Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Untuk mencegah peredaran Rokok Illegal di Bumi Reog, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo bersama petugas Bea Cukai Madiun melakukan Operasi Gabungan untuk memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Ponorogo, Kamis (02/11/2023).
Kepala Satpol PP Kabupaten Ponorogo, Joko Waskito menyampaikan bahwa pihaknya saat ini terfokus di dua Kecamatan, yaitu di wilayah Sukorejo dan Kecamatan Kauman Ponorogo.
“Dalam dua hari ini kami melakukan operasi di Kecamatan Sukorejo dan Kauman. Petugas kami memeriksa rokok yang beredar di wilayah tersebut,” ucap Joko.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa operasi tersebut juga dilakukan untuk mengukur keberhasilan dari Sosialisasi yang sudah dilakukan.
“Kegiatan ini dalam rangka gempur rokok ilegal di Kabupaten Ponorogo. Juga untuk mengukur apakah sosialisasi kita berhasil apa tidak melalui tatap muka, baliho, dan media elektronik,” kata Joko.
Joko juga menambahkan, dari hasil operasi di dua Kecamatan tersebut tidak ditemukan adanya rokok ilegal. Selain operasi, petugas juga memberikan edukasi dan arahan tentang rokok illegal serta menempelkan pamlet stop rokok illegal di beberapa took yang di kun jungi.
“Alhamdulillah di dua Kecamatan, yaitu di wilayah Kecamatan Kauman dan Sukorejo tidak ditemukan rokok ilegal. Itu artinya, sosialisasi yang kita lakukan saat ini tepat sasaran dan sukses,” lanjutnya.
Meskipun hasilnya nihil, ia pun berharap, sosialisasi kepada masyarakat akan lebih digencarkan lagi baik secara preventif maupun represif. “Ke depan, sosialisasi baik secara preventif dan represif biar nggak ada lagi peredaran rokok ilegal di Ponorogo,” tegasnya.
Secara gamblang Joko menguraikan bahwa Sanksi Pengedar atau penjual rokok ilegal termasuk melakukan pelanggaran yang dapat berpotensi sebagai pelanggaran pidana. Sanksi untuk pelanggaran tersebut mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, yang berbunyi Pasal 54 berbunyi Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
“Harapan kami, tidak ada Rokok Illegal yang beredar di Ponorogo.” Tutup Joko Waskito. (adv/yah/gin).














