Di Hari Lahir Pancasila, 1 Pasien Dinyatakan Sembuh, Tambah 2 lagi Pasien Positif Corona di Trenggalek

oleh -2019 views
Bupati Trenggalek saat mengumumkan adanya penambahan Positif Covid 19 di Trenggalek
Bupati Trenggalek saat mengumumkan adanya penambahan Positif Covid 19 di Trenggalek

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Ada 2 tambahan pasien positif Covid 19 baru, di Trenggalek, Senin (1/6/2020). Tambahan pasien positif baru ini diumumkan resmi oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama 3 Pilar Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Inv. Dodik Novianto, Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring dalam pers rilis di Gedung Smart Center Trenggalek.

2 Pasien positif ini berasal dari Kecamatan Dongko. Satu laki-laki usia 45 tahun asal Desa Sumberbening yang selanjutnya disebut Pasien 10 Trenggalek. Sedangkan satunya lagi, perempuan 35 tahun asal Desa Salamwates Kecamatan yang sama yang selanjutnya disebut dengan Pasien 11 Trenggalek.

Kabar gembiranya, meskipun ada tambahan 2 pasien positif baru, Pasien 05 dari Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan dinyatakan sembuh, setelah hasil Swab Test kedua dinyatakan negatif.

Dengan begitu ada 5 pasein yang dinyatakan sembuh Covid 19 di Trenggalek dan menyisakan 6 pasien yang masih positif. 6 pasien yang belum sembuh tersebut adalah Pasien 06 dan 07 dari Desa Karang Anom, Kecamatan Durenan, Pasien 08 dari Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek, Pasien 09 dari Desa Ngulung Kulon, Kecamatan Munjungan serta 2 tambahan baru Pasien 10 dan 11 dari Desa Sumberbening dan Salamwates Kecamatan Dongko yang di umumkan malam ini.

Pasien 10, bekerja sebagai tukang bangunan di Surabaya dan tanggal (21/5) lalu yang bersangkutan pulang naik sepeda motor dengan saudara kandungnya S. Sore hari keduanya tiba di rumah saudaranya di Desa Sumberbening.

Tanggal (22/5) yang bersangkutan
melapor ke balai desa setempat dan diberi multivitamin serta masker. Gugus Tugas Covid Desa menghimbau kepada yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah saudaranya.

Tanggal (28/5) Tim Puskesmas Dongko melakukan Rapid Test kepada Pasien 10 ini dan hasilnya reaktif. Esoknya, Tim medis melakukan pengambilan Specimen Swab Test. Tanggal (31/5) hasil Swab Test di BBLK Surabaya keluar dan positif Covid 19.

Sedangkan Pasien 11, bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Kota Surabaya. Tanggal (20/5) yang bersangkutan melakukan perjalanan pulang ke Desa Salamwates menggunakan travel dengan 5 orang penumpang lainnya.

Saat pulang Pasien 11 ini tidak ada keluhan panas, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas dan gejala Covid lainnya. Namun yang bersangkutan menuturkan punya riwayat hipertensi.

Tanggal (21/5), bersama suami Pasien 11 ini pergi ke toko baju di Kecamatan Panggul. Tidak turun, hanya suaminya yang masuk toko. Tanggal (22/5) Pasien 11 ini mengantar sepeda motor ke saudaranya di RT 9.

Tanggal (23/5) Pasien 11 melapor ke checkpoint desa, selanjutnya diminta melakukan isolasi mandiri dan terus dipantau satgas desa. Tanggal (27/5) yang bersangkutan dilakukan Rapid Test oleh Puskesmas Pandean dan hasilnya Reaktif.

Tahu reaktif rapid rest, Pasien 11 ini tidak langsung pulang, justru sempat membeli Lele di Desa Salamwates.

Tanggal (29/5) dilakukan pengambilan specimen Swab Test untuk dilakukan uji Swab di BBLK Surabaya. Tanggal (31/5) hasilnya keluar, dinyatakan Positif.

Dari Pasien 10 terdapat 13 kontak erat. Dalam satu rumah ada 4, yaitu saudara kandung, istri saudara kandung, anak saudara kandung dan ibu Pasien 10. Terus anak Pasien 10 yang tidak serumah, tetangga 5 orang, teman kerja 2 orang. Teman dalam travel 1 orang.

Hasil rapid test semua kontak erat Non Reaktif, kecuali anak saudara Pasien 10 yang belum dilakukan rapid test karena usianya masih 11 bulan.

Sedangkan kontak erat untuk pasien 11, yang serumah ada 3 orang, terdiri dari suami, anak dan ibu. Teman seperjalanan 5 orang dan sudah dilakukan Rapid Test (27/5) dan hasilnya reaktif. Kemudian tanggal (29/5) dilakukan Swab Test, hasilnya negatif.

Kontak erat lain saudara yang berdomisili di Ponorogo dan sudah kembali ke Surabaya, Saudara W dari Desa Ngerdani yang masih di lacak keberadaannya.

Dilingkungannya sendiri juga ada 3 orang belum dilakukan Rapid Test, saudara Pasien 11 S, A penjual Lele dan petugas Checkpoint Salamwates yang sempat ditemui saat melapor. Dari kejadian Pasien 11 ink dimungkinkan besar masih ada kasus baru, karena banyak aktivitas yang dilakukan oleh Pasien 11.

Dari tambahan 2 pasien baru ini, Pemerintah mengambil langkah penanganan, mengisolasi Pasien 10 dan Pasien 11 di Asrama BKD Trenggalek sekaligus dipantau perkembangan penyakitnya.

Menerapkan isolasi di rumah bagi OTG kedua pasien, serta melakukan tracing terhadap kontak erat dengan 2 pasien positif baru ini. Pemerintah juga menerapkan kawasan displin physical distancing dilokasi sekitar titik isolasi mandiri OTG.

Pemerintah juga menunjuk Camat Dongko sebagai penghubung khusus, guna memantau kesehatan dan kebutuhan OTG pasien 10 dan 11, serta menyalurkan bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona disiplin Physical Distancing. Melakukan disinfeksi berkala serta pembagian masker disekitar kawasan disiplin physical distancing.

2 pasien baru ini merupakan pengembangan pasien 08 dan 09, dan ternyata ada yang terkonfirmasi positif baru. Dengan kejadian itu Bupati Trenggalek meminta masyarakat untuk tetap menunda mudik, serta meminta petugas di semua Checkpoint ataupun satgas desa untuk melakukan pengetatan lebih, sehingga kejadian seperti yang terjadi pada Pasien 11 tidak terjadi lagi di Trenggalek.

Dalam Pers Rilisnya pria yang akrab disapa Gus Ipin ini menegaskan bawasannya belum ada penyebaran melalui transmisi lokal, semua berasal dari luar, sehingga ini dapat dijadikan pelajaran untuk tidak mengendurkan semangat dalam upaya pencegahan penyebaran Pandemi Covid 19. (Red)

Source : FB – Pemkab Trenggalek

Tinggalkan Balasan