Terima Dana Operasional setahun 2,4 M, begini Penjelasan Kepala SMPN 1 Ponorogo

  • Bagikan

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Beberapa Wali Murid SMP Negeri 1 Ponorogo mempertanyakan pengelolaan dana operasional yang mencapai sekitar Rp 2,4 miliar dalam setahun.

Menurut mereka, dana tersebut berasal dari Pemerintah berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana pendamping BOS yang dihimpun dari wali murid.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMP Negeri 1 Ponorogo, Imam Mujahid, membenarkan perihal tersebut.

Ia merinci untuk dana BOS yang diterima sekolahnya itu setiap tahun mendapat Rp 1.050.000 per siswa.

“Di sini kurang lebih ada 860 siswa,” ujarnya, Jumat (25/8/2023).

Sehingga jika ditotal dana BOS yang diterima SMPN 1 Ponorogo setiap tahun mencapai Rp 903.000.000.

Sedangkan untuk pendamping BOS, setiap siswa ditarik biaya sebesar Rp 200 ribu setiap bulan. Namun hal itu tidak berlaku bagi semua siswa, sebab ada sekitar 200 anak yang meminta keringanan.

“Sekitar ada 200 anak yang meminta keringanan. Besarannya variatif mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu per bulan,” ungkap Imam Mujahid.

Sehingga, dari dana pendamping BOS tersebut, sekolah yang berada di pusat Kota Ponorogo itu menerima lebih dari Rp 1.584 miliar per tahun.

Total anggaran operasional SMP 1 Ponorogo dari BOS dan Pendamping BOS mencapai 2,4 Miliar lebih.

Imam Mujahid menjelaskan, iuran bernama pendamping BOS itu dilakukan sebagai upaya menutup kekurangan operasional. Mengingat di SMPN 1 Ponorogo memiliki banyak kegiatan.

“Banyak kegiatan yang harus dilaksanakan. Seperti misalnya festival reog saja membutuhkan biaya sampai Rp 70 juta,” bebernya.

Kendati demikian, untuk transparansi penggunaan dana tersebut diakuinya disampaikan setiap tahun kepada komite dan wali murid.

“Setiap tahun kita lakukan pelaporan. Biasanya pada bulan Agustus sampai September,” pungkasnya.

Untuk tahun pertama dirinya menjabat, dari keseluruhan dana yang diterima itu tersisa Rp 5 – 6 juta. Dan jumlah tersebut lalu dimasukkan ke pembukuan tahun berikutnya.(red).

  • Bagikan