Festival Sampung, Solusi Polemik Gunung Gamping di Desa Sampung

oleh


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Masyarakat Desa Sampung Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo menggelar Festival Sampung dengan tajuk “Festival Sampung Umbul Dongo Sewu Takir”, Ahad (03/02/2019).
Ribuan masyarakat Desa Sampung dan sekitarnya mengikuti kegiatan tersebut yang dimulai dari pintu masuk Gua Lowo hingga Gunung Gamping di Desa Sampung dengan mengarak seribu Takir atau makanan yang dibungkus daun pisang.

Menurut Wisnu Hadi Prayitno, Creative Consultants kegiatan tersebut, masyarakat Desa Sampung ingin berdo’a supaya daerahnya menjadi daerah yang makmur, gemah ripah loh jinawi. “Mereka ingin do’a tersebut terkabul dan kami mengemasnya dengan kegiatan festival ini,” ucapnya.
Ini adalah kearifan lokal sekaligus memperkenalkan bahwa di Sampung itu ada destinasi wisata Gua Lowo, dan kedepan kami ingin menjadikan Gunung Gamping sebagai destinasi wisata baru di Ponorogo, festival ini sebagai langkah awal untuk memulai itu, sambungnya.
“Dengan wisata, kita ingin mengakhiri polemik tambang gamping yang sudah ada dengan mengganti nya sebagai destinasi wisata, gunung Gamping yang ada akan diukir menjadi beberapa tokoh Reyog, seperti Bujangganong, Lelono Sewandono, Warok dan lainnya selain itu festival budaya akan semakin sering kita laksanakan.” Pungkas Wisnu Hadi Prayitno.

Hal itu diamini oleh Sugiri Sancoko, budayawan sekaligus perwakilan Lesbumi Jawa Timur. “Kita berharap dengan kegiatan ini dapat menjadikan daerah Ponorogo dan sekitarnya semilak atau jauh dari marabahaya, seperti yang kita ketahui bahwa saat ini wabah Demam Berdarah menjadi momok yang menakutkan, semoga dengan kegiatan ini wabah Demam Berdarah segera hilang dan menjadikan Ponorogo menjadi daerah yang subur dan makmur,” ucapnya.

Selain itu, kami sebagai budayawan ingin memberikan solusi atas polemik keberadaan Gunung Gamping antara Pemerintah Kabupaten dengan warga Desa Sampung, kami ingin menengahi bahwa polemik itu tidak perlu terjadi, sambungnya.

“Kalau di Jogja ada Breksi, di Madura ada bukit Jedih, maka kami sebagai budayawan ingin menjadikan Gunung Gamping di Sampung lebih indah dari Breksi maupun Jedih, dengan wisata saya yakin masyarakat dapat lebih mendapatkan penghasilan yang besar, begitu juga dengan Pemerintah Kabupaten, selain itu, kandungan kapur di bukit tersebut tidak berkurang” Pungkas Sugiri Sancoko.

Kegiatan itu diakhiri dengan pertunjukan jaranan thek, seni jaranan mojopaitan yang masih eksis hingga saat ini. (Yah/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *