festival seni tahunan di Kabupaten Ponorogo tersebut. “Meskipun anggaran turun, dari 2 miliar di tahun 2017 menjadi 1,8 miliar kita optimis lebih semarak dengan item yang lebih banyak,” ujar Lilik.

Semua kegiatan tahun lalu akan kita laksanakan dan ada beberapa kegiatan yang levelnya tingkat nasional. “Diantaranya lomba paralayang di Desa Tatung Kecamatan Balong pada tanggal 7-9 September 2018,” jelas Lilik.

Kemudian ada pameran UMKM, Gebyar Pariwisata, Kopi Darat Nasional (pameran batu permata), Nggowes Pomade 2, bazar dan lomba anak kreatif, sambung Lilik.

“Kita berharap dengan hajatan ini akan menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke Ponorogo.” terang Lilik.

Untuk itu, kita sudah memasang bilboard dan baliho di Surabaya dan Yogyakarta dengan tagline #ayokePonorogo, dan dari inovasi yang kita lakukan itu sudah banyak perusahaan yang menghubungi kami untuk mensuport kegiatan di Ponorogo tersebut, urai Lilik.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo yang baru tersebut berharap semua pihak termasuk jurnalis ikut mensukseskan kegiatan Grebeg Suro tahun 2018. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.