Magetan – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas dialami oleh Rifa Nur Hajati (26) warga Desa Banyudono, Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo yang meninggal dunia saat terlinat kecelakaan lalu lintas di jalan tembus menuju Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jumat (8/10/21) petang.

Dilansir dari Nusadaily.com, kejadian itu akibat tabrakan yang cukup keras.

Menurut Kanit Pos Lantas Plaosan, Ipda Ahmad Suryani kecelakaan tersebut  melibatkan motor korban yaitu Honda Scoopy dengan sebuah mobil Hilux plat merah.

Ipda Ahmad Suryani menyebutkan bahwa peristiwa kecelakaan lalu lintas itu bermula saat sepeda motor Scoopy Nomor Polisi AE 6578 UK yang dikendarai oleh korban berboncengan dengan warga Magetan bernama Siti Munawaroh berjalan dari timur atau dari arah Plaosan menuju Sarangan.

“Saat melintasi tikungan bawah kebun strawberry, (motor) mengambil jalur terlalu melebar kekanan, sehingga menabrak kendaraan Hilux plat meral bernomor Polisi AD 9568 TB yang dikemudikan oleh Peni Budi Andayani dari arah berlawanan. Kerasnya tabrakan membuat salah satu pengendara motor meninggal dunia di tempat,” ujar Ipda Ahmad Suryani.

Korban meninggal dunia, lajutnya, bernama Rifa Nur Hajati (26) warga Alastuo, Desa Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

“Sedang Siti Munawaroh (25) yang dibonceng merupakan warga desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, mengalami luka di tangan kanannya. Korban kurang hati-hati saat berkendara. Karena saat kejadian cuaca cerah, jalan tikungan menurun dan arus lalin juga sepi,” tambahnya.

Saat ini korban meninggal dunia akibat lakalantas telah dievakuasi dan berada di kamar jenazah RSUD dr. Sayidiman Magetan, sedang rekanya dirawat di Puskesmas Plaosan. (Red).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang petani yang berasal dari Dukuh Dasun Desa Bangunrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo bernama Bakin (62) ditemukan meninggal dunia di area persawahan di Dukuh Boworejo Desa Sampung Kecamatan Sampung saat mencari rumput.

Korban diketahui meninggal dunia pada Ahad (03/10/2021) sekira pukul 16.30 WIB.

Kapolsek Sampung Iptu Marsono, beserta Anggota Polsek Sampung, Anggota Koramil Sampung, Team Inafis Polres Ponorogo, Petugas Puskesmas Sampung mendatangi TKP setelah mendapatkan laporan dari warga.

Menurut Kapolsek Sampung, kronologis kejadian itu adalah pada saat hari Minggu tanggal 03 Oktober 2021 Sekira Pukul 14.30 Wib, Korban berangkat mencari rumput di persawahan masuk Dukuh Boworejo RT 01 RW 01 Desa Sampung Kecamatan Sampung. “Kemudian sekira pukul 16.00 Wib, Korban diketahui oleh saksi bernama Alfian tergeletak di persawahan. Karena kondisi korban sudah tidak bergerak oleh saksi  di dekati dan ternyata kedapatan sudah tidak bernafas,”Jelas Iptu Marsono kepada Portalnews Madiun Raya.

Selanjutnya saksi meminta pertolongan kepada warga yang lainnya. “Setelah mengetahui kejadian itu, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sampung dan kami meluncur ke TKP bersama petugas terkait,”Lanjut Iptu Marsono.

Di TKP, Kapolsek Sampung menyampaikan telah ditemukan satu buah sabit. “Kemudian satu buah Ungkal dan satu sak rumput. Dari hasil pemeriksaan tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada diri korban. Korban meninggal dunia diduga karena murni terkena serangan jantung,”kata Iptu Marsono.

Menurut keterangan Anak korban, Kapolsek menambahkan Almarhum mempunyai ruwayat tensi tinggi dan jantung. “Sekira empat hari yang lalu, korban berobat ke Bidan Desa IKA di Dukuh Mangunan Desa Tulung. Dan berdasarkan keterangan dari Bidan IKA bahwa korban mengalami tensi tinggi dan tekanan jantung tinggi. Dan selanjutnya di berikan Obat,”Tambah Iptu Marsono.

Selanjutnya jenazah korban di serahkan kepada Keluarga untuk di lakukan pemulasaraan. “Dengan Adanya kejadian tersebut pihak keluarga menerima atas kematian Korban dan membuat surat pernyataan tidak menuntut Pihak manapun.”Pungkas Kapolsek Sampung. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Diduga mengalami korsleting listrik, sebuah Mobil Box ber Nomor Polisi B-9003-TEZ terbakar bagian mesinnya di RT 07 RW 05 Dusun Ringin Asri Desa Tegalombo Pacitan, sekira pukul 18.15, Selasa (28/09/2021).

Menurut Kapolsek Tegalombo, Iptu Sumarno, Mobil Box tersebut habis mengantar barang dari Gresik ke Pacitan. “Di duga terjadi korsleting listrikdibagian mesin, ada pengemudi satu orang namun tidak ada korban jiwa karena begitu mengetahui ada kebakaran langsung keluar dari Mobilnya,”Ungkap Kapolsek.

Adanya kejadian itu menimbulkan kemacetan sepanjang kurang lebih 2 KM dari arah Pacitan menuju Ponorogo ataupun sebaliknya.

“Begitu ada kejadian langsung menghubungi Pemadam Kebakaran milik Pemkab Pacitan dan datang sekira pukul 19.00 WIB. 1 unit Damkar tiba dan dibantu 1 tangki penyuplai air. Kurang dari setengah jam api berhasil dipadamkan.”Pungkas Kapolsek Tegalombo, Iptu Sumarno.

Sementara menurut warga setempat, Latif, pihaknya terkejut karena tiba-tiba ada mobil box besar yang berhenti tepat didepan rumahnya. “Langsung terbakar dibagian depannya, saya langsung mengamankan mobil yang ada digarasi,”Ucapnya.

Tentang kejadian seperti itu Latif menyampaikan bahwa baru kali ini terjadi kebakaran mobil di lingkungannya. “Baru pertama ini Pak, kaget sekali tadi.”Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Diduga mengalami serangan jantung, seorang anggota Satlantas Polres Pacitan, Brigadir Widya Cahyono meninggal dunia saat bermain Badminton di Desa Bangunsari, Selasa (22/09/2021).

Dilansir dari Pacitanpos.id, Brigadir Widya Dwi Cahyono  merupakan pengantin baru masih berusia muda yaitu 25 tahun. “Beliau masih pengantin baru dan belum punya anak, meninggal diduga serangan jantung saat bermain Badminton di Desa Bangunsari, “Ucap Gus Tik, owner Pacitanpos.id.

Gus Tik juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan sebelumnya sehat wal afiat. “Menurut berbagai sumber, Widya  berangkat ke area Lapangan Badminton di Bangunsari dalam kondisi sehat wal afiat, sehingga keluarganya  kaget ketika diberi tahu Widy meninggal dunia saat tengah bermain Badminton,” Lanjut Gus Tik.

Gus Tik juga menyampaikan bahwa menantu Toko Kelontong terbesar di Kecamatan Punung tersebut dimakamkan malam itu juga di TPU Punung dengan upacara Militer yang dilaksanakan oleh jajaran polres Pacitan tempat Widy bertugas.

Gus Tik juga menjelaskan bahwa Brigadir Widya Dwi Cahyono merupakan Pemuda Asli Ponorogo umur berkisar 25 tahun, meninggalkan seorang istri dan belum punya anak. “Beberapa kerabat almarhum mengucapkan terima kasih kepada semua pihak utamanya jajaran Polres Pacitan , juga memohon doa semoga almarhum  Husnul Khatimah.”Pungkas Gus Tik, Owner Pacitanpos.id. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Akibat tersengat aliran Listrik, Muhammad Abizar Alghifari seorang anak  laki-laki, berumur 3  tahun yang beralamatkan di Dukuh Krajan,  RT 02, RW 03, Desa Blembem,  Kecamatan Jambon,  Kabupaten Ponorogo meninggal dunia pada Senin (20/09/2021) kemarin.

Menurut Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto, S.H.pihaknya menerima laporan  pada hari Senin tanggal 20 September 2021, sekira Pukul 16.30 WIB, telah terjadi anak meninggal dunia karena tersengat arus listrik di kamar milik saudara Yunus Desianto warga  di Dusun Krajan, RT 02 RW 03, Desa Blembem, Kecamatan Jambon,  Kabupaten Ponorogo.

“Kronologinya adalah, pada hari Senin tgl 20 September 2021 pukul 16.30 wib, korban bersama dengan saksi FARID dan AQILA sedang  berada dikamar sdr YUNUS menunggu  saksi   AQILA yang sedang ganti pakaian setelah mandi, pada saat menunggu  tersebut saat ganti pakaian, tiba tiba korban memegang dan menarik bola lampu yang sedang menyala dan tergantung di tembok kamar tersebut, saat kejadian saksi FARID sudah memperingatkan kepada korban untuk tidak memegang bola lampu tersebut, namun korban tetap memegang bola lampu tersebut  dan tiba tiba korban jatuh tengkurap kepala di Utara dilantai kamar tersebut,”Terang Kapolsek.

Iptu Nanang Budianto menjelaskan bahwa sesaat setelah kejadian, saksi AQILA memanggil Ayahnya (YUNUS)  yang saat itu berada dibelakang rumah memberi  makan Ayam,  “Saksi YUNUS  segera mendatangi korban yang terjatuh dilantai kamar tersebut kondisi lemas dan dibopong kemudian segera membawa korban keluar dari kamar dan memanggil saksi KARNEN untuk meminta pertolongan dan selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Jambon untuk diberikan pertolongan, namun saat tiba di Puskesmas korban  dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan upaya  pemberian pertolongan di Puskesmas Jambon,”Lanjut Kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi saksi di TKP dan hasil penyelidikan di TKP serta pemeriksaan medis, korban meninggal dunia karena tersengat arus listrik.

“Atas kejadian tersebut,  keluarga korban sudah menerima sebagai musibah dan berusaha untuk ikhlas, tabah selanjutnya keluarga korban  membuat surat pernyataan dan permohonan  tidak  dilakukan otopsi terhadap jasad korban dan sanggup tidak akan menuntut secara Hukum kepada siapa pun atas kejadian tersebut.”Pungkas Kapolsek Jambon. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas dialami oleh JEMAIN, (53), warga Dukuh Sidowayah RT 01 RW 01 Desa Tugu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo setelah jatuh dari Pohon Jati Merak diketahui meninggal dunia, Jum’at (10/09).

Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini menerangkan bahwa pada hari Jum’at tanggal 10 September 2021 diketahui pukul 14.30 Wib telah diketemukan orang meninggal dunia yg diduga terjatuh dari Pohon Jati Merak. “TKP di pekarangan milik alm. H Imam Faruki di Dukuh Sidowayah RT 01 RW 01 Desa Tugu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo,” ucap Kapolsek.

Untuk korban, Kapolsek menjelaskan adalah
Jemain (53). ” Korban di Kabupaten Ponorogo tidak punya saudara sama sekali, semula berasal dari Sumatra, namun tidak jelas alamat tepatnya dan korban ikut untuk bekerja di keluarga H. Imam Faruki (Alm) sudah lama sekali,” jelas AKP Sudaroini.

Kronologis kejadian Kapolsek menyampaikan bahwa sekira pukul 10.00 Wib Korban berangkat ke TKP mencari rumput atau dedaunan pepohonan untuk makan kambing. “Sekira pukul 13.00 Wib, Saksi bernama Iwan dan Bibit Hartono mencari korban karena biasanya pulang untuk makan siang, saat mencari menemukan sepasang sandal, setelah dilihat kebawah ternyata Korban sudah tergeletak dibawah Pohon Jati Merak dalam posisi meninggal dunia dan sebelahnya ada tunggak pohon jati merak yan patah,” jelas Kapolsek AKP Sudaroini.

Kapolsek juga menjelaskan ciri-ciri mayat yaitu memakai kaos pendek warna coklat-merah, celana warna abu”. “Terdapat luka babras di dagu, di punggung terdapat luka tancapan bekas rumput gajah, kemaluan mengeluarkan sperma, luka lebam di pinggang belakang dan sudah kaku, panjang mayat 165 cm.Barang-Bukti yang diamankan Sepasang sandal dan Pakaian yang dikenakan,” ucap AKP Sudaroini.

Hasil pemeriksaan team Medis Puskesmas Kecamatan Mlarak dan Unit Reskrim Polsek Mlarak tidak diketemukan tanda” kekerasan yang lain. “Murni kecelakaan karena terjatuh dari Pohon Jati Merak.”Pungkas AKP Sudaroini. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo-Portalnews Madiun Raya

Sungguh tidak boleh ditiru kelakuan dua pemuda asal Prayungan ini. Bagaimana tidak, dalam kondisi pengaruh minuman keras keduanya nekat mengendarai mobil berkecepatan tinggi. Akibatnya mereka tidak bisa menguasai laju kendaraan sehingga menabrak pohon tepat di depan Mapolsek Sawoo, Kamis (09/09/2021), sekitar pukul 00.40 wib.

Karena kerasnya benturan sehingga menyebabkan mobil terpental sejauh kurang lebih 10 meter dan berubah arah menghadap ke Timur. “Ya kaget, karena lalu lintas lengang pada waktu itu, kemudian tiba tiba mobil sedan dari arah selatan dengan kecepatan tinggi langsung menabrak pohon depan Mako. Kami tadi juga harus mencongkel kabin untuk mengeluarkan sopir karena tergencet body mobil”, ujar KSPK Polsek Sawoo Aipda Anton saat dilokasi kejadian.

Akibat kejadian ini sang sopir menderita luka cukup parah yakni luka terluka dan patah dikaki kiri, serta penumpang terluka di sekitar wajah karena kerasnya benturan. “Untuk korban tadi kami rujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis karena sopir lukanya cukup parah, ada ada luka terbuka dan patah pergelangan di kaki sebelah kiri”, pungkas Aipda Anton. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.