Pertahankan Zerro Corona, Wali Kota siapkan tempat Karantina bagi pemudik

oleh -20101 views
Pemerintah Kota Madiun menyiapkan tempat karantina selama 14 hari bagi para pemudik yang nekat pulang kampung saat lebaran tahun ini.
Pemerintah Kota Madiun menyiapkan tempat karantina selama 14 hari bagi para pemudik yang nekat pulang kampung saat lebaran tahun ini.

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wali Kota Madiun berharap agar warga Kota Madiun yang berada di perantauan sebaiknya tidak pulang mudik lebaran ini jika tidak mau dikarantina. Apalagi, mereka yang dari zona merah Covid-19.

Namun bagi mereka yang tidak mengindahkan himbauan itu, Pemkot Madiun sudah menyiapkan Asrama Haji, Gedung Diklat, dan Guest House sebagai tempat isolasi bagi mereka yang nekat pulang. Langkah yang diambil oleh Pemkot Madiun itu sesuai instruksi pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di tanah air.

Wali Kota Madiun saat meninjau Asrama Haji Kota Madiun yang dipersiapkan untuk tempat karantina bagi perantau yang nekat mudik.

‘’Untuk Kota Madiun sejatinya tidak mengkhawatirkan. Kota kita masih zero Korona sampai saat ini. Tetapi jumlah ODR kita semakin hari semakin bertambah. Salah satunya, karena banyaknya yang pulang kampung. Makanya, kita siapkan tempat isolasi bagi mereka yang pulang-pulang ini,’’ kata Walikota Madiun Maidi saat meninjau Asrama Haji setempat, Selasa (07/04).

Walikota menyebut ketiga tempat tersebut cukup. Selain itu, juga memiliki fasilitas yang memadai. Setidaknya, terdapat 120 bed di Asrama Haji saat ini. Pun, masih terdapat beberapa ruang lagi yang bisa digunakan jika diperlukan. Sedang untuk Gedung Diklat terdapat sekitar 30 bed dan 12 bed untuk Guest House. Setiap kamar memiliki jumlah bed bervariasi. Paling tidak terdapat empat bed. Artinya, bisa digunakan untuk satu keluarga sekaligus.

Selain itu, ketiga tempat juga memiliki fasilitas yang layak. Mulai kamar mandi dan air bersih. Pun, Asrama Haji juga digunakan sebagai kantor Dinkes dan KB Kota Madiun dan penginapan dokter serta perawat Kota Madiun dari luar kota untuk sementara. Artinya, penanganan petugas kesehatan bisa lebih maksimal.

‘’Sesuai himbauan gubernur, pemerintah daerah diminta menyiapkan tempat isolasi bagi pemudik. Tempatnya bisa menggunakan gedung sekolah. Tetapi setelah kita cek, fasilitas di sekolah kurang memadai. Maka tidak jadi di sekolah,’’ terangnya.

Namun, walikota berharap tempat isolasi itu tidak pernah digunakan. Harapannya, warga Kota Madiun tidak pulang dulu lebaran kali ini atau sampai masa pandemik Korona ini lewat. Larangan mudik tersebut bukan hanya di Kota Madiun. Tapi juga pemerintah pusat. Karenanya, walikota menghimbau warga Kota Madiun untuk tetap stay di daerah masing-masing dan lebih memperbanyak di dalam rumah.

‘’Dengan tidak mudik, keluarga di rumah bisa tenang, pengendalian penyebaran virus yang dilakukan pemerintah juga bisa maksimal,’’ pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin)

Tinggalkan Balasan