Pemeriksaan berlapis, Disnaker Ponorogo pastikan 300 PMI asal Ponorogo yang mudik tak terjangkit Covid-19

oleh -2018 views
Pekerja Migran Indonesia asal Ponorogo saat mendapatkan pengarahan dari Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Ponorogo
Pekerja Migran Indonesia asal Ponorogo saat mendapatkan pengarahan dari Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Ponorogo

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ponorogo, HM Bedianto memastikan bahwa 300 an orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo yang pulang kampung dalam Lebaran tahun 2021 ini tidak terjangkit Covid 19.

“Sejak tanggal 03 Mei 2021 hingga jelang Idul Fitri, PMI yang pulang kampung mencapai sekitar 300 an orang. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong dan sejumlah negara tetangga lainnya, ” Jelas HM Bedianto, Senin (19/05/2021).

Kadisnaker Ponorogo juga menyatakan bahwa PMI yang datang langsung diisolasi. “Hampir pasti tidak menularkan covid-19 ke keluarga atau kerabatnya di Ponorogo karena begitu sampai di Ponorogo mereka langsung menjalani isolasi di ruang isolasi di masing-masing desa dan kelurahan tempat mereka tinggal,” lanjut Bedianto.

Keyakinan tersebut disampaikan oleh Kadisnaker Ponorogo berdasarkan prosedur bagi PMI yang cukup ketat. “Setiap Pekerja Migran Indonesia yang tiba di Bandara, misal kalau di Jawa Timur, di Bandara Juanda Surabaya, akan diarahkan menuju Asrama Haji Sukolilo. Kepada mereka dilaksanakan tes swab covid-19 dan dikarantina selama dua hari sampai hasil keluar. Setelah dinyatakan negatif, mereka akan dijemput oleh tim dari masing-masing pemerintah daerah. Bila positif, langsung dirawat di RS di Surabaya. Sesampai di daerah, kalau di Ponorogo, mereka akan menjalani isolasi selama tiga hari dan di ruang karantina desa. Bila hasil test swab negatif bisa pulang ke keluarganya masing-masing. Dengan begitu saya yakin, mereka yang pulang ke rumah, berarti mereka sudah tidak membawa covid-19,” terangnya.

HM Bedianto juga menjelaskan bahwa sesuai data yang ada pada tahun 2021 ini diperkirakan ada sekitar 6 ribu PMI dari Ponorogo yang habis masa kontrak kerjanya.

“Dengan begitu, mereka otomatis harus memperpanjang masa kerja. Saya sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak pemberi kerja atau perwakilan Indonesia di negara-negara tempat PMI bekerja agar sebisa mungkin perpanjangan kontrak dilakukan langsung di sana, sehingga PMI tidak perlu pulang karena situasinya seperti ini,” ujarnya.

Kadisnaker Ponorogo itu menyebutkan bahwa mereka yang kembali ke Ponorogo di tahun ini kemungkinan besar adalah PMI yang sudah tidak ingin kembali merantau dan memilih bekerja atau berusaha di Indonesia. “Namun sekali lagi kita pastikan bahwa mereka sehat dan tidak membawa Covid 19 dengan pengecekan secara berlapis.” Pungkas HM Bedianto. (Yah)

Tinggalkan Balasan