Ngeri, Pelajar SMP kelas VIII jadi Tersangka BEGAL PAYUDARA

oleh -Dibaca oleh : 202.910 Pemirsa
Kasat Reskrim Polres Ponorogo saat merilis kasus Begal Payudara yang terjadi di Jalan Baru Desa Kemuning Sambit Ponorogo
Kasat Reskrim Polres Ponorogo saat merilis kasus Begal Payudara yang terjadi di Jalan Baru Desa Kemuning Sambit Ponorogo

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

ABH- NDP (14) pelajar kelas VIII SMP, yang merupakan warga Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo diduga mengalami masa Pubertas yang negatif.

Hal tersebut terungkap setelah NDP menjadi tersangka Begal Payudara yang dilakukan di Jalan baru, turut Desa Kemuning Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo beberapa waktu yang lalu.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi SH SIK menyebutkan bahwa yang bersangkutan disangka melanggar Pasal 281 Ayat (1e) KUHP.

“Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 12 April 2021 sekira pukul 16.00 WIB. Korban atas nama RSW, umur 18 th, jenis kelamin perempuan, pelajar kelas SMA, alamat Kec. Sambit Kab. Ponorogo dan ANR, umur 15 th, jenis kelamin perempuan, pelajar kelas SMP, alamat Kec. Sambit Kab. Ponorogo, ” Terang AKP Hendi.

Dari kasus tersebut, kata AKP Hendi, pihaknya menyita 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Vixion warna putih No.Pol AE 4048 VM, “Selain itu 1 (satu) buah helm warna hitam, 1 (satu) potong jaket warna kombinasi hitam dan hijau, ” Jelas Kasat Reskrim.

Adapun kronologi kasus tersebut adalah
pelaku NDP berbuat tidak sopan terhadap kedua orang korban sdri. RSW dan sdri. ANR pada hari Senin tanggal 12 April 2021 sekira pukul 16.00 WIB di Jalan baru kemuning, turut Desa Kemuning Kec. Sambit Kab Ponorogo. “Saat itu terlapor NDP sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna putih No.Pol AE 4048 VM; saat sampai di jln. Desa Kemuning Kec. Sambit Terlapor yang berkendara dari arah timur ke barat berpapasan dengan 4 (empat) orang perempuan yang tidak di kenal sebelumnya sedang berboncengan beriringan menggunakan 2 (dua) unit sepeda motor berkendara dari arah barat ke timur, lalu tiba-tiba muncul nafsu Terlapor dan merasa terangsang dengan perempuan tersebut kemudian Terlapor putar balik kendaraannya dan mengejar serta memepet kedua motor tersebut lalu saat posisi kendaraan Terlapor bersebelahan dengan kendaraan korban kemudian terlapor melakukan perbuatan cabul dengan cara memegang bagian luar payudara sebelah kanan perempuan yang dibonceng di posisi kendaraan yang di belakang yaitu sdr. RSW dengan menggunakan tangan kiri terlapor sambil tangan kanan terlapor berpegangan setir sepeda motornya, kemudian terlapor menuju ke arah kendaraan yang berada di bagian depan dan melakukan perbuatan cabul kembali yaitu memegang bagian luar payudara sebelah kanan perempuan yang dibonceng yaitu sdr. ANR dengan menggunakan tangan kiri Terlapor dan tangan kanannya tetap memegang setri kendaraannya, lalu setelah itu Terlapor kabur dan korban melaporkan masalah ini untuk di proses secara hukum yang berlaku, ” Urai AKP Hendi Septiadi.

Adapun ancaman hukuman kepada Tersangka adalah sesuai pasal 281 KUHP
Ayat (1e) dihukum penjara selama lamanya dua tahun delapan bukan atau denda sebanyak banyanya Rp. 4.500,-
“Terlapor/ABH/ANAK tidak di lakukan Penahanan, dikarenakan masih berusia anak-anak dan mendapatkan jaminan dari Orang tua/ Keluarga sebagai walinya. Untuk ABH/ANAK wajib lapor di Unit PPA setiap hari Senin & Kamis selama proses penyidikan sebagai bentuk pengawasan, selanjutnya akan dilaksanakan proses Diversi untuk ABH/ANAK.”Pungkas AKP Hendi Septiadi. (Yah)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.