Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui akun instagramnya mengumumkan bahwa Kabupaten Lamongan masuk level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Berdasarkan Asesment Situasi yang dirilis Kemenkes RI per hari ini, Alhamdulillah Lamongan menjadi kabupaten pertama yang masuk asesmen level 1 di Pulau Jawa. “Setelah Kabupaten Lamongan yang tembus level 1 pertama di Jawa, yang turun ke Level 2 naik 16 daerah, dan level 3 tercatat 19 daerah serta level 4 tinggal 2 daerah,” Ucap Khofifah, Rabu (08/09/2021).

Yang level 2 yaitu Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Pamekasan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi dan Bangkala. “Sedangkan daerah yang level 3 yaitu Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kediri, Jombang dan Blitar,” Jelas Khofifah.

Untuk yang masih Level 4, Khofifah menyampaikan tinggal dua daerah yaitu Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan. “Mari kita bersyukur dengan diikuti kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Matur nuwun kerja keras semua pihak. Jaga dan waspada ya lur. Mugi sehat seger waras sedoyo.”Pungkas Gubernur Khofifah. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Untuk menghindari terjangkitnya Virus Covid 19, ratusan Ibu hamil dan menyusui di Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo disuntik vaksin, Selasa (31/08).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Ngrayun Ponorogo itu mendapatkan pengawalan dari Bhabinkamtibmas Polsek Ngrayun serta Babinsa Koramil Ngrayun.

Menurut Kapolsek Ngrayun, AKP Joko Santoso, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mencegah dan menghindari meluasnya pandemi Covid19, yang ditujukan kepada Ibu Hamil maupun Ibu yang masih menyusui. “Karena pentingnya kegiatan ini, kami melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan Vaksinasi Covid 19 Dosis 1 jenis Sinovac yang diberikan kepada ibu ibu Hamil dan Menyusui di wilayah Kecamatan Ngrayun,” Ucap AKP Joko.

Kapolsek Ngrayun itu juga menjelaskan mekanisme pelaksanaan Vaksinasi tersebut. “Ibu- ibu hamil harus melalui beberapa tahap antara lain, anggota Vaksinator meja 1 bertugas mencocokan data dan registrasi, anggota Vaksinator meja 2 bertugas melakukan skrening dan pemeriksaan fisik sederhana, anggota Vaksinator meja 3 bertugas pemberian vaksinasi, anggota Vaksinator meja 4 bertugas pemantuan KIPI, selanjutnya penerima Vaksin Covid – 19 harus melewati meja 1 sampai meja 4 dan benar-benar dinyatakan sehat,” Jelas AKP Joko Santoso.

AKP Joko Santoso juga menyatakan bahwa total vaksin dalam kegiatan tersebut adalah 238 dosis. “Yaitu terdiri dari ibu menyusui 6 orang, masyarakat umum dosis 1 sebanyak 54 orang, dosis 2 sebanyak 8 orang, sedangkan Ibu hamil 170 orang,” Ujar Kapolsek.

AKP Joko berharap agar tercipta Herd Imunity setelah vaksinasi dilakukan.”Tentunya dengan dukungan semua pihak untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan, menjaga imunitas dengan menerapkan pola hidup sehat serta kesadaran vaksinasi secara masif.” Pungkas AKP Joko Santoso. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyuting : Agin Wijaya

Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menambah 4 daerah Kota dan Kabupaten untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah Zona Merah Peta Persebaran Covid 19 di Jawa Timur semakin meluas.

Keempat daerah yang menyusul Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat itu adalah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto.

Keputusan itu dituangkan dalam Keputusan Gubernur Kepgub No. 188/11/KPTS/013/2021 yang berlaku per 13 Januari 2021.

Menurut Gubernur Khofifah, penambahan PPKM tersebut adalah untuk kemaslahatan bersama. “Penambahan PPKM ini demi kemaslahatan kita bersama,” ungkap Gubernur Khofifah.

Gubernur Jatim itu juga berpesan agar seluruh warganya tidak bosan untuk terus disiplin menerapkan Protokol Kesehatan. “Jangan bosan untuk terus disiplin Protokol Kesehatan,” tandasnya.

Khofifah mengajak seluruh warga Jatim untuk saling menjaga. “Ayo kita saling menjaga agar Jawa Timur bisa segera lepas dari belenggu Covid 19 ini. Kita harus optimis, Insya Alloh Jatim bisa !.” Pungkas Gubernur Jawa Timur. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung membuat 3 warga Ponorogo dalam dua hari ini, meninggal dunia karena terjangkit virus tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Ipong Muchlissoni melalui pers release.

“Innalillahi wainnaillaihi rojiun, Kasus meninggal masih terus terjadi. Pada 2 hari ini didapatkan 3 orang pasien confirm meninggal dunia, antara lain perempuan, usia 84 tahun, alamat domisili Kecamatan Jenangan, Perempuan, usia 74 tahun, alamat domisili Kecamatan Siman dan Perempuan, usia 65 tahun, alamat domisili Kecamatan Siman, ” Terang Bupati Ipong Muchlissoni, Ahad (10/01/2021).

Sementara untuk perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Ponorogo per hari ini adalah terdapat 40 pasien dinyatakan sembuh dan menyelesaikan isolasi.
“Hari ini juga erdapat tambahan 34 konfirmasi baru. Dengan demikian pernah hari ini ada 1.390 kasus Covid 19, sembuh 1.126 orang, meninggal 67 dan masih menjalani isolasi sebanyak 197 orang, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Untuk itu, mari kita sukseskan Vaksin COVID-19 yang akan diberikan gratis kepada seluruh masyarakat. “Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan bertahap sesuai prioritas yang telah ditentukan. Mari bersiap untuk divaksinasi ketika vaksin siap. Dengan Vaksin kita lindungi diri, lindungi negeri!
Jangan lupa tetap disiplin pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah).

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Soal vaksin Covid-19 Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan TGTP Covid-19 Kabupaten Pacitan Rachmad Dwiyanto, menyampaikan dari 4 jenis vaksin yang disediakan pemerintah dijadwalkan sampai di Pacitan antara tanggal (13/01) sampai dengan (20/01).

“Penerapannya belum bisa dilaksanakan kalau belum dapat sertifikat Halal dari MUI dan izin BPOM,” kata Rachmad.

Untuk pelaksana vaksinasi adalah institusi pelayanan Kesehatan pemerintah yang terdiri dari 24 puskesmas, RSUD Darsono Pacitan, klinik DKT dan Klinik Polres Pacitan.

Sedang dari 4 tahapan yang ditentukan akan diutamakan petugas medis, dan disusul tahap 2 TNI, Polri, Satpol PP, petugas pelayan publik, guru, toma, toga dan para pelaku ekonomi.

Selain itu, kelompok masyarakat yang ditunda dalam pemberian vaksin adalah orang dengan kondisi demam suhu diatas 37,5 °c, memiliki penyakit asma, PPOK dan TBC.

Vasksinasi juga tidak diberikan kepada kelompok masyarakat dengan kondisi pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, hamil/menyusui, ispa dalam 7 hari terakhir, anggota keluarga kontak erat, suspek, konfirmasi Covid 19, sedang dalam perawatan, alergi berat setelah vaksin ke 1 dan terapi aktif kelainan darah.

Untuk pelaksanaan vaksinasi pemerintah akan mendirikan 27 pos pelayanan, tiap hari akan dilakukan 68 sesi dan jumlah sasaran tiap sesi adalah 15 orang. Dari angka tersebut akan ditemukan 870 orang yang mendapat vaksin dari 105 petugas medis yang bertugas. (Yah).

Ket Gambar :
Juru Bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Pacitan, Rachmad Dwiyanto

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Setelah sebelumnya diumumkan ditutup karena ada tenaga kesehatan yang positif Covid 19, pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) kembali di buka.

Hal itu disampaikan oleh Direktur RSUD DR Harjono, dr Made Jeren.

Menurut Direktur Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo itu, ruangan IGD telah selesai dilakukan disinfeksi. “Selain itu juga telah dilakukan tracing dan tes swap kepada Tenaga Kesehatan yang bekerja ditempat tersebut,”Terang Made Jeren.

Untuk itu, dr Made Jeren menyampaikan bahwa pelayanan IGD RSUD Dr Harjono Ponorogo telah dibuka kembali. “Pelayanan IGD RSUD Dr Harjono telah dibuka kembali dan siap melayani masyarakat,”Tandas Direktur RSUD Dr Harjono.

Tidak lupa, dr Made Jeren meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mentaati protokol kesehatan. “Tetap jaga kesehatan dan laksanakan protokol kesehatan agar kita terhindar dari Covid 19.”Pungkas dr Made Jeren. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Magetan – Portalnews Madiun Raya

Bupati Magetan, Suprawoto melakukan tes swab untuk kedua kalinya setelah sang  istri Positif terpapar Covid-19, Sabtu (09/01/2021).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, istri Bupati Magetan Titik Sudarti, dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit rujukan pemerintah di Magetan. Sedang Bupati Suprawoto pada swab pertama hasilnya negatif.

Menurut Didik Setyo Margono, Kepala Bidang Penanganan dan Penangulangan Covid-19 Dinas Kesehatan Magetan pada Test Swab pertama yang dilakukan pasca istri beliau diketahui hasilnya positif, dan hasil swab bupati negatif. “Swab Test ke 2 pagi tadi hasilnya negatif, ” terang Didik.

Didik juga menyatakan bahwa jika swab kedua diketahui negatif, sudah kuat hasilnya bahwa seseorang tersebut negatif. Tidak perlu dilakukan swab ulang ke 3 kalinya.

Negatifnya hasil Test Swap Bupati Suprawoto disebabkan beberapa hal. “Dengan imunitas yang bagus, kondisi kuat dan sehat tidak mudah tertular. Bupati juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam keluarga atau bisa juga karena tidak kontak erat terhadap istri,”  tambahnya.

Didik juga mengatakan lebih baik Bupati Magetan menjaga stamina dan kesehatan agar tetap bugar.”Sebaiknya Bupati melakukan istirahat terlebih dahulu beberapa hari kedepan.”pungkas Didik Setyo Margono.

Hingga petang ini, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Magetan mencapai angka 1098 orang. Dengan catatan sembuh sebanyak 914 orang, dirawat dan isolasi sebanyak 133 orang dan meningal dunia sebanyak 51 orang. (Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.