Tampil Luara Biasa, 2022 Penari Bujangganong dan 100 Penari Sufi masuk Rekor Dunia oleh MURI

  • Bagikan

Ponorogo, MADIUNRAYA.com
Penampilan 2022 Penari Bujangganong yang berkolaborasi dengan 100 Penari Sufi disepanjang Jalan HOS Cokroaminoto dan PB Sudirman Ponorogo pada Selasa Sore (09/08) berhasil mencatatkan sebagai Rekor Dunia yang dibukukan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia.

Menurut Sri Widayati selaku MURI Representative yang mewakili Jaya Suprana menyatakan bahwa pagelaran Seni Budaya dan Religi itu dicatat sebagai Rekor Dunia dengan nomor 10.468.

“Dengan bangga kami menyerahkan Piagam Penghargaan yang dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo atas Rekor Pemrakarsa dan Penyelenggaraan Pagelaran Seni Tari Bujangganong terbanyak di dunia yaitu 2022 Penari,” ucap Sri Widayati

Lebih lanjut Sri Widayati berharap agar Rekor Dunia itu bisa menginspirasi daerah lain untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Sementara Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan apresiasi kepada seluruh Penari Bujangganong dan Penari Sufi yang telah tampil apik dalam berkolaborasi.

“Saya ingin menyampaikan pesan bahwa Bujangganong adalah Penari Sufi Jawa yang filosofi nya adalah kekuatan, ketrampilan dan kelincahan yang penarinya memakai topeng. Artinya teruslah berbuat baik tapi dengan menyembunyikan identitasnya, itulah sufi yang ikhlas dalam berbuat kebaikan,” ucap Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Lebih lanjut Kang Bupati Sugiri Sancoko menjelaskan bahwa sebanyak 2022 Penari Bujangganong yang mengikuti kegiatan itu merupakan siswa SD dan SMP se Kabupaten Ponorogo.

“Ini membuktikan bahwa generasi muda kita tidak pernah lelah untuk mencintai budaya Adi Luhung dari para leluhur kita. Pun dengan Penari Sufi yang hari ini tampil menyampaikan pesan bahwa Ponorogo adalah daerah Budaya dan daerah Santri yang terus berkembang sesuai dengan jamannya,” lanjut Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Dengan kegiatan yang dilakukan, Kang Bupati Sugiri Sancoko berharap perekonomian didaerah yang dipimpinnya itu bisa kembali meningkat.

“Sejak 11 Juli hingga akhir Agustus ini, kita banyak melakukan kegiatan budaya dan religi dalam rangka Grebeg Suro dan Peringatan Hari Jadi Ponorogo ke 526. Alhamdulillah hari ini dicatat sebagai Rekor Dunia oleh MURI. Semoga seni budaya dan religi kita terus lestari dan bisa menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat.” Tutup Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Hadir dalam kesempatan itu Forkopimda Ponorogo dan yang istimewa dihadiri oleh 7 Mahasiswa Korea Selatan yang tengah menimba ilmu budaya di Ponorogo. (ADV/GIE/YAH).

Peliput : HARIYOGI WIJANARKO

  • Bagikan