JAKARTA, Madiunraya.com – Kementerian Keuangan mengumumkan jumlah utang pemerintah per April 2018 mencapai Rp 4.180,61 triliun, bertambah Rp 46 triliun atau lebih tinggi 1,06% dari Maret yang sebesar Rp 4.136 triliun.

“Posisi stok utang atau utang pemerintah mencapai Rp 4.180 triliun atau 29% dari PDB,” kata Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Luky Alfirman di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Berdasarkan data APBN Kita, total utang pemerintah per April 2018 sebesar Rp 4.180,61 triliun lebih tinggi 13,99% dibandingkan periode yang sama di 2017 sebesar Rp 3.667,41 triliun.

Angka Rp 4.180,61 triliun ini berasal dari pinjaman sebesar Rp 773,47 triliun atau 17,50% dari total. Adapun pinjaman tersebut berasal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 773,91 triliun yang terdiri dari bilateral Rp 331,24 triliun, multilateral Rp 397,82 triliun, komersial Rp 43,66 triliun, suppliers Rp 1,19 triliun. Sedangkan yang berasal dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 5,78 triliun.

Selanjutnya, utang pemerintah yang berasal dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 3.407,14 triliun. Di mana yang berdenominasi rupiah sebesar Rp 2.427,76 triliun. Denominasi valas sebesar Rp 979,38 triliun. (MR01)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Rapat kerja pansus 2 dengan tim asistensi tentang finalisasi pembahasan pencabutan Perda retribusi izin gangguan dan pembahasan Raperda tentang perubahan RPJMD di gelar di aula gedung DPRD Trenggalek (16/5) berjalan alot.

Mugianto anggota pansus 2 menyikapi masalah pencabutan perda retribusi, menurutnya Pemkab Trenggalek semestinya menyiapkan pengganti pendapatan, ketika perda retribusi izin gangguan itu di cabut. Mengingat pendapatan yang di peroleh dari izin gangguan sebesar 260 juta pertahunnya.

“Pemerintah daerah semestinya segera memberikan jawaban secara konkrit pada kami, apabila perda retribusi izin gangguan di cabut, pemerintah daerah harus menentukan pengganti nya, yang akan kita gunakan untuk menutup. Perlu di ingat pendapatan dari retribusi izin gangguan ini 260 juta per tahun, angka ini cukup lumayan besar dan apabila di cabut tentunya akan menghilangkan pendapatan tersebut”,ungkapnya.

Masih menurut Mugianto, dalam rapat kerja pansus 2 tersebut menyampaikan, bahwa dalam pembahasan ini pihaknya mengaku tidak mendapat paparan secara jelas, terutama dari Dinas Pendapatan. Untuk itulah meski pihaknya dalam hal ini fraksi Demokrat menyatakan setuju terkait atas pencabutan Perda tersebut, namun sebelumnya harus ada pemaparan yang jelas dari pemkab Trenggalek.

Sementara Samsuri anggota pansus 2 juga menyampaikan hal yang sama pada tim asistensi dalam rapat kerja tersebut. Samsuri menekankan agar dinas terkait mampu menjabarkan secara gamblang ketika perda retribusi pencabutan izin gangguan ini di cabut.

“Saya sependapat dengan apa yang di sampaikan oleh saudara Mugianto. Pemerintah daerah dalam hal ini seharusnya, dalam rapat kerja kali ini bisa menjelaskan pada kami. Bila perda ini di cabut pastinya kita akan kehilangan pendapatan yang cukup besar” ,cetusnya.

Meski berkali kali beberapa anggota pansus meminta agar tim asistensi mampu memberikan penjelasan terkait hilangnya pendapatan 260 juta, apabila perda retribusi izin gangguan di cabut. “Namun hingga di penghujung  rapat kerja pansus 2 belum nampak pemaparan secara akurat dan menyakinkan dari tim asistensi”,pungkas Samsuri.(Ono/GiN)

PEKANBARU, Madiunraya.com – Inspektur Dua Auzar, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Riau yang meninggal dalam insiden serangan teroris di Markas Polda Riau, Kota Pekanbaru, dikenal sebagai sosok religius.

Bahkan, sebelum meninggal ditabrak mobil yang dikendarai teroris saat penyerangan pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, korban diketahui baru saja melaksanakan Shalat Dhuha.”Kita semua merasa kehilangan sosok beliau. Bukan hanya polisi tapi juga ulama dan ustadz di sini,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudi Syarifudin di Pekanbaru, Rabu (16/5/2018).

Rudi mengatakan bahwa almarhum Ipda Auzar yang wafat pada usia 55 tahun tersebut memulai karir di Lantas Polda Riau sejak dari Bintara hingga kini menyandang pangkat Ipda.

Selama menjadi anggota Polri, Auzar yang bergelar Haji itu aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Dia diketahui kerap memberikan tausiah hingga disebut sebagai salah satu ustadz yang disegani di internal polisi maupun masyarakat setempat.

Sebagai atasan almarhum, Kombes Rudi juga menyebut almarhum memiliki sebuah pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang beruntung.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang ia peroleh, Kombes Rudi mengatakan sebelum ditabrak hingga meninggal dunia, korban baru saja melaksanakan Shalat Dhuha di Masjid Polda Riau yang berlokasi di lantai dua. Ibadah itu, kata Rudi, rutin dilakukan almarhum setiap pagi.

“Sebelum kejadian, beliau juga sempat memberikan pengarahan jadwal tausiah dan kegiatan Ramadhan di lingkungan masjid Polda Riau,” ujarnya.

Selanjutnya, korban turun ke bawah untuk kembali ke ruangan kerja dan seketika ditabrak mobil yang dikendarai teroris.”Kami sangat berduka. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Rudi.

Berjiwa sosial tinggi

Para tetangga mengenal Ipda Azhar yang tewas akibat serangan teror di Mapolda Riau sebagai sosok yang berjiwa sosial tinggi.”Almarhum adalah tetangga yang luar biasa, jiwa sosialnya tinggi untuk kegiatan masyarakat. Terutama kegiatan di tiga masjid yang ada di sekitar tempat tinggalnya ini,” kata Erwin (42), tetangga yang tinggal di depan rumah almarhum. Ketika mendengar almarhum jadi korban teror di Polda Riau, warga sangat terpukul, katanya.

Suasana duka kini menyelimuti rumah almarhum Ipda Auzar ketika jenazah tiba di kediamannya sekitar pukul 13.30 WIB di Jl Bambu Kuning I Kecamatan Tenayan Raya, Jumat. Pihak keluarga terlihat masih syok dengan peristiwa duka itu, sedangkan ratusan warga sekitar terus berdatangan menyiapkan pemakaman dan mengucap bela sungkawa.

Ipda Auzar yang lahir di Tanjung Alam 9 November 1962, meninggalkan seorang istri, tiga anak dan satu orang cucu. Perwira polisi ini menjadi salah satu korban serangan teror di Mapolda Riau, Pekanbaru.

Ipda Auzar saat hidup menjabat Perwira Administrasi II SIM di Subditregident Ditlantas Polda Riau. Pada Rabu pukul 09.00 WIB, mobil Toyota Avanza masuk ke pintu gerbang Mapolda Riau. Saat polisi mau memeriksa mobil Avanza tersebut, seorang laki-laki sambil membawa samurai keluar mobil lalu mengejar dan membacok seorang polisi.

Laki-laki tersebut berhasil dilumpuhkan dengan tembakan oleh polisi yang bertugas. Dua orang laki-laki lainnya dari dalam mobil yang sama juga akan menyerang anggota polri kembali namun bisa dilumpuhkan kembali hingga mati dua orang tersebut.

Mobil tersebut menabrak anggota Polri, namun bisa dihentikan dan diamankan. Polri menyatakan empat teroris tewas dalam penyerangan itu. (MR01/Ant)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Kepolisian Resort Trenggalek menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sinergitas TNI-Polri bersama Pemerintah dan elemen masyarakat Kabupaten Trenggalek dalam mencegah serta memerangi terorisme dan radikalisme di Gedung Rupatama Polres Trenggalek, Selasa (15/5/2018).

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, mengajak kepada seluruh elemen untuk bersama-sama melawan tindakan terorisme dengan menciptakan stabilitas keamanan.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian maupun TNI, apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Selain itu, pihak Polres Trenggalek bersama Kodim 0806 juga melakukan pengamanan di akses keluar masuk, di tiga pintu yaitu dari Pacitan, kemudian dari Ponorogo dan dari Tulungagung. “Yang kemarin telah dilaksanakan kegiatan razia terpadu dengan unsur dari TNI,” ungkap Kapolres Trenggalek.

Sementara itu, Plt. Bupati Trenggalek H. Mochamad Nur Arifin, juga mengajak segenap elemen masyarakat untuk melakukan kesiagaan dini termasuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan.

“Masyarakat kita harapkan melakukan kesiagaan dini, Poskamling-Poskamling kita minta untuk dihidupkan kembali, apalagi ini musimnya menjelang lebaran itu nanti banyak arus mudik”,ujar Gus Ipin.

Jadi banyak orang luar, yang masuk ke Trenggalek, kepekaan kita harus kita tingkatkan, sambung Nur Arifin.

Wakil bupati termuda ini juga mengajak kepada masyarakat untuk menumbuhkan gerakan peduli tetangga, serta menghimbau sekiranya ada gerak-gerik yang mencurigakan, untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kemudian kepada para pemuka agama, kita harapkan untuk menjaga umatnya untuk bisa tenang, terus dakwah-dakwah, memasuki bulan suci Ramadhan, biasanya di isi dengan dakwah atau ceramah-ceramah, harus kita seleksi, jangan sampai ada yang berbau ujaran kebencian, baik itu terhadap Pemerintah maupun umat lain,” pungkas Nur Arifin.(Ono/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur menggelar Job Market Fair tahun 2018 di UPT Pelatihan Kerja Ponorogo, Senin (14/05).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Setiajit beserta jajarannya, Kadisnakertrans Ponorogo dan Kadisnakertrans Magetan, 35 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan serta ribuan pencari kerja dari Ponorogo dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Kadisnakertrans Provinsi Jawa Timur, Setiajit menyatakan bahwa tema kegiatan tersebut adalah melalui Job Market Fair tahun 2018 kita dorong Peningkatan Partisipasi Dunia Industri dalam Rangka Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur. “Tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur saat ini tercatat sebanyak 4% atau 838.000 orang”,ujar Setiajit.

Kita berharap kegiatan ini dapat menyerap tenaga kerja dan menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Timur dari 4% menjadi 3,8%, sambung Setiajit.

“Kita sampaikan terima kasih kepada Bupati Ponorogo dan Magetan yang mampu menekan pengangguran di wilayahnya sehingga tingkat pengangguran terbuka jauh di bawah Provinsi Jawa Timur yaitu 3 % lebih sedikit”,lanjut Setiajit.

Disnakertrans Provinsi Jawa Timur juga menyelenggarakan kegiatan Job Fair di seluruh wilayah di Jawa Timur, dengan harapan angka pengangguran terus menurun, pungkas Setiajit.

Sementara dalam wawancaranya, Kadisnakertrans Ponorogo, HM Bedianto menyampaikan bahwa pihaknya berharap 2.000 tenaga kerja dapat terserap dalam job fair 2018 ini. “Sebanyak 35 perusahaan yang kita gandeng kita harapkan dapat menyerap tenaga kerja dari Ponorogo dan sekitarnya seperti Magetan, Pacitan dan Trenggalek”, jelas Bedianto.

Mudah – mudahan dengan Job Fair ini dapat terus menekan angka pengangguran terutama di Ponorogo, pungkas Bedianto.

Sementara menurut Dewi, dari sebuah perusahaan kontraktor dari Jakarta menyampaikan bahwa perusahaannya datang ke Ponorogo karena perusahaannya butuh fresh graduate. “Dan biasanya orang Ponorogo memiliki budaya kerja yang kuat, untuk itu kami datang kesini untuk mendapatkan SDM yang mumpuni di perusahaan kami”,ujarnya.

Sedang menurut Fajar Eko, seorang pencari kerja dari Pacitan mengungkapkan bahwa dirinya hadir untuk mencari pekerjaan. “Saya lihat di baliho ada job fair disini, dan saya datang untuk memilih pekerjaan, mudah-mudahan ada pekerjaan yang cocok dengan keahlian yang saya miliki”,ujarnya.

Kegiatan Job Fair tersebut berlangsung selama 2 hari, tanggal 14 – 15 Mei 2018 besuk. (GiN)

TEGAL, Madiunraya.com – Bupati Tegal petahana Enthus Susmono diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.  

Dalam keterangan pers di RSUD Dr Suselo Plt Bupati Tegal, Senin (14/5/2018) malam, Sinung Nugroho Rahmadi yang didampingi sejumlah pejabat RSUD Dr Soeselo mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari berbagai pihak menyebutkan, sore sebelum meninggal, Enthus sempat menggelar pentas wayang santri dalam acara pelepasan siswa siswi SMP dan MA Al Ikhlas di Desa Cerih, Jatinegara, Tegal.

Ki Enthus direncanakan juga akan menghadiri pengajian di Desa Argatawang.”Namun dalam perjalanan, Pak Enthus mengeluh sakit dan nyeri pada bagian dada dan mual hingga tidak sadarkan diri,”katanya.

Atas kondisi itu, Enthus segera dilarikan ke Puskesmas Jatinegara. Tiba di puskesmas sekitar pukul 17.45 WIB dan ditangani tim medis yang dipimpin dr Ulinuha.

Berbagai upaya pertolongan pun dilakukan mulai dari pemeriksaan denyut nadi, tekanan darah, gula darah hingga infus. “Namun beliau masih juga tidak sadarkan diri,”katanya lagi.

Selanjutnya, Dokter Ulinuha kemudian memutuskan agar calon bupati petahana ini dirujuk ke RSUD Dr Soeselo Slawi dan diangkut menggunakan ambulans Puskesmas Jatinegara.

Sekitar pukul 18.20 WIB, Enthus tiba di rumah sakit masih dalam keadaan koma dan mendapat bantuan pernafasan menggunakan oksigen. Oleh petugas rumah sakit dibawa masuk di IGD dan diterima oleh dr Akhmad Rosidi selaku dokter.

“Upaya Resusitasi jantung dan paru segera dilakukan bersama tim medis selama kurang lebih 45 menit, namun tetap tidak ada respon. Pak Enthus dinyatakan meninggal pada pukul 19.15 WIB dengan penyebab kematian serangan jantung,” jelasnya lagi.

Jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Dampyak Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Enthus Susmono meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak.

Sementara itu di rumah duka di Desa Bengle Kecamatan Talang, ribuan pelayat mulai berdatangan untuk menyampaikan duka cita dan doa. Sejumlah tokoh seniman, masyarakat dan pejabat berdatangan di rumah duka.

SURABAYA, Madiunraya.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali mengamankan seorang pelaku teroris di dekat gedung Graha Pena Jalan A. Yani Surabaya, Senin (14/5/2018) sore.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung mangera mengatakan penangkapan ini dilakukan satu jam yang lalu.

“Penindakan hukum akan terus dilakukan. Ada tujuh yang dilakukan penindakan. Satu jam lalu ada penangkapan di daerah Ahmad Yani di dekat Graha Pena,” ujar Barung.

Dengan demikian, pelaku yang ditangkap menjadi delapan orang.

Saat ditanya di mana teroris tersebut akan melakukan aksinya, Barung memilih untuk merahasiakan hal ini demi hasil penyidikan polisi.

“Kita mengantisipasi, tapi kami tidak menyampaikan di mana aksinya. Kita menutupi ini karena dilindungi oleh undang-undang,” lanjut Barung.

Sebelumnya Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga mengamankan tujuh teroris di Surabaya dan Sidoarjo.

SURABAYA, Madiunraya.com – Salah satu anak korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Nathel, berumur delapan tahun meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bedah Surabaya di Jalan Manyar Surabaya.

“Kami sudah berupaya maksimal menolong korban, tapi adik Nathel meninggal dunia kemarin (13/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Humas RSBS Novi saat dihubungi Antara melalui ponselnya di Surabaya, Senin.

Dia menjelaskan Nathel merupakan adik dari Vinsencius Evan umur 11 tahun, warga Barata Surabaya yang meninggal dunia di lokasi kejadian pada Minggu (13/5) siang pascaledakan bom di gereja SMTB.

Nathel sebelumnya sempat menjalani operasi di RS Bedah Surabaya, namun tidak bisa diselamatkan nyawanya hingga meninggal dunia.

Hingga saat ini, korban ledakan bom yang masih dirawat intensif di RSBH berjumlah lima orang dari sebelumnya delapan orang. Delapan orang tersebut, adalah Dia Linawati (69), Warsinto (64), Desmonda (20), Teddy (65), Wenny (47), Fransiska (60), Nathel (8), dan Sidiq (65).

“Sekarang tinggal lima orang, satu orang meninggal dan sisanya sudah kembali ke rumahnya,” katanya.

Dirut RS Bedah Surabaya Priyanto Suasono sebelumnya mengatakan ada empat korban menjalani operasi di RSBS pada Minggu (13/5).

Sebanyak empat korban yang menjalani operasi tersebut mengalami banyak luka akibat serpihan logam dan juga pendarahan di organ dalam, sedangkan empat korban lainnya dirawat intensif.

“Jadi perlu ada pembersihan dari benda-benda asing dalam organ tubuhnya. Kami terus observasi,” katanya.

Ada tiga lokasi gereja yang terkena ledakan bom, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan GPPS Jalan Arjuna. Aksi teror peledakan bom tersebut menewaskan sekitar 13 orang dan puluhan orang terluka. (MR01/Ant)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.