Pak Giri menjadi Bupati, ini pengganti Sri Subiati di DPRD Jatim

oleh -Dibaca oleh : 2311.287 Pemirsa
DCT Partai Demokrat untuk DPRD Provinsi Jawa Timur di Pemilu 2019
DCT Partai Demokrat untuk DPRD Provinsi Jawa Timur di Pemilu 2019

Pacitan – Madiunraya.com

Pergantian Antar Waktu (PAW) diperkirakan akan terjadi di Fraksi Demokrat yang duduk di DPRD Jawa Timur.

Itu terjadi setelah Hj Sri Subiati, SE meninggal dunia akibat Covid 19 beberapa waktu yang lalu.

“Yang seharusnya menggantikan Bu Sri Subiati adalah Pak Giri mas. Perolehan total suara beliau sebanyak 29 ribu lebih yang menjadikannya nomor urut tiga setelah Bu Sri dan Saya,”Ungkap Eko Prasetyo Wahyudiarto, Kamis (12/11), anggota DPRD Jatim.

Namun karena Pak Giri sudah menjadi Bupati, Eko melanjutkan bahwa pengganti Hj Sri Subiati adalah Caleg yang perolehan suaranya nomor urut 4 atau dibawah Sugiri Sancoko.

“Kebetulan juga nomor urut 4 mas, yaitu Bu Ratnadi Ismaon SH. Meskipun beliau dari Kabupaten Sidoarjo namun beliau menempati posisi ke empat dalam perolehan suara setelah Pak Giri,”tambah Eko.

Saat ini proses PAW tersebut menurut Eko masih dalam proses dari DPD Partai Demokrat Jawa Timur ke KPU Jatim. “Kami berharap proses segera dilakukan agar kekosongan di Fraksi Demokrat bisa segera terisi,” kata Eko.

Partai Demokrat tambah Eko, akan selalu berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi konstituennya. “Berkoalisi dengan rakyat, itu yang akan terus kami lakukan.”Pungkas Putra Bupati Pacitan 2010-2020, Indartato.

Sementara menurut salah satu warga Pacitan, Sudar, dirinya mengomentari keberuntungan yang diraih oleh Sugiri Sancoko secara personal. “Beliau menjadi Bupati di Ponorogo, namun juga berhak menjadi Anggota DPRD Jawa Timur melalui proses Pergantian Antar Waktu. Memang kalau sudah nasib tidak ada yang bisa menolak mas, nasib Pak Giri memang beruntung. Namun yang perlu juga diketahui adalah prosesnya yang luar biasa. Selain merakyat beliau juga total saat bekerja politik,” Ucap pendukung Sugiri Sancoko dalam Pemilu 2019 yang lalu itu. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.