Madiun – Portalnews Madiun Raya

Diguyur hujan selama 5 jam Non Stop di Desa Klumutan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun mengakibatkan banjir hingga merendam 200 an rumah di wilayah RT 20,21 dan 22 Dusun Setren desa setempat, Selasa (29/12/2020).

Menurut salah seorang warga, Gono, ketinggian air mencapai ketinggian hingga 150 cm. “Tiba-tiba air sungai datang dengan intensitas secara deras. Dengan begitu, setelah air meluap dari sungai di dusun tersebut dan ditambah pada hari itu hujan turun cukup deras selama lebih dari 5 jam maka air mulai menggenani perkampungan,” Ucap Gono.

Lebih lanjut Gono menyampaikan bahwa ada 200 an rumah warga terendam hingga masuk rumah. “Ketinggian air kurang lebih 150 cm dan menggenangi 200 an rumah,” jelasnya.

Gono juga menjelaskan bahwa air yang mengakibatkan banjir merupakan kiriman dari sungai yang berada di lereng Gunung Pandan yang tempatnya lebih tinggi dari lokasi tempat tinggalnya. “Kemungkinan disana curah hujannya tinggi dan membawa material air ke tempat yang lebih rendah,” lanjutnya.

Namun dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. “Hingga pukul 23.00 WIB banjir surut dan warga segera membersihkan sisa-sisa lumpur di rumah mereka sendiri.”Pungkas Gono. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Struktur tanah yang labil dan hujan yang terus menerus terjadi membuat jalan raya yang menghubungkan Pacitan – Ponorogo amblas.

Menurut Agus, warga Dusun Dondong Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo, Pacitan, longsornya badan jalan tersebut terjadi Kamis, (20/02/2020) dini hari. “Kurang lebih terjadi pada pukul 03.00 mas, hujan dari malam dan ini masih gerimis, apalagi tanahnya labil, ” Ucap Agus.

Memang jalan disini, kata Agus, tanahnya labil. “Tanahnya amblas terus mas, kemarin diurug namun ini sudah amblas lagi, bahkan retakan terjadi disekitar jalan ini, kalau dipindah tidak mungkin mas, karena ini satu-satunya jalan, sebelah nya gunung, ” Pungkasnya.

Pantauan dari Madiunraya.com, saat ini arus lalu lintas masih lancar dengan sistem buka tutup. Aparat Kepolisian dan TNI sudah berjaga dibantu masyarakat dalam mengatur lalu lintas. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Editor : Agin Wijaya

PacitanPortalnews MADIUN RAYA

Hujan deras yang disertai angin kencang membuat sebuah pohon yang berusia ratusan tahun roboh dan menimpa rumah penduduk di RT 03 RW 19 Dusun Ngagik, Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Pacitan, Senin (30/12/2019).

Menurut Katni, warga setempat yang rumahnya tertimpa pohon roboh itu, menyampaikan bahwa musibah tersebut terjadi lantaran hujan deras yang disertai angin kencang.

Tiba-tiba pohon lumut yang berusia ratusan tahun ini menimpa rumah saya, cukup parah kerusakan yang ditimbulkan meliputi atap dan tembok rumah, ” Ucap Katni.

Saat ditanya apakah ada tanda-tanda sebelum kejadian, Katni menjawab bahwa sebelum kejadian tidak ada pertanda akan robohnya kayu lumut yang berusia ratusan tahun itu.

Kejadian ini tiba-tiba terjadi, saat hujan deras yang disertai angin kencang pada pukul 13.00 kayu ini roboh dan menimpa rumah saya, Alhamdulillah saat ini pihak Pemerintah Desa Bandar, Kecamatan, Polsek dan Koramil sudah membantu bersama warga setempat menyingkirkan sisa pohon yang roboh, ” Lanjut Katni.

Sementara menurut Pj Kepala Desa Bandar, Ellyas, kejadian pohon roboh yang menimpa rumah warganya tersebut terjadi akibat angin kencang yang melanda desanya.

Musibah pohon roboh yang menimpa dia rumah warga Desa Bandar yaitu rumah Pak Katni dan Pak Rebo, taksiran kerugian bencana ini kurang lebih 75 juta untuk rumah Pak Katni karena kerusakannya cukup parah dan 25 juta untuk rumah Pak Rebo, ” Kata Ellyas kepada Portalnews MADIUN RAYA.

Untuk penanganan bencana tersebut, Ellyas menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Desa Bandar sudah memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana tertimpa pohon roboh tersebut.

Pemerintah Desa Bandar dibantu Kecamatan, Polsek dan Koramil Bandar bersama warga membersihkan potongan kayu dan juga memberikan bantuan kepada korban berupa bahan makan, selanjutnya akan kita usulkan untuk memberikan bantuan perbaikan rumah mengingat kerusakannya cukup parah, ” Lanjut Ellyas.

Kedepan, kata Ellyas, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Desa Bandar untuk selalu waspada dengan adanya bencana akibat hujan deras dan angin kencang.

Kepada seluruh warga, harus waspada kepada bencana alam yang mungkin akan terjadi, apalagi wilayah Desa Bandar terdiri dari perbukitan, rawan terjadi bencana tanah longsor dan pohon roboh, bagi yang rumahnya dekat dengan pohon besar harus ber hati-hati. ” Pungkas Ellyas.

Sampai dengan berita ini diturunkan, masyarakat setempat masih bekerja bakti membersihkan sisa kayu yang roboh menimpa dia rumah di Desa Bandar tersebut. (GO/Gin)

Pewarta : Hargo

Redaktur : Agin Wijaya

Mataram – Portal Madiun Raya
Bencana Gempa bumi di NTB sampai dengan saat ini masih ditetapkan sebagai bencana daerah.

Meskipun 548 jiwa dinyatakan meninggal dunia oleh Kementerian Sosial dan ribuan orang terluka serta tidak memiliki tempat tinggal namun hal tersebut belum menjadikan bencana di NTB menjadi bencana nasional.

Selasa siang, (21/08), melalui sebuah akun di Twitter, DPRD NTB melayangkan surat resmi kepada Presiden untuk meningkatkan status menjadi bencana nasional.

Surat yang ditandatangani oleh Hj Baio Isvie Rupaeda, SH MH yang merupakan Ketua DPRD setempat meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk menetapkan bencana alam gempa bumi di NTB menjadi bencana nasional.

Surat yang tertanggal 20 Agustus 2018 tersebut meminta status bencana nasional supaya mempercepat pemulihan keadaan masyarakat pasca bencana, rehabilitasi dan recovery dampak bencana.

Sebelumnya, melalui Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, pemerintah menegaskan bahwa bencana gempa bumi di NTB merupakan bencana daerah. “Namun penanganannya kita samakan dengan bencana nasional, ” ujar Pramono Anung, Senin malam (20/08).

Diberitakan juga sejumlah pihak meminta status bencana alam gempa bumi di NTB dinaikkan menjadi bencana nasional supaya penanganannya menjadi lebih intensif. (yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Gempa bumi yang melanda Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB membuat sejumlah pihak berduka. Tidak terkecuali warga Ponorogo yang tergabung dalam paguyuban Suromenggolo di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Hal tersebut disampaikan oleh Suyadi, Kepala seksi bantuan sosial korban bencana alam dan sosial sekaligus Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial dan P3A Ponorogo. Menurut Suyadi, ada 7 orang warga Ponorogo yang terdampak gempa bumi di Lombok Utara. “Mereka adalah H Joko Wiyono dari Desa Pamenang Kabupaten Lombok Utara (KLU), Ratmin dari Desa Pamenang KLU, Ismari dari Desa Medana Kecamatan Tanjung KLU, Soebyantoro dari BTN Sokong Kecamatan Tanjung KLU, Agus Setyawan dari Desa Lekok Kecamatan Gondang KLU, H. Thohir dari Desa Lekok Kecamatan Gondang KLU, dan Ton Fanani dari Desa Sukadana Kecamatan Bayan KLU, ” urai Suyadi.

Saat ini mereka dalam kondisi sehat didalam pengungsian dan relawan kita sudah berhasil menemui mereka, sambung Yadi, panggilan akrabnya.

“Warga Ponorogo tersebut berdomisili di Lombok karena Transmigrasi dan juga bekerja, saat ini mereka sama dengan warga Lombok Utara yang lain tidak menempati rumah mereka karena khawatir gempa masih terjadi, sehingga mereka tinggal di tenda pengungsian”,jelas Yadi.

Sementara itu, Tagana Ponorogo mengirimkan 5 relawan yang bergabung dengan relawan Provinsi Jawa Timur untuk membuka dapur umum dan memberikan trauma healing bagi anak anak pengungsi. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.