,

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Meskipun tahun 2024 yang merupakan tahun politik masih tersisa dua tahun lagi, aksi dukung mendukung terus terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Mas Sumihar, panggilan akrabnya, mengaku kepada Madiunraya.com bahwa dirinya respect terhadap kiprah Menteri BUMN RI saat ini, Erick Thohir.

“Beliau Muda, Cerdas, Energik dan tentu saja memiliki kapasitas sebagai pemimpin nasional serta mempunyai pengalaman internasional,” ucap Sumihar, Ahad (17/04).

Lebih lanjut Sumihar menyampaikan bahwa dirinya mendukung Erick Thohir sebagai Calon Presiden di tahun 2024.

“Beliau memiliki banyak prestasi, diantaranya membawa BUMN mencatat laba bersih dari 13 Triliun di tahun 2020 dan menjadi 61 Triliun di kuartal ketiga tahun 2021,” lanjut Sumihar.

Selain itu Sumihar menyatakan bahwa Erick Thohir merupakan pengusaha dermawan.

“ET (Erick Thohir), juga merupakan religius yang anti korupsi, anti radikalisme dan Intoleransi,” terang Sumihar.

Lebih dari itu Sumihar juga menjelaskan bahwa ET adalah tokoh olahraga yang cukup sukses dan diakui internasional.

“Pak ET merupakan mantan Presiden dan Pemilik Klub Intermilan, sukses sebagai Ketua Penyelenggara Asian Games, penggerak Liga 1 BRI, penggagas sirkuit Mandalika dan penyelenggaraan Motor GP,” urai Sumihar.

Kelebihan yang lain, Sumihar mengungkapkan bahwa ET mempunyai perhatian lebih kepada petani, nelayan, UMKM dan Generasi Milenial.

“Yang jelas harapan kami, Pak ET mampu meneruskan kepemimpinan Pak Jokowi dan membawa Indonesia lebih maju yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program kerakyatan dengan pengalaman yang beliau miliki.” Pungkas Sumihar. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Spanduk berlatar belakang hijau dengan memasang foto Menteri BUMN, Erick Thohir dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mulai bermunculan di Kabupaten Ponorogo.

Seperti yang terlihat di Jalan Raya Pacitan -Ponorogo tepatnya di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo.

Dengan bertuliskan Erick Thohir – Khofifah Indar Parawansa 2024 spanduk tersebut menempel disisi jalan menghadap ke arah timur.

Menurut warga yang melintas, Budi Susanto, yang merupakan warga Desa Senepo Slahung, dirinya melihat Baliho tersebut merupakan kampanye yang terlalu dini bagi pasangan Calon Presiden itu.

“Walaupun begitu, ini merupakan salah satu paslon altetnatif yang mencerminkan nasionalis – religius, pengusaha – aktivis. Mereka juga cukup familier karena Pak Erick Thohir sering tampil di Media massa, begitu juga dengan Bu Gubernur,” ucapnya, Jum’at (11/02/2022).

Namun menurut Buda Susanto, mereka belum memberikan konsep yang jelas tentang ide pengelolaan negara kedepan.

“Selama ini juga belum ada gebrakan yang dirasakan oleh rakyat secara langsung. Tetapi mereka ini sosok yang merakyat dan dikenal cukup baik bagi para milenial, selama ini juga terlihat bekerja cukup baik,” tambahnya.

Selain itu, Budi Susanto menyebutkan bahwa mereka tidak memiliki Partai Politik.

“Mereka harus bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas sehingga dilirik oleh Partai Politik. Selain itu mereka harus berkompetisi dengan para politisi senior seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai lainnya,” urai Budi.

Akan tetapi, bagi Budi, Erick Khofifah merupakan pasangan alternatif bagi kepemimpinan bangsa dimasa yang akan datang.

“Semoga negara kita semakin maju dan semakin berkembang serta tidak kalah dengan bangsa lain di dunia.” Pungkas Budi Susanto sambil mengayuh sepeda sportnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Usai menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional di IAIN Ponorogo, Menteri BUMN, Erick Thohir berkesempatan menyaksikan pertunjukan Seni Reyog Ponorogo di Monumen Bantarangin, Sabtu (05/02/2022).

Puluhan Dadak Merak bersama para punggawanya yang dikolaborasikan dengan Seni Jaranan Thek memainkan irama dan gerak tari indah dipandang.

“Reyog Milik Indonesia”, adalah Tema yang diusung dalam pertunjukan itu.

Kang Bupati Sugiri Sancoko yang memberikan sambutan meminta do’a dan dukungan agar Seni Reyog Ponorogo segera menjadi budaya yang diakui oleh Dunia dan menjadi milik Indonesia.

“Kami juga bermimpi untuk menjadikan Bukit Gamping di Sampung menjadi Patung Reyog Raksasa. Dibawahnya ada Museum Kehidupan. Dengan begitu maka akan mengundang banyak wisatawan sehingga UKM di Ponorogo bisa merasakan peningkatan kesejahteraan,” ucap Kang Bupati Sugiri.

Sementara Menteri BUMN, Erick Thohir menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung Reyog Ponorogo agar menjadi budaya dunia yang menjadi milik Ponorogo.

Atraksi Anak Silat Ponorogo di Depan Menteri Erick Thohir

“Indonesia memiliki kekayaan yang beragam tentang budaya, makanan, pakaian dan adat istiadat yang lainnya. Untuk itu kami sangat mendukung agar budaya lokal Ponorogo ini yaitu Seni Reyog Ponorogo mendapat pengakuan dari dunia dan merupakan milik Ponorogo,” ucap Menteri Erick Thohir yang disambut dengan tepuk tangan dari hadirin.

Selanjutnya, Menteri Erick Thohir menyampaikan bahwa selama ini, sebelum Pandemi, kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hanya 22%.

“Selebihnya, yaitu 78% merupakan wisatawan domestik. Namun selama ini regulasi yang mengatur wisatawan lokal belum kita maksimalkan. Untuk itu kedepannya harus dibangun ekosistem yang bagus agar wisatawan puas, UKMM laris dan masyarakat bisa bertambah sejahtera, dalam hal ini Reyog harus menjadi pemicu kebangkitan UMKM di Kabupaten Ponorogo,” tambahnya.

Untuk peran Kementerian BUMN, Erick Thohir menyampaikan bahwa pihaknya telah berkolaborasi mendukung peningkatan kunjungan wisatawan di beberapa tempat. “Di Lampung, Riau, Toba dan lainnya kami telah berkolaborasi. Saya berharap, kedepan agar Ponorogo bisa mengambil bagian tentang hal ini, ” ucap Menteri Erick Thohir.

Dalam kesempatan itu, Menteri Erick Thohir menerima Cinderamata dan juga lukisan dari Seniman Ponorogo. Selain itu, Menteri Erick Thohir juga naik kepala Singo Barong. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

,

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Erick Thohir mengunjungi Ponorogo, Sabtu (05/02/2022).

Menteri yang juga Pengusaha Nasional itu menjadi Keynote Speaker dalam Seminar yang digelar oleh IAIN Ponorogo bertempat di Graha Watoe Dakoen yang diikuti oleh ratusan Mahasiswa setempat.

Erick menjadi pembicara dalam Seminar yang mengambil tema Menyongsong Era Baru Ekonomi : Strategi Pemerintah Dalam Transformasi Digital dan SDM menuju 5 Besar Kekuatan Dunia.

Kedatangan Erick Thohir disambut oleh Rektor IAIN Evi Muafiah dan Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko serta Forkopimda Ponorogo serta Bakorwil Madiun.

Dalam sambutannya Menteri Erick Thohir meminta kepada Mahasiswa dan Generasi Muda untuk terus belajar.

“Kemajuan teknologi akan mampu disikapi dan dinikmati dengan baik oleh orang-orang yang menguasainya,” ucapnya.

Perkembangan jaman menurut Menteri Erick juga mengubah sistem kehidupan. “Cara berjualan, cara berinteraksi, cara belajar bahkan cara berkomunikasi pun sekarang berubah dengan cepat dan praktis dengan adanya Teknologi Digital, ” tambahnya.

Untuk itu, Menteri Erick Thohir menyampaikan pesan agar mahasiswa terus belajar agar bisa menguasai teknologi.

“Terus belajar, melakukan inovasi dan aktif melakukan eksperimen yang positif akan menjadikan kita menjadi pemenang dimasa yang akan datang. ” Jelas Menteri Erick Thohir yang disebut tepuk tangan oleh para mahasiswa.

Menteri Erick Thohir juga memberikan contoh tentang potensi yang menggiurkan dengan memanfaatkan Teknologi Digital.

“Menjadi Youtuber, Gamers, memanfaatkan NFT menjadi peluang luar biasa yang menjadikan banyak orang menjadi sukses dimasa kini. Ayo semangat dan jangan malas. Ubah budaya rebahan menjadi budaya yang kreatif agar kita bisa menjadi pemain dan bukan menonton saja.” Pungkas Menteri Erick Thohir.

Dalam kesempatan itu, Menteri Erick Thohir juga mendapat kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari para Mahasiswa seputar Teknologi Digital dan peluang Indonesia menjadi 5 Besar dunia. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.