TUBAN, Madiunraya.com – Evakuasi tiga truk di Jembatan Widang Tuban, Jawa Timur, yang tercebur ke Sungai Bengawan Solo saat jembatan tersebut ambrol, menggunakan “crane” yang ditempatkan di bagian selatan arah ke Kecamatan Babat, Lamongan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono di Tuban, Rabu, menjelaskan teknik evakuasi tiga truk dengan memanfaatkan “crane” kemudian menyeret truk ke arah selatan.

Dengan demikian, lanjut dia, posisi “crane” akan berada di bagian selatan jembatan Widang, bukan di bagian utaranya. Teknik evakuasi tiga truk itu, menurut dia, sesuai rekomendasi yang diberikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

“Saat ini ‘crane’ dari CV Berdikari, Jenu, Tuban, sudah di lokasi Jembatan Widang,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, juga akan didatangkan “crane” dari Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ).

Sesuai laporan Kapolsek Widang Tuban AKP Totok Wijanarko, Jembatan Widang bagian barat ambrol, Selasa (17/4) sekitar pukul 11.05 WIB.

Ketika itu di Jembatan Widang bagian barat melintad kendaraan truk dengan nomor pol D 8569 UE yang dikemudikan Saiful Arif warga Desa Kembangan, Kebomas, Gresik, berjalan paling depan dari arah Surabaya menuju Tuban.

Sedangkan kendaraan truk Varia Usaha W 9352 US yang dikemudikan Muchlisin warga Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Gresik, tanpa kernet berada di belakang truk itu.

Saat itu melaju sebuah kendaraan truk dengan kepala putih yang belum diketahui nomornya juga pengemudinya akan menyalip kendaraan truk S-8569-UE, posisi beriringan. Hingga saat ini belum diketahui nasib pengemudi truk berkepala putih itu.

“Saat itulah jembatan patah. Ketiga kendaraan (truk) berada di sebelah selatan garis jembatan yang patah,” katanya menjelaskan.

Dalam kejadian ambrolnya Jembatan Widang dengan panjang lebih dari 50 meter, Muchlisin selamat, namun menderita luka-luka akibat truknya tercebur ke Bengawan Solo.

Selain itu, dua pengendara sepeda motor dengan nomor pol L 3466 DJ yaitu Ubaidilah Masum, warga Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban dan Muhammad Rizal Afifudin warga Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Lamongan, yang ikut tercebur ke Bengawan Solo, juga selamat.

“Arus kendaraan dari arah Tuban menuju Surabaya yang melewati Widang sekarang sepi. Kemungkinan beralih melalui pantura menuju Gresik,” kata Kanit Reskrim Polsek Widang, Tuban Ipda Pol Ramlih menambahkan.

SURABAYA, Madiunraya.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur melarang kendaraan berat untuk melintasi jembatan Widang, Tuban pascaambrolnya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban – Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan itu, Selasa (17/4).

“Untuk sementara ini kendaraan berat dilarang melintas di jembatan. Hanya lewat jalan lama yaitu Jalan Daendels dan itu tidak terlalu jauh,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Rabu (18/4/2018).

Machfud mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak Dinas Perhubungan Jatim untuk merekayasa arus lalu lintas di kawasan itu. Kapolda juga mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

“Penyangga ambrol mungkin kendaraan berat dari Surabaya ke Tuban harus lewat jalan Daendels. Mungkin sebaliknya. Mudah mudahan tidak menjadi hambatan lagi. Yang kecil-kecil boleh lewat jembatan satunya,” ujar Machfud.

Pihak kepolisian segera akan memberi petunjuk arah dari sebelum jembatan juga arah jalan lama untuk pengguna jalan.

“Petugas ada di situ jangan sampai orang kebablasan muter dan membuat macet,” ucapnya.

Machfud menegaskan pihaknya langsung melakukan penyidikan untuk mengetahui apakah kejadian itu kecelakaan murni atau hal lain. Selain itu dia memastikan keluarga korban akan disantuni Jasa Raharja. Dirlantas juga akan menyantuni keluarga korban.

“Tentunya kami minta masyarakat untuk bersabar. Yang biasanya lewat jalur lurus harus belok sedikit karena memang ada bencana yang tidak dikehendaki, bersabar dan saling menghormati,” tuturnya.

Dia berharap jembatan dari Kementerian PUPR untuk segera membenahi. Sebab arus mudik masih 1,5 bulan lagi.

NGAWI, Madiunraya.com – Tiga bus dan satu mobil terlibat kecelakaan beruntun di daerah Soko, Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (17/4/2018) siang.

Tiga bus yang terlibat kecelakaan tersebut adalah Bus Eka, Bus Mira, dan Bus Sumber Selamet, serta sebuah mobil Kijang Innova berpelat merah asal Malang.

Belum diketahui kronologi pasti dan jumlah korban jiwa serta luka dalam kecelakaan tersebut. Pihak petugas saat ini sedang melakukan evakuasi sejumlah penumpang luka dibantu dengan warga di lokasi kejadian.

Korban luka informasinya dibawa ke sejumlah rumah sakit di Ngawi, di antaranya di Rumah Sakit Attin Ngawi dan RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Sementara itu, korban selamat Bus Mira, Abdul Rokim, menduga kecelakaan terjadi akibat Bus Mira yang ingin mendahului Bus Eka di depannya. Pada saat bersamaan ada bus lain dari arah berlawanan hingga akhirnya terjadi tabrakan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait atas peristiwa kecelakaan tersebut. Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi hingga kini masih menyelidiki kecelakaan tersebut lebih lanjut.

SURABAYA, Madiunraya.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menduga ambrolnya jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban – Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dikarenakan usia jembatan yang sudah tua.

“Jembatan ambrol karena ketidakmampuan jembatan itu yang sudah tua, apalagi kendaraan-kendaraanya bawa muatan yang berat,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Selasa (17/4/2018).

Dia mengatakan ambruknya jembatan yang merupakan jalan negara itu tidak diprediksi. Menurut dia, yang bisa berkomentar adalah ahli kontruksi atau dari pihak Dinas Pekerjaan Umum.

Namun Machfud menyatakan, saat ini pihak kepolisian yaitu Polres Tuban sedang mengevakuasi baik korban maupun kendaraan.

“Kapolres Tuban saat ini sedang bekerja. Perbatasan menuju Tuban dan Lamongan tapi wilayahnya wilayah Tuban. Laporan dari Kapolres Tuban saat korban masih dua orang yang meninggal,” katanya.

Kapolda berharap evakuasi cepat selesai dan jembatan pun juga segera dibenahi oleh Dinas PU. Saat ini sementara hanya satu laju jalur yang bisa digunakan.

“Mau gak mau polisi harus bekerja keras untuk mengatur lalu lintas. Tidak ada alternatif lain, mau tidak mau harus pakai jalur itu jalan utama,” ujarnya.

Sebelumnya jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban – Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan ambrol sekitar pukul 11.05 WIB.

Ambrolnya jembatan membuat satu dump truk muat limbah smelter, dua truk tronton muat pasir dan satu sepeda motor terjebur ke air. Adapun korban sementara diketahui dua orang pengemudi truk yang meninggal dunia.

LAMONGAN, Madiunraya.com – Jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Babat-Widang, atau Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban, Jatim ambrol, kata Kepala BPBD Lamongan, Suprapto.

“Lima anggota sudah diluncurkan ke lokasi, dan saya juga masih perjalanan ke sana untuk melihat lokasinya,” kata Suprapto, dikonfirmasi dari Surabaya, Selasa.

Suprapto mengaku, ambrolnya Jembatan Widang berada dalam kewenangan perhubungan, namun BPBD Lamongan tetap mengirimkan petugas untuk diperbantukan evakuasi korban.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambrol. Tiga truk tronton yang sedang melintas di atas jembatan tersebut, turut terjatuh di dasar sungai. Untuk sementara, seorang sopir dilaporkan meninggal dunia.

Sebelumnya, sempat beredar luas foto dan video melalui pesan berantai di berbagai gawai milik warga Surabaya terkait Jembatan Widang yang ambrol hingga putus, dan dalam foto tampak truk yang tercebur di Sungai Bengawan Solo. Jembatan Widang pada tahun 2017, juga sempat mengalami pergeseran atau ambles sedalam 15 centimeter.

Lokasi jembatan yang ambruk tersebut sebagian masuk wilayah Babat, namun sebagian besar masuk wilayah Kecamatan Widang Tuban, atau di sisi utara sungai Bengawan Solo.

,

JEMBER, Madiunraya.com – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya akan membenahi infrastruktur pasar tradisional untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat tersebut terhadap pasar modern yang menjamur di Jawa Timur.

“Saya mendorong pertumbuhan pasar tradisional supaya kompetitif dengan pasar modern, namun hal tersebut tidak akan terwujud ketika tidak ada perbaikan infrastruktur di pasar tradisional,” kata Khofifah usai mengunjungi Pasar Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

Khofifah berbincang dengan para pedagang dan menerima sejumlah keluhan tentang masih buruknya infrastruktur Pasar Rambipuji, sehingga pasar sering becek dan banjir saat hujan deras mengguyur kawasan pasar induk di Kecamatan Rambipuji tersebut.

“Pasar tradisional sering becek hingga banjir saat musim hujan, sehingga kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kelas menengah enggan datang ke pasar tradisional untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Mantan Menteri Sosial itu punya mimpi untuk melakukan gerakan belanja di pasar tradisional, namun hal tersebut dapat terwujud dengan perbaikan infrastruktur pasar tradisional lebih dulu.

“Mimpi itu akan terwujud kalau infrastruktur pasar tradisional sudah dibenahi dan masyarakat kelas menengah juga akan merasa nyaman untuk berbelanja di pasar rakyat tersebut,” katanya.

Khofifah menjelaskan perbaikan infrastuktur pasar tradisional tersebut dapat menjadi pembuka daya tarik masyarakat untuk membeli bahan pokok ke pasar rakyat karena para pedagang juga mengeluhkan sepinya pembeli di Pasar Rambipuji.

“Perbaikan infrastruktur pasar tradisional sesuai dengan program Nawa Bakti Satya yakni Jatim akses karena di dalamnya merupakan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, jalan lingkar, dan pasar tradisional,” ujarnya.

Selain perbaikan infrastruktur, lanjut dia, pembangunan gudang sebagai tempat penyimpanan berbagai komoditas kebutuhan pokok agar tidak mengalami kelangkaan juga perlu dibangun di setiap pasar tradisional.

“Pedagang bisa memotong rantai distribusi yang memakan biaya tinggi dan akan mendapatkan kualitas barang bagus dengan harga standar, apabila barang-barang kebutuhan pokok tersebut disimpan di gudang yang berada di pasar tradisional,” ucap Cagub Jatim yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak itu.

Khofifah juga berharap ada agen perbankan di pasar tradisional untuk memberikan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para pedagang usaha mikro, sehingga para pedagang tidak terjerat rentenir.

“Sejauh ini saya masih belum melihat ada agen perbankan yang mendistribusikan KUR di tengah pasar tradisional, sehingga pihaknya berjanji akan mewujudkan itu sebagai upaya memproteksi pedagang dari rentenir,” katanya.

Dalam kampanye politik di Kabupaten Jember, Khofifah akan mengunjungi sejumlah lokasi di antaranya Pasar Rambipuji, Ponpes Bustanul Ulum Curah Kalong, Gudang Tembakau di Kecamatan Jelbuk, City Forest Arum Sabil, dan Pesantren Al-Qodiri.

NGAWI, Madiunraya.com – Seorang warga tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata dengan truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600, tepatnya di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jatim, Kamis.

Korban tewas adalah Abeh (52) warga Rembang, Jawa Tengah, yang merupakan kernet dari bus pariwisata PO Subur Jaya.

Kanit Kecelakaan Lalu Lintas, Polres Ngawi Iptu Cipto menyatakan belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tersebut.

Hingga kini Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi masih melakukan olah TK dan penyelidikan lebih lanjut. “Nanti saja kita masih olah TKP dan melakukan penyelidiakn lebih lanjut,” katanya.

Sementara, sesuai informasi, kecelakaan tersebut terjadi saat Bus PO Subur Jaya bernomor polisi K-1627-GD melaju kencang dari arah Madiun menuju Ngawi. Bus tersebut merupakan bagian dari rombongan pariwisata siswa SMA 2 Magelang, Jawa Tengah.

Rombongan bus tersebut dalam perjalanan pulang ke Magelang setelah melakukan piknik dari Bali. Malangnya, di lokasi kejadian bus menabrak truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan bernomor polisi L-8288-UB yang berjalan searahnya.

Akibat kecelakaan tersebut, kernet bus tewas di lokasi kejadian dan beberapa penumpang bus mengalami luka-luka. Korban tewas telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Caruban Kabupaten Madiun. Demikian juga, korban luka dibawa ke rumah sakit yang sama.

Sedangkan penumpang bus lainnya yang hanya luka ringan dievakuasi ke Rumah Makan Putra Jawa Timur Ngawi dengan bus milik rumah makan tersebut.

Sementara, petugas masih melakukan evakuasi terhadap “bangkai” dua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut.

Petugas meminta pengendara yang melalui jalur tol KM 586 untuk berhati-hati karena jalan menjadi licin akibat tumpahaan minyak goreng. Kasus kecelakaan tersebut masih didalami oleh petugas Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi.

 

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno Putro, hari ini menghadiri beberapa kegiatan di Kabupaten Ponorogo, Rabu (04/04).

Didampingi tim sukses dan partai pengusung seperti PDIP, PKB, Gerindra, PKS, Puti mengunjungi beberapa tempat di Ponorogo.

Salah satunya mendatangi Kampung Durian di Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel Ponorogo.

Ditempat tersebut, cucu Bung Karno disambut dengan penampilan Reyog Sardulo Nareswari yang pemainnya pemainnya wanita. Puti juga menyempatkan memanen durian Kanjeng yang menjadi ikon dan produk unggulan Kampung Durian tersebut.

Dalam orasinya, Puti menyatakan bila dirinya berkesempatan menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Gus Ipul, akan ada program Seribu Dewi atau Seribu Desa Wisata. “Termasuk didalamnya Desa Ngrogung yang menyimpan potensi alam dan menghasilkan durian serta buah buahan yang lain, serta dekat dengan tempat wisata Telaga Ngebel”,ujar Puti.

Puti meminta durian yang dihasilkan di Desa Ngrogung diberdayakan menjadi beberapa produk yang nilai jualnya lebih tinggi seperti dibuat selai, jus, kue nastar, dan olahan yang bernilai jual lebih baik. “Dengan dibuat menjadi beberapa produk maka kesejahteraan petani durian akan meningkat”,lanjut Puti.

Selain itu, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 – 2023 nomor urut dua tersebut memiliki program unggulan lain yaitu Satria MADURA, dimana program tersebut adalah untuk membuat MADURA lebih maju dengan program akselerasinya.

Puti berharap, dibawah kepemimpinannya bersama Gus Ipul Jawa Timur bisa lebih makmur karena semua adalah sedulur. (Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.