Dampak El Nino, 36 Desa di Ponorogo terancam Kekeringan

  • Bagikan

Ponorogo, MADIUNRAYA.com

Fenomena Badai El Nino diperkirakan akan melanda Indonesia pada Agustus mendatang.

Menurut Sapto Jatmiko, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo fenomena ini terjadi karena pemanasan suhu muka laut.

“Dampaknya bisa terjadi Cuaca yang Ekstrem. Baik itu Kemarau yang panjang atau bahkan hujan lebat seperti yang terjadi di Lumajang kemarin, ” Jelas Sapto, kepada Madiunraya.com, Jum’at (28/07).

Fenomena El Nino, jelas Sapto, ditandai dengan naiknya suhu muka laut.

“Selain berdampak bagi Indonesia, dampak El Nino juga dapat terjadi secara global. Termasuk di Ponorogo, ” Lanjutnya.

Jika itu terjadi di Ponorogo, Sapto menjelaskan maka Ponorogo bisa mengalami musim kemarau panjang.

“Berkurangnya curah hujan Dampak El Nino di Ponorogo dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan. Namun, tingkat berkurangnya curah hujan tergantung pada intensitas fenomena itu sendiri. Sebab, kita tahu bahwa secara geografis, letak Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, yang mana tidak semua wilayah di Indonesia dapat dipengaruhi fenomena El Nino, ” Jelasnya.

Jika terjadi kemarau panjang, Sapto mengatakan bahwa selain kekeringan juga bisa terjadi resiko kebakaran hutan.

“Fenomena El Nino di Indonesia akan memberikan dampak musim kemarau yang kering. Kekeringan akibat fenomena cuaca tersebut bisa menyebabkan berbagai bencana, salah satunya kebakaran hutan, ” Ujarnya.

Secara detail, Sapto menyampaikan ada 36 Desa di 14 Kecamatan yang tersebar di wilayah Slahung, Ngrayun, Sooko, Sawoo, Pudak, Pulung, Sampung, Badegan, Ngebel, Jenangan, Sambit.

“Seperti yang di Desa Duri, ini sudah beberapa kali kami (BPBD Ponorogo) sudah beberapa kali mengirimkan air bersih. Dan di daerah lain, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar potensi dampak El Nino ini bisa kita atasi bersama, ” Terangnya.

Sapto juga menegaskan bahwa pihaknya menunggu intruksi dari BNPB terkait fenomena El Nino.

“Kami menunggu intruksi sambil menunggu informasi dari masyarakat terkait kekeringan ataupun peristiwa darurat. Kami siap 24 jam. ” Tutupnya. (yah/gin).

  • Bagikan