PacitanPortalnews MADIUN RAYA

Hujan deras yang disertai angin kencang membuat sebuah pohon yang berusia ratusan tahun roboh dan menimpa rumah penduduk di RT 03 RW 19 Dusun Ngagik, Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Pacitan, Senin (30/12/2019).

Menurut Katni, warga setempat yang rumahnya tertimpa pohon roboh itu, menyampaikan bahwa musibah tersebut terjadi lantaran hujan deras yang disertai angin kencang.

Tiba-tiba pohon lumut yang berusia ratusan tahun ini menimpa rumah saya, cukup parah kerusakan yang ditimbulkan meliputi atap dan tembok rumah, ” Ucap Katni.

Saat ditanya apakah ada tanda-tanda sebelum kejadian, Katni menjawab bahwa sebelum kejadian tidak ada pertanda akan robohnya kayu lumut yang berusia ratusan tahun itu.

Kejadian ini tiba-tiba terjadi, saat hujan deras yang disertai angin kencang pada pukul 13.00 kayu ini roboh dan menimpa rumah saya, Alhamdulillah saat ini pihak Pemerintah Desa Bandar, Kecamatan, Polsek dan Koramil sudah membantu bersama warga setempat menyingkirkan sisa pohon yang roboh, ” Lanjut Katni.

Sementara menurut Pj Kepala Desa Bandar, Ellyas, kejadian pohon roboh yang menimpa rumah warganya tersebut terjadi akibat angin kencang yang melanda desanya.

Musibah pohon roboh yang menimpa dia rumah warga Desa Bandar yaitu rumah Pak Katni dan Pak Rebo, taksiran kerugian bencana ini kurang lebih 75 juta untuk rumah Pak Katni karena kerusakannya cukup parah dan 25 juta untuk rumah Pak Rebo, ” Kata Ellyas kepada Portalnews MADIUN RAYA.

Untuk penanganan bencana tersebut, Ellyas menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Desa Bandar sudah memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana tertimpa pohon roboh tersebut.

Pemerintah Desa Bandar dibantu Kecamatan, Polsek dan Koramil Bandar bersama warga membersihkan potongan kayu dan juga memberikan bantuan kepada korban berupa bahan makan, selanjutnya akan kita usulkan untuk memberikan bantuan perbaikan rumah mengingat kerusakannya cukup parah, ” Lanjut Ellyas.

Kedepan, kata Ellyas, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Desa Bandar untuk selalu waspada dengan adanya bencana akibat hujan deras dan angin kencang.

Kepada seluruh warga, harus waspada kepada bencana alam yang mungkin akan terjadi, apalagi wilayah Desa Bandar terdiri dari perbukitan, rawan terjadi bencana tanah longsor dan pohon roboh, bagi yang rumahnya dekat dengan pohon besar harus ber hati-hati. ” Pungkas Ellyas.

Sampai dengan berita ini diturunkan, masyarakat setempat masih bekerja bakti membersihkan sisa kayu yang roboh menimpa dia rumah di Desa Bandar tersebut. (GO/Gin)

Pewarta : Hargo

Redaktur : Agin Wijaya

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Tidak ada angin tidak ada hujan, tebing KM 16, masuk desa Nglinggis, kecamatan Tugu kembali longsor Sabtu (25/8).

Diperkirakan longsor yang membawa material tanah, dan batu-batu besar tersebut, terjadi pukul 20.00 Wib semalam.

Akibatnya, jalur utama yang menghubungkan kabupaten Trenggalek dan Ponorogo ini pun terpaksa di tutup total.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, bersama dengan jajaran Forkopimda dan BPBD, meninjau langsung ke lokasi kejadian.

Dalam keterangannya AKBP Didit mengatakan, KM 16 merupakan jalan utama yang menghubungkan Trenggalek dengan kabupaten Ponorogo, sehingga keberadaan jalur ini sangat vital karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Oleh sebab itu penangananya harus cepat, dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan.

“Kita sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah dan BPBD, agar akses jalan segera bisa di buka kembali,” Ucap AKBP Didit.

Ditambahkan, guna menghindari adanya korban jiwa, pihaknya telah menurunkan sejumlah personel baik dari Polres maupun Polsek Tugu, untuk membantu pengamanan dan memastikan, tidak ada masyarakat yang nekat menerobos jalan.
Mengingat kondisi gelap dan diperkirakan tanah masih labil sehingga sangat rentan terjadi longsor susulan.

“Kita tempatkan personel di dua sisi dan mereka akan stanby sampai kegiatan pembersihan benar-benar selesai dan aman” imbuhnya

Sementara itu Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto menuturkan, dengan berbagai pertimbangan keamanan pembersihan material longsor baru bisa dilakukan pagi ini.

Pemerintah daerah telah menyiapkan 2 buah alat berat di sekitar lokasi.

“Sejak tadi pagi sudah mulai dilakukan pembersihan. Diupayakan secepatnya selesai.” Ucap Iptu Bambang saat dikonfirmasi di lokasi. Sabtu (25/8)

Sampai dengan berita ini diturunkan proses pembersihan material longsor masih berlangsung.

Belum bisa diperkirakan kapan pembersihan selesai mengingat material tanah dan batu masih terus berjatuhan dari atas tebing.(Ono/gin)

Reporter : Dahono

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.