,

Masyarakat Ponorogo perlu tahu, Dana RT 10 juta per tahun untuk apa saja ?

oleh -345 views
Kang Bupati Sugiri Sancoko saat diwawancarai oleh Wartawan
Kang Bupati Sugiri Sancoko saat diwawancarai oleh Wartawan

Ponorogo – HARIAN BANGSA
Pemerintah Kabupaten Ponorogo dibawah kepemimpinan Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Bunda Lisdyarita terus berbenah dengan melakukan berbagai program unggulan sesuai dengan Visi dan Misi menuju Ponorogo Hebat.

Salah satunya adalah program dana RT yang berjumlah Rp 10 juta setiap RT selama Satu Tahun.
Menurut Kang Bupati Sugiri Sancoko, dalam hal ini Pemkab Ponorogo lebih mendahulukan kebutuhan daripada keinginan.

“Untuk itu, Pemkab Ponorogo menerjemahkan program dana RT ke dalam 8 item kegiatan yang penting untuk segera dimulai dari sekarang,” Ucap Kang Bupati Sugiri Sancoko ketika menyampaikan jawaban eksekutif atas pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Ponorogo terhadap usulan Raperda P-APBD 2022 di ruang sidang paripurna, Rabu (07/09/2022) kemarin.

Kang Bupati menegaskan bahwa pihaknya ingin merubah peradaban

“Mengapa dana RT kami atur 8 item secara rigid, kebutuhan kami jawab lebih dahulu bukan keinginan,” tegas Kang Bupati.

Dicontohkan Kang Bupati Sugiri terkait dengan program biopori atau sumur serapan yang dinilainya mendesak dimulai saat ini juga. Mengingat, titik-titik resapan air semakin hari semakin berkurang.
Dampaknya Ponorogo seringkali terkena banjir ketika musim hujan dan kesulitan air ketika musim kemarau. Biopori penting dibuat sebagai subtitusi resapan yang dibutuhkan untuk menanggulangi 2 hal tersebut.

“Kami rindu ketika hujan tidak banjir, ketika kekeringan tidak terjadi kekeringan. Saat ini resapan berkurang banyak, sehingga butuh subtitusi resapan, kami mencanangkan biopori,” ujarnya.

Berikutnya, terkait dengan program wifi RT ungkap Kang Bupati, di era digital program ini penting segera diimplementasikan untuk mendukung kesiapan pelaku UMKM memasarkan produk maupun jasanya kepada pasar lebih luas.

Mengingat di setiap titik di wilayah Ponorogo, ada banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan melalui platform digital. Kang Bupati tidak ingin pelaku UMKM Ponorogo tertinggal dalam maraton kemajuan teknologi ke depan.

“Kami ingin menciptakan free blank spot di Ponorogo yang tentunya akses internet tersebut bisa digunakan untuk kegiatan produktif,” ujar Kang Bupati.

Berikutnya, terkait dengan pengadaan composter bag tiap-tiap RT. Program ini ditekankan Kang Bupati penting dimulai guna mengurangi beban sampah di tingkat hilir. Ketika sampah bisa dipilah, dipilih, dan dimanfaatkan di tingkat RT, ia yakin problem sampah yang selama ini sulit ditangani sedikit demi sedikit akan terurai.

“Composter bag di tiap-tiap RT itu untuk mengurangi problem sampah di tingkat hulunya sekaligus menghidupkan bank-bank sampah,” tekannya.

Sedangkan untuk pendataan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dengan format by name, by address, by potensi, by masalah akan menjadi modal penting menyusun program yang tepat sasaran.

“Begitu juga dengan program-program lainnya seperti dana bergulir, insentif dan Jaminan Sosial pengurus RT, dan penanaman tanaman obat setiap itemnya diarahkan mendorong kemandirian dan pembangunan dari tingkat bawah.” Tutup Kang Bupati Sugiri Sancoko. (ADV/GIE/YAH).

Peliput : Hariyogi Wijanarko

No More Posts Available.

No more pages to load.