Tangkal Corona, Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Baithurrahman Trenggalek terancam ditiadakan

oleh -44 views
Bupati Trenggalek saat berdiskusi dengan ulama tentang tata cara peribadatan ditengah pandemi Covid-19
Bupati Trenggalek saat berdiskusi dengan ulama tentang tata cara peribadatan ditengah pandemi Covid-19

Trenggalek – Portalnews Madiun Raya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengunjungi tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Munjungan, Senin (04/05/2020).

Affiliate banner Unlimited Hosting Indonesia

Bupati yang akrab dipanggil dengan nama Gus Ipin meminta kepada para tokoh agama untuk ikut menyebarkan kesepakatan tata cara peribadatan ditengah pandemi Corona, “Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini yang tidak terlihat secara kasat mata. Lebih lebih penyebarannya yang cukup cepat melalui kontak sesama manusia yang mungkin tidak sengaja terbawa oleh orang disekitar kita,” Ucap Gus Ipin.

Gus Ipin juga menyampaikan bahwa pembatasan yang dilakukan atau kesepakatan tentang peribadatan yang telah disepakati tentunya menjadikan ketidak nyamanan, karena tidak sesuai dengan kebiasaan yang biasa dilakukan. “Namun cara ini harus dipilih untuk mencegah penyebaran virus ini. Harapannya pemuka agama ini kan ditokohkan, sehingga ikut membantu menyadarkan kepada masyarakat, sesimpel bagaimana disiplin memakai masker, mematuhi protokol kesehatan, menjelang hari raya idul fitri, bagaimana kebiasaan kita sowan, badan ini nanti harus ditindak lanjuti dan dimasa covid ini kita harus membiasakan hal tersebut,” Urai Gus Ipin.

Bupati Trenggalek juga menyampaikan bahwa kalau informasi ini tidak segera disebarkan sampai ke akar rumput, bisa terjadi kesalah pahaman, “Untuk itu kita meminta bantuan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hal ini kita lakukan dalam rangka mengurangi resiko penyebaran, di hari raya Idul Fitri tahun ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus mengambil keputusan berat demi kebaikan bersama, dengan melarang takbiran dipenghujung ibadah puasa nanti maupun tradisi sowan dan bakdan bagi aparatur pemerintah,” Jelas Gus Ipin.

Sholad Idul Fitri di Masjid Agung Baithurrahman Trenggalek juga terancam ditiadakan, Kata Bupati, mengingat dalam Shalad Id di tempat ini bisanya banyak diikuti oleh pemudik sedangkan bila itu berbaur dengan penduduk lokal tentunya akan sangat beresiko terjadinya penyebaran. “Selain itu bila ada kejadian tentunya akan sulit untuk melakukan tracing kontak erat maupun sudah berkontak dengan siapa saja untuk pasien yang terkonfirmasi. Sebagai gantinya, Shalat Idul Fitri bisa dilakukan dilingkungan-lingkungan sehingga tidak melibatkan terlalu banyak jamaah dan tentunya tetap dengan mengdepankan protokol kesehatan.” Pungkas Bupati Muchamad Nur Arifin. (Red)

Tinggalkan Balasan