Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Kunjungan Puti Guntur Soekarno, calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomer 2 di kabupaten Trenggalek beberapa waktu yang lalu, banyak menjadi perhatian dan perbincangan publik.

Subadianto Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek memberikan apresiasi yang tinggi kepada H.Moch Nur Arifin, yang lebih memilih mendukung Gus Ipul – Puti pasangan nomer 2, dari pada Emil Dardak, yang nota bene adalah pasangannya yang menjadi Bupati Trenggalek.

Menanggapi hal ini , Subadianto Ketua DPD PKS yang ramah terhadap awak media menyampaikan bahwa pihaknya melihat beberapa waktu yang lalu, saat Mbak Puti datang ke Kabupaten Trenggalek Gus Ipin sampai cuti, demikian juga semua tim pengusung juga melakukan hal yang sama, pada saat kampanye dulu. Selalu mendampingi Mbak Puti di Stadion Kelutan dalam lomba senam Kabeh Sedulu Kabeh Makmur, ke Perusahaan Rokok, acara Rakercabsus PDIP, dan ke Desa Kayen, Kecamatan Karangan , untuk melihat kondisi anak anak yang kurang asupan gizi dan stunting, “ini membuktikan bahwa Gus Ipin dan semua partai pengusung bekerja sangat serius untuk memenangkan pasangan nomer 2 , Gus Ipul – Puti di kabupaten Trenggalek”,ujarnya.

Ditambahkan oleh Subadianto, jika sebelumnya mereka berdua berangkat bersama sama dan diusung oleh PDI-P, tentunya mereka juga harus all out, untuk memenangkan pasangan yang diusung dari PDI-P.

“Bila kita lihat, Gus Ipin secara etika politik langkah yang diambilnya sekarang ini sudah benar, sebagai petugas partai dan dibesarkan oleh PDIP Gus Ipin sudah menjalankan tugasnya dengan baik”,urainya.

‌Demikian juga PKS, sebagai partai pengusung pasangan nomer 2 Gus Ipul – Puti, jika sudah menyampaikan dukunganya, akan bekerja semaksimal mungkin dan memberi dukungan penuh , karena ini sebagai bentuk kewajiban,sambungnya.

Seandainya kita punya Gus Ipin kemudian nanti melakukan pemenangan terhadap PKS, kita akan senang sekali. Karena itu wajar saja jika masyarakat Trenggalek banyak yang simpatik dan mendukung Gus Ipin.

Jangan sebaliknya, ibaratnya seperti pepatah kacang lali karo lanjarane, (lupa dengan yang memberangkatkan) ini contoh yang kurang baik, lanjutnya.

Sebagai politikus muda yang dibesarkan dan diusung oleh PDI-P, Gus Ipin sudah memenuhi kewajibanya untuk memenangkan Pilgub Jatim, khusus nya di kabupaten Trenggalek.

Kedepannya, kata Subadianto yang murah senyum kepada wartawan ini, Gus Ipin punya prospek yang bagus, sedangkan Emil terserah penilaian masyarakat saja, tapi dalam sudut etika politik saya lebih respek dan mendukung Gus Ipin, pungkasnya.(Ono/gin )

,

JEMBER, Madiunraya.com – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya akan membenahi infrastruktur pasar tradisional untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat tersebut terhadap pasar modern yang menjamur di Jawa Timur.

“Saya mendorong pertumbuhan pasar tradisional supaya kompetitif dengan pasar modern, namun hal tersebut tidak akan terwujud ketika tidak ada perbaikan infrastruktur di pasar tradisional,” kata Khofifah usai mengunjungi Pasar Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

Khofifah berbincang dengan para pedagang dan menerima sejumlah keluhan tentang masih buruknya infrastruktur Pasar Rambipuji, sehingga pasar sering becek dan banjir saat hujan deras mengguyur kawasan pasar induk di Kecamatan Rambipuji tersebut.

“Pasar tradisional sering becek hingga banjir saat musim hujan, sehingga kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kelas menengah enggan datang ke pasar tradisional untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Mantan Menteri Sosial itu punya mimpi untuk melakukan gerakan belanja di pasar tradisional, namun hal tersebut dapat terwujud dengan perbaikan infrastruktur pasar tradisional lebih dulu.

“Mimpi itu akan terwujud kalau infrastruktur pasar tradisional sudah dibenahi dan masyarakat kelas menengah juga akan merasa nyaman untuk berbelanja di pasar rakyat tersebut,” katanya.

Khofifah menjelaskan perbaikan infrastuktur pasar tradisional tersebut dapat menjadi pembuka daya tarik masyarakat untuk membeli bahan pokok ke pasar rakyat karena para pedagang juga mengeluhkan sepinya pembeli di Pasar Rambipuji.

“Perbaikan infrastruktur pasar tradisional sesuai dengan program Nawa Bakti Satya yakni Jatim akses karena di dalamnya merupakan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, jalan lingkar, dan pasar tradisional,” ujarnya.

Selain perbaikan infrastruktur, lanjut dia, pembangunan gudang sebagai tempat penyimpanan berbagai komoditas kebutuhan pokok agar tidak mengalami kelangkaan juga perlu dibangun di setiap pasar tradisional.

“Pedagang bisa memotong rantai distribusi yang memakan biaya tinggi dan akan mendapatkan kualitas barang bagus dengan harga standar, apabila barang-barang kebutuhan pokok tersebut disimpan di gudang yang berada di pasar tradisional,” ucap Cagub Jatim yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak itu.

Khofifah juga berharap ada agen perbankan di pasar tradisional untuk memberikan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para pedagang usaha mikro, sehingga para pedagang tidak terjerat rentenir.

“Sejauh ini saya masih belum melihat ada agen perbankan yang mendistribusikan KUR di tengah pasar tradisional, sehingga pihaknya berjanji akan mewujudkan itu sebagai upaya memproteksi pedagang dari rentenir,” katanya.

Dalam kampanye politik di Kabupaten Jember, Khofifah akan mengunjungi sejumlah lokasi di antaranya Pasar Rambipuji, Ponpes Bustanul Ulum Curah Kalong, Gudang Tembakau di Kecamatan Jelbuk, City Forest Arum Sabil, dan Pesantren Al-Qodiri.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.