Kartu Pra Kerja sudah dirilis, setiap peserta akan dapat pelatihan dan uang Rp 600.000 selama 4 bulan

oleh -2.211 views
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran 20 triliun yang akan dibagikan kepada 5.605.634 orang di Indonesia melalui Kartu Prakerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran 20 triliun yang akan dibagikan kepada 5.605.634 orang di Indonesia melalui Kartu Prakerja.

Jakarta – Portalnews Madiun Raya

Setelah mundur dari jadwal sebelumnya, akhirnya Kartu Pra Kerja yang merupakan pembekalan untuk angkatan kerja di Indonesia secara resmi dirilis hari ini, Sabtu (11/04/2020).

Affiliate banner Unlimited Hosting Indonesia

Dalam pers release secara daring, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran 20 triliun yang akan dibagikan kepada 5.605.634 orang di Indonesia. “Kita naikkan dari yang sebelumnya Rp 10 triliun, karena pandemi Covid 19 yang memiliki ekses ke perekonomian menjadi dua kali lipat, yaitu Rp 20 triliun,” Ucap Airlangga.

SIMAK CARA MENDAFTAR KARTU PRA KERJA :

https://madiunraya.com/2020/04/11/setelah-dirilis-begini-cara-mendaftar-kartu-pra-kerja/

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa anggaran tersebut akan dikucurkan kepada 5.605.634 orang dan peserta program per minggu paling banyak 164.872 orang. “Untuk pendaftaran Program Kartu Prakerja dapat dilakukan melalui situs prakerja.go.id, syarat utama untuk bisa mendapatkan pendidikan ini adalah warga negara Indonesia berusia minimal 18 tahun dan sedang tidak mengikuti pendidikan formal,” lanjut Airlangga Hartarto.

Harapannya adalah, Kata Airlangga, peserta pelatihan akan mendapatkan pelatihan dan mampu memiliki kemampuan yang akhirnya dapat bekerja sesuai dengan bidangnya. “Peserta akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3.550.000 per orang. Rinciannya adalah Rp 1 juta untuk bantuan pelatihan, Rp 600 ribu selama 4 bulan untuk insentif pelatihan dan Rp 150 ribu insentif survei pekerjaan yang dilakukan sebanyak 3 kali.” Pungkas Airlangga Hartarto. (Yah/Gin)

Tinggalkan Balasan