PonorogoPortalnews MADIUN RAYA

Sebuah akun Facebook yang memiliki nama Farhan curhat di Grup Media Social, Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP) Terakurat pada Ahad (22/12/2019).

Dalam curahan hatinya, Farhan yang mengaku berasal dari Mantingan Ngawi, menuliskan bahwa dirinya ditinggal sang isteri sejak delapan bulan yang lalu.

Dalam postingannya, Farhan juga mengupload foto isterinya dan nomor WA nya, jika ada netizen yang melihat sosok yang dimaksudkannya itu.

“Tolong sanget mas mang lolosne postingan kulo, menawi panjenengan ngertos tiang niki mang wa kulo teng nomor nomer niki 081226171258. Soal le sampun kesah sangkeng ngomah 8 sasi lali teng anak , kulo gadah info tiange minggat kaleh tiang jaler liyo teng Ponorogo , teng Desa : bangun sari [kec:kota] kab [ ponorogo.”, Tulis Farhan di Grup Facebook tersebut.

Dalam unggahan foto isterinya, Farhan memberikan caption, “Seng Tak sayang jek ngilang, trus leh ku goleki nang endy jal, dalam bahasa Indonesia artinya, yang saya sayang masih menghilang, lalu saya harus mencari kemana

Sontak unggahan Farhan yang menggunakan foto profil bersama seorang anak yang masih kecil menarik simpati netizen yang merupakan anggota grup tersebut.

Seperti ucapan Nduk Mel yang menyuruh Farhan untuk bersabar. Lain lagi dengan Kyla Natasyha yang marah dengan kelakuan Isteri Farhan. “Santet ae mas, ben klunah-klunuh turot dalan…tak dudoi panggone mas…lek perlu disumpet dalan uyuhe,” ucapnya.

Dalam pengakuannya, Farhan pernah nyanggong sang Isteri di Kelurahan Bangunsari Kecamatan Ponorogo. “Satu malam saya mencari di sana, namun tidak ketemu, saya tanya kesana-kemari tidak ada yang tahu,” Ucapnya.

Beberapa netizen memberikan saran agar Farhan melupakan sang isteri, namun Farhan menolak karena kasihan dengan anaknya. “Eman anak ku mbak, wedi ku anak seng dadi korban.” Ucap Farhan. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ngawi – Portalnews Madiun Raya

Mata Satinem (64) warga Desa Mengger Kabupaten Ngawi Jawa Timur berkaca kaca ketika Kapolres Ngawi AKBP Pratanat Hutajulu menyalami dan mempersilahkan masuk ke dalam rumah semi permanen bercat kuning yang baru selesai dibangun tersebut.

Dia mengaku tidak khawatir lagi untuk tidur didalam rumah meskipun hujan turun dengan deras nantinya. “ Dulu hanya gubug sudah mau rubuh, kalau hujan ya bocor. Bersyukur sekarang sudah bagus,” ujarnya Kamis (23/08/2019).
Satinem yang lebih dari 30 tahun berjualan cendol dawet di rumahnya tersebut mengaku kesulitan memperbaiki rumahnya yang terbuat dari kayu bekas. Penghasilannya berjualan cendol dawet hanya cukup untuk makan dan menyekolahkan anak semata wayangnya, Rahmat Widodo (19) yang setahun terakhir kuliah di Stikip PGRI Ngawi Jurusan Olah Raga. “Jualan cendol dawet dikampung hasilnya hanya cukup untuk makan, bersyukur anak bisa kuliah,” imbuhnya.

Kesulitan hidup tak menyurutkan Satinem untuk terus menyekolahkan anaknya, apalagi sejak harus menghidupi sendiri anak semata wayanganya tersebut. Beruntung Rahmat Widodo memahami kesulitan orang tuanya tersebut. Setiap hari dia membantu membeli bahan cendol dawet dipasar setiap pagi. “Beruntung kuliahnya sore, jadi pagi bisa membantu emak membeli bahan dipasar dan membuat cendol dawet,” kata Rahmat.

Kesulitan hidup ibunya yang hanya mampu berjualan cendol dawet dan pecel di depan rumah menurut Rahmat Widodo menjadi penyemangat baginya untuk terus kuliah. Baginya saat ini bakti terbaik adalah dengan membantu berjualan cendol dawet dan segera menyelesaikan kuliah dan bekerja. “ Cita citanya segera lulus dan bisa mengabdi sebagai guru olah raga nantinya,”imbuhnya.

Bedah Rumah Sodakoh Jumat Anggota Polres Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, bedah rumah Satinem berhasil dilakukan berkat hasil dari pengumpulan sodakoh dari anggota Polres Ngawi yang dilakukan setiap hari Jumat. Ruah Satinem menurutnya layak dibedah karena kondisinya yang sudah tidak layak dihuni karena hampir roboh dan bocor. “ Anggarannya dari pengumpulan sodaqoh seluruh anggota kepolisian resor Ngawi setiap hari Jumat. Rumah ibu Satinem lolos survey tim karena kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.
Pranatal Hutajulu menambahkan, selama menjabat sebagai Kapolres Ngawi gerakan sodakoh hari Jumat telah merehap 7 rumah warga. Mayoritas rumah yang dibedah dalam kegiatan sodakoh Jumat kondisinya sangat memprihatinkan . “ Selam kurnag lebih satu setengah tahun rumah ibu Satinem merupakan rumah ke 7 yang kita bedah melalui program sodakoh Jumat,” imbuhnya.
Gerakan Sodakoh Jumat Polres Ngawi mentargetkan setiap 2 bulan seklai akan ada giat bedah rumah warga yang tidak layak huni. Dana yang terkumpul dari gerakan sodakoh Jumat anggota Polres Ngawi selain untuk kegiatan bedah rumah juga dignakan untuk membantu warga yang mengalami musibah seperti bantuan kepada warga korban banjir dan warga yang mengalami kekeringan seperti saat ini. “ Kita harapkan dengan gerakan Sodakoh Jumat bisa meringankan keluarga yang pra sejahtera,” pungkas Pranatal. (Koco/Gin)

Pewarta : Sukoco

Redaktur : Agin

  1. Mega Finance membutuhkan Salesman dan salesgirl. Bawa fc KTP dan ijazah terakhir ke : JL Suryo 13 Grudo Ngawi (Utara jalan Barat pasar Grudo). Telp : 0351 746035, 44 77 629
  2. Dibutuhkan 2 pekerja bagian masak di Rest Area Ngawi d/a Blego, Ngale, Paron. Minat?, hubungi Habibah…….. 0856 4244 2778
  3. Dibutuhkan promotor OPPO region Madiun. Datang ya di interview kami tanggal 24 – 26 April 2019 pukul 10.00 – 13.00 di JL Diponegoro no 110 Madiun. Pakaian Kemeja Putih, celana hitam dan bersepatu.

Ngawi – Portalnews Madiun Raya

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, ST, MH meninjau pembangunan Masjid Batu di Dusun Tanon Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi, Selasa (08/01/2019).

Yang istimewa, Wakil Bupati Ony Anwar selain didampingi oleh pejabat setempat juga diikuti oleh Sugiri Sancoko, budayawan dan politisi Partai Demokrat.

Dalam keterangannya, Sugiri Sancoko menyatakan bahwa selain pembangunan fisik, masyarakat juga harus dibangun mental dan spiritual nya, “Pembangunan masyarakat dari sisi mental spiritual adalah dengan mendekat kan mereka dengan sang pencipta, untuk itu Masjid sangat penting sebagai fasilitas tersebut,” ucap Sugiri Sancoko kepada Portal Madiun Raya.

Hari ini saya mendampingi Mas Ony, Wabup Ngawi untuk mendukungnya memberikan fasilitas keagamaan bagi masyarakat di Dusun Tanon, Desa Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi ini, sambung Mas Giri, panggilan akrabnya.

“Kedepan, kita harus terus bersinergi antara pejabat eksekutif dengan legislatif untuk meningkatkan pembangunan mental spiritual khusunya di Dapil IX DPRD Provinsi Jawa Timur ini.” Pungkas Caleg Partai Demokrat tersebut.

Sementara Ketua pembangunan Masjid, Agus Santosa mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Ony dan Sugiri Sancoko. “Atas nama jamaah dan masyarakat, kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian yang diberikan, semoga kita dapat bersama sama mewujudkan masyarakat Ngawi yang beriman,” ucapnya. (Yah/Gin)

Ngawi – Portalnews Madiun Raya

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, mengajak masyarakat di Kabupaten Ngawi untuk memilih Sugiri Sancoko sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil IX tahun 2019 – 2024.

Ajakan politisi Partai Demokrat tersebut disampaikannya dihadapan ribuan peserta jalan sehat di Alun-alun Kota Ngawi, Ahad (05/01/2019).

“Sugiri Sancoko merupakan sosok yang sudah terbukti, politisi yang memberikan solusi, sahabat rakyat sekaligus pegiat budaya,” ucap Ony yang disambut meriah oleh peserta jalan sehat.

Dengan pengalamannya, saya yakin Pak Giri mampu mengawal kebijakan eksekutif di wilayah Mataraman atau Dapil IX Jawa Timur untuk lebih maju dan berkembang, sambung Ony.

“Untuk itu, mari kita pilih Sugiri Sancoko menjadi wakil kita di Provinsi Jawa Timur,” ajak Wabup Ngawi tersebut.

Kegiatan jalan sehat yang digelar tersebut merupakan Hari Ulang Tahun Toko Buah ABC yang ke 22, sekaligus mensemarakkan Car Free Day di Kota Ngawi.

Terpisah, Sugiri Sancoko mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Wakil Bupati Ngawi dan seluruh masyarakat Ngawi kepadanya. “Saya tidak akan menyia – nyiakan amanah yang diberikan, saya akan berbuat yang terbaik untuk masyarakat Ngawi pada khususnya dan masyarakat Dapil IX Jawa Timur pada umumnya,” ucap Sugiri Sancoko dengan senyuman khasnya. (Yah/gin)

NGAWI, Madiunraya.com – Tiga bus dan satu mobil terlibat kecelakaan beruntun di daerah Soko, Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (17/4/2018) siang.

Tiga bus yang terlibat kecelakaan tersebut adalah Bus Eka, Bus Mira, dan Bus Sumber Selamet, serta sebuah mobil Kijang Innova berpelat merah asal Malang.

Belum diketahui kronologi pasti dan jumlah korban jiwa serta luka dalam kecelakaan tersebut. Pihak petugas saat ini sedang melakukan evakuasi sejumlah penumpang luka dibantu dengan warga di lokasi kejadian.

Korban luka informasinya dibawa ke sejumlah rumah sakit di Ngawi, di antaranya di Rumah Sakit Attin Ngawi dan RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Sementara itu, korban selamat Bus Mira, Abdul Rokim, menduga kecelakaan terjadi akibat Bus Mira yang ingin mendahului Bus Eka di depannya. Pada saat bersamaan ada bus lain dari arah berlawanan hingga akhirnya terjadi tabrakan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait atas peristiwa kecelakaan tersebut. Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi hingga kini masih menyelidiki kecelakaan tersebut lebih lanjut.

NGAWI, Madiunraya.com – Seorang warga tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata dengan truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600, tepatnya di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jatim, Kamis.

Korban tewas adalah Abeh (52) warga Rembang, Jawa Tengah, yang merupakan kernet dari bus pariwisata PO Subur Jaya.

Kanit Kecelakaan Lalu Lintas, Polres Ngawi Iptu Cipto menyatakan belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Hingga kini Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi masih melakukan olah TK dan penyelidikan lebih lanjut. “Nanti saja kita masih olah TKP dan melakukan penyelidiakn lebih lanjut,” katanya.

Sementara, sesuai informasi, kecelakaan tersebut terjadi saat Bus PO Subur Jaya bernomor polisi K-1627-GD melaju kencang dari arah Madiun menuju Ngawi. Bus tersebut merupakan bagian dari rombongan pariwisata siswa SMA 2 Magelang, Jawa Tengah.

Rombongan bus tersebut dalam perjalanan pulang ke Magelang setelah melakukan piknik dari Bali. Malangnya, di lokasi kejadian bus menabrak truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan bernomor polisi L-8288-UB yang berjalan searahnya.

Akibat kecelakaan tersebut, kernet bus tewas di lokasi kejadian dan beberapa penumpang bus mengalami luka-luka. Korban tewas telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Caruban Kabupaten Madiun. Demikian juga, korban luka dibawa ke rumah sakit yang sama.

Sedangkan penumpang bus lainnya yang hanya luka ringan dievakuasi ke Rumah Makan Putra Jawa Timur Ngawi dengan bus milik rumah makan tersebut.

Sementara, petugas masih melakukan evakuasi terhadap “bangkai” dua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut.

Petugas meminta pengendara yang melalui jalur tol KM 586 untuk berhati-hati karena jalan menjadi licin akibat tumpahaan minyak goreng. Kasus kecelakaan tersebut masih didalami oleh petugas Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.