Jualan Kalender saat Pandemi, kinerja PGRI Cabang Ponorogo disoroti Pengamat Pendidikan

oleh -20538 views

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kebijakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Ponorogo yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mewajibkan anggotanya untuk membeli kalender senilai Rp 50.000,- ditengah pandemi di soroti pengamat pendidikan yang juga aktivis LSM Diono Suwito.

“Timingnya tidak pas mas, saat pandemi seperti ini PGRI Cabang Ponorogo malah mewajibkan anggotanya membeli kalender senilai Rp 50.000,-. Kalau dikalikan dengan 8.000 anggota PGRI maka akan terkumpul uang sejumlah Rp 400 juta,” Terang Diono Suwito, Senin (04/01/2021).

Lebih lanjut Diono mengungkapkan bahwa edaran PGRI Ponorogo kepada seluruh anggota PGRI mulai Cabang, Ranting, MKKS, Kepala SMP bahkan Cabang Khusus dibawah Kemenag sangat menyakitkan. “Karena saat ini kondisi masih Pandemi, dimana semua anggaran dipotong untuk penanganan Covid 19. Gurupun sangat pusing, mereka tersita waktu, tenaga dan biaya untuk menyelenggarakan pendidikan baik secara daring maupun luring. Apalagi alasannya konon untuk publikasi dan melanjutkan prasarana gedung PGRI, padahal gedung tersebut sudah diresmikan oleh Bupati dengan menanggap wayang kulit dengan anggaran 200 juta, berarti sampai saat ini Gedung PGRI belum ready dong ?,” ungkap Diono Suwito.

Seharusnya, anggaran pagelaran wayang kulit saat peresmian senilai Rp 200 juta bisa digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana Gedung PGRI yang belum ada. “Konon yang kurang adalah sarana AC dan Sound System, dengan anggaran 200 juta yang digunakan untuk menanggap wayang saya yakin bisa dialokasikan untuk itu. Kenapa ini malah jualan kalender di saat Pandemi seperti ini ?,” lanjut Diono Suwito.

Untuk itu, ujar Diono Suwito, PGRI Cabang Ponorogo tidak perlu jualan kalender, “Kita harus duduk bersama, kurangnya fasilitas apa dan berapa anggarannya lalu mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Komisi yang membidangi Pendidikan di DPRD Ponorogo. Kita harus profesional dan jangan memberatkan para guru, mari kita evaluasi bersama kinerja PGRI Cabang Ponorogo ini.”Tutup Diono Suwito. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tinggalkan Balasan